Manusia di berbagai belahan Bumi mengonsumsi mikroplastik, dan masyarakat Asia Tenggara merupakan pemakan mikroplastik terbesar. Bagaimana dengan masyarakat Indonesia?... Selengkapnya
SDGs Goal 15
Cali Fund diluncurkan oleh Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati untuk mendukung pendanaan aksi keanekaragaman hayati.... Selengkapnya
Di berbagai daerah, banyak pejabat publik yang menebar benih ikan introduksi di perairan alami, terutama ikan nila, dengan tujuan untuk mendukung produksi ikan dan ketahanan pangan. Namun, ada dampak negatif terhadap lingkungan yang mesti diantisipasi dari tindakan ini.... Selengkapnya
Agroforestri di KHDTK Kepau Jaya membantu mengatasi konflik tenurial dengan menawarkan mata pencaharian berkelanjutan dan mendukung konservasi hutan.... Selengkapnya
Berbagai aktivitas manusia seringkali mengancam kelestarian kawasan karst. Di Maros, Sulawesi Selatan, ekowisata Rammang-Rammang menawarkan solusi dengan pengembangan wisata alam berbasis konservasi.... Selengkapnya
Asia Land Forum (ALF) 2025 menjadi momentum penting dalam mendorong kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk agenda percepatan reformasi agraria.... Selengkapnya
Polusi cahaya buatan menjadi permasalahan yang semakin mendesak, yang berdampak terhadap manusia dan seluruh makhluk hidup di Bumi. Namun, permasalahan ini sering diabaikan.... Selengkapnya
Ekosistem gambut di Indonesia mengalami degradasi dan penyusutan dalam beberapa dekade terakhir. Bagaimana mengatasi permasalahan ini?... Selengkapnya
Danau Lido mengalami penyusutan dan degradasi serius akibat alih fungsi lahan untuk proyek pembangunan KEK Lido, yang menyebabkan penyusutan luas perairan dan pencemaran.... Selengkapnya
Konservasi keanekaragaman hayati membutuhkan pendekatan holistik, termasuk melalui literasi kepada masyarakat luas. Di Teluk Saleh, Pusat Edukasi Hiu Paus resmi dibuka. Pengetahuan apa saja yang disajikan oleh fasilitas ini?... Selengkapnya