Bagi siapa pun yang harus menavigasi isu-isu seputar pelaporan keberlanjutan dalam beberapa tahun ke depan, buku Barker dan Teixeira ini adalah bacaan wajib.... Baca Selengkapnya
Jalal
Jalal is a Senior Advisor at Green Network Asia. He is a sustainability consultant, advisor, and provocateur with over 25 years of professional experience. He has worked for several multilateral organizations and national and multinational companies as a subject matter expert, advisor, and board committee member in CSR, sustainability, and ESG. He has founded and become a principal consultant in several sustainability consultancies as well as served as a board committee member and volunteer at various social organizations that promote sustainability.
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, juga pulau-pulau lain di Indonesia, telah membayar cukup mahal untuk mengajari kita. Pertanyaannya sekarang: sudah siapkah kita, akhirnya, untuk benar-benar belajar?... Baca Selengkapnya
Kedua artikel ini adalah pengingat bahwa disiplin yang mengajarkan saya untuk selalu bertanya "atas nama siapa pengetahuan ini dibuat" masih sangat dibutuhkan, terutama ketika dunia konsultansi Indonesia benar-benar sedang dimabuk ESG.... Baca Selengkapnya
Clearing the Air adalah panggilan tegas untuk bertindak: berhentilah berdebat kusir mengenai mitos-mitos yang telah dijawab secara tuntas oleh sains, dan mulailah membangun infrastruktur untuk masa depan.... Baca Selengkapnya
Saya kini membayangkan berapa banyak Sadiman yang dibutuhkan Indonesia, dan berapa lama lagi negeri ini akan menunggu sebelum benar-benar mendukung upaya regenerasi Bumi.... Baca Selengkapnya
Earth Overshoot Day bukanlah ramalan kiamat, melainkan neraca yang bisa diperbaiki dengan mengubah cara kita berbisnis, memproduksi, dan mengonsumsi.... Baca Selengkapnya
Groundswell layak ditonton bukan sebagai hiburan semata, melainkan sebagai bahan diskusi serius tentang bagaimana masa depan pertanian, iklim, dan ketahanan pangan ditentukan oleh cara kita memperlakukan tanah hari ini.... Baca Selengkapnya
Paradoks tembakau menunjukkan bahwa semakin jujur perusahaan tembakau mengakui dampak buruk produknya, semakin kecil pula kejujuran tersebut memengaruhi harga sahamnya.... Baca Selengkapnya
Menghindari Korban Manusia dalam Transisi Energi: HAM sebagai Fokus Transition Minerals Tracker 2026
Menghindari Korban Manusia dalam Transisi Energi: HAM sebagai Fokus Transition Minerals Tracker 2026
Transisi energi global tidak akan pernah benar-benar “bersih” jika dibangun di atas pengabaian hak masyarakat adat, kekerasan terhadap pembela lingkungan, dan kematian pekerja.... Baca Selengkapnya
Ketika diuji terhadap perintah pengadilan yang melatarinya, Permen LH 5/2026 masih memperlihatkan jarak yang mengkhawatirkan antara bentuk dan substansi. Seperti apa?... Baca Selengkapnya

Panduan Mutakhir untuk Transparansi dan Akuntabilitas Keberlanjutan
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam: Merenungi Kebakaran Hutan dan Lahan yang Terus Berulang
Ketika Sosiologi Menginterogasi ESG
Menyibak Kabut Pesimisme Iklim dengan Data
Sadiman: Lelaki yang Bisa Memanggil Air
Utang kepada Anak-Cucu yang Terus Membesar: Earth Overshoot Day 2026 dan Panggilan bagi Dunia Usaha
Bertani Sembari Menyembuhkan Bumi: Menonton Groundswell dengan Penuh Harap
Paradoks Tembakau: Mengapa Industri Paling Mematikan Tetap Menjadi yang Paling Menguntungkan
Apakah Aturan Mutu Udara Terbaru Menjawab Putusan Pengadilan yang Dimenangkan Warga?