Lian Gogali telah mendedikasikan diri untuk merawat harmoni pascakonflik di Kabupaten Poso melalui sekolah perdamaian.... Baca Selengkapnya
SDGs Goal 4
Sejak 2003, Butet telah memberikan pendidikan yang memerdekakan untuk Orang Rimba dan beberapa komunitas adat lain di Indonesia melalui Sokola Institute yang ia dirikan. ... Baca Selengkapnya
Mendukung literasi dan pembangunan berkelanjutan sangat penting dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk semua.... Baca Selengkapnya
Melalui Difalitera, Indah Darmastuti mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menghadirkan sastra yang lebih inklusif yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, terutama kelompok difabel netra.... Baca Selengkapnya
Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat FIB UI melakukan digitalisasi cerita lisan Sumba di Kampung Kadoku untuk mendukung upaya pelestarian budaya Sumba di kampung adat tersebut.... Baca Selengkapnya
Agus Yusuf, pelukis difabel asal Madiun, tak ingin kemampuan melukisnya hanya memberi manfaat untuk dirinya sendiri. Ia ingin hidupnya dapat memberi manfaat bagi sebanyak mungkin orang, termasuk dengan mengajar anak-anak melukis.... Baca Selengkapnya
Perambahan hutan dan degradasi nilai budaya Sumba mendorong Kristopel Bili mendirikan Sakola Wanno dengan tujuan merawat hutan dan budaya Sumba melalui pendekatan seni sastra.... Baca Selengkapnya
Hanna Keraf berupaya memberdayakan perempuan di NTT dengan menghidupkan kembali tradisi menganyam yang mulai redup.... Baca Selengkapnya
Kerusakan alam mengusik Lena Guslina. Sebagai seorang seniman yang menekuni dunia seni tari selama lebih dari 22 tahun, ia meresponsnya dengan gerak tubuh yang ia tuangkan ke dalam karya-karya seni tari kontemporer dan menampilkannya di tempat-tempat umum untuk menggugah kesadaran orang-orang.... Baca Selengkapnya
Laporan Dampak Akhir Global Youth Mobilization memberikan wawasan tentang inisiatif yang dipimpin kaum muda untuk mengatasi masalah kesehatan mental kaum muda.... Baca Selengkapnya