Skip to content
  • Tentang
  • Bermitra dengan Kami
  • Beriklan dengan Kami
  • GNA Internasional
  • Berlangganan
  • Log In
Primary Menu
  • Beranda
  • Terbaru
  • Topik
  • Wilayah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Maluku
    • Nusa Tenggara
    • Papua
    • Sulawesi
    • Sumatera
  • Kabar
  • Ikhtisar
  • Wawancara
  • Opini
  • Figur
  • Infografik
  • Video
  • Komunitas
  • Siaran Pers
  • ESG
  • Muda
  • Dunia
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Keamanan Penggunaan Internet di Kalangan Anak-Anak Masih Lemah

Studi UNICEF mengungkap bahwa keamanan dalam penggunaan internet di kalangan anak-anak di Indonesia masih lemah. Lantas, apa yang dapat dilakukan orang tua?
Oleh Abul Muamar
15 Oktober 2024
seorang anak bermain game sepakbola dengan gadgetnya

Foto: Dixit Dhinakaran di Unsplash.

Bagi orang-orang yang telah beranjak remaja pada era 1990-an dan 2000-an awal di Indonesia, dapat mengakses internet adalah suatu hal yang sangat istimewa. Namun kini, akses internet telah menjadi suatu hal yang lazim, bahkan menjadi hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari banyak orang, termasuk anak-anak. Akan tetapi, anak-anak di era internet yang semakin mudah menghadapi risiko yang signifikan, termasuk paparan konten berbahaya dan tidak pantas, perundungan digital (cyberbullying), hingga eksploitasi dan pelecehan seksual daring. Sebuah studi dari UNICEF yang diluncurkan pada Oktober 2024 mengungkap bahwa secara keseluruhan, keamanan dalam penggunaan internet di kalangan anak-anak di Indonesia masih lemah.

Internet yang Mengubah Dunia Anak-anak

Internet telah menjadi sesuatu yang tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak saat ini secara umum. Di banyak tempat dan kesempatan, potret anak-anak yang fokus dengan layar gadget mereka kini semakin mudah ditemukan, menggantikan pemandangan anak-anak yang berlarian atau memainkan permainan yang melibatkan aktivitas fisik. Bahkan, banyak anak-anak yang “betah” berlama-lama dengan perangkat mereka dan mengalami kecanduan yang sulit untuk dihilangkan.

Idealnya, anak-anak memerlukan internet untuk mendukung proses pembelajaran mereka. Namun, data menunjukkan bahwa mayoritas (89 persen) anak usia lima tahun ke atas mengakses internet untuk media sosial dan bermain game online, dan hanya sedikit (33 persen) di antara mereka yang mengakses internet untuk keperluan belajar.

Bahaya dan Dampak Penggunaan Internet di Kalangan Anak-Anak

Tidak dapat dipungkiri, internet memang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, penggunaannya yang berlebihan dan tidak terkendali serta tidak terlindungi seringkali menimbulkan dampak buruk yang lebih banyak dan meluas, terutama bagi anak-anak.

Studi UNICEF menemukan bahwa 89 persen anak-anak di Indonesia menggunakan internet selama rata-rata 5,4 jam per hari. Waktu selama itu lebih banyak mereka habiskan untuk mengobrol dan berteman melalui media sosial (86,5%) dan mengakses konten video. Namun, dampak buruk penggunaan internet di kalangan anak-anak yang diungkap dalam studi tersebut cukup mencengangkan: 48% anak pernah mengalami perundungan oleh anak lain; 50,3% anak telah melihat konten bermuatan seksual melalui media sosial; dan 2% anak telah diperlakukan atau diancam untuk melakukan kegiatan seksual. Di kalangan anak-anak dengan disabilitas, seluruh dampak tersebut lebih signifikan. 

Menurut studi tersebut, 86,2% orang tua memberlakukan aturan atau pembatasan terkait penggunaan internet bagi anak mereka, dan 89,2% orang tua percaya bahwa ada bahaya di internet. Namun, pemahaman orang tua mengenai aktivitas internet anak-anak masih rendah.

Memperkuat Keamanan

Bahaya penggunaan internet di kalangan anak-anak bukan hanya yang telah disebutkan, melainkan juga mencakup dan tidak terbatas pada konten-konten kekerasan, misinformasi dan disinformasi serta ujaran kebencian, hingga iklan atau pemasaran makanan berbahaya yang berpengaruh terhadap preferensi makan anak. 

Sayangnya, studi tersebut mengungkap bahwa hanya 37,5 persen anak yang pernah menerima informasi tentang cara berinternet dengan aman. Selain itu, 37 persen anak memilih tidak melapor jika mereka menghadapi pengalaman berselancar yang tidak menyenangkan karena takut dan kurangnya pengetahuan tentang cara melapor. 

Oleh karena itu, penting untuk memperkuat keamanan dan perlindungan di ruang-ruang digital untuk mendukung pengalaman berinternet yang aman dan positif bagi anak-anak. Terkait hal ini, pemerintah Indonesia masih sedang menyiapkan aturan mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak di ranah online yang akan menjadi peta jalan pencegahan dan penanganan dampak negatif internet. Peta jalan tersebut sedang disiapkan dalam bentuk peraturan presiden (perpres) yang menitikberatkan pada penguatan pengasuhan orangtua dan penanganan kasus. 

Namun, perlu juga memastikan bahwa upaya penguatan keamanan dilakukan secara komprehensif dan koheren dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai dari pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil.

Tips bagi Orang Tua

Mewujudkan akses ke internet yang aman dan positif bagi anak-anak berarti berinvestasi pada perlindungan dan pendidikan bagi mereka. Sebagai pihak yang paling dekat dengan anak-anak, orang tua atau pendamping anak memiliki peran yang sangat vital dalam melindungi aktivitas berselancar mereka. Untuk itu, UNICEF memberikan sejumlah tips untuk melindungi anak-anak dari berbagai dampak buruk dari mungkin terjadi dari penggunaan internet:

  • Berkomunikasi secara terbuka dengan anak tentang cara dan teman interaksi mereka di dunia maya. Pastikan anak paham bahwa interaksi dunia maya pun harus dilakukan dengan baik dan sopan, agar meninggalkan jejak digital yang baik di masa depan. Dorong anak untuk selalu bercerita apabila mereka mendapatkan pengalaman negatif.
  • Manfaatkan fitur perlindungan teknologi seperti program antivirus terbaru dengan pengaturan privasi diaktifkan, fitur pengendalian orang tua dan pencarian aman (safe search). 
  • Temani anak saat mengakses internet, misalnya dengan membantu mereka mengetahui dan menghindari bentuk-bentuk misinformasi dan konten berbahaya atau yang tidak sesuai dengan usia mereka. 
  • Ajarkan anak untuk memiliki kebiasaan baik di dunia maya. Contohkan dan pantau perilaku anak di dunia maya. Ingatkan anak untuk selalu bersikap baik terhadap teman sekelas dan mengenakan pakaian yang pantas. 

Dorong Anak untuk melapor jika mengetahui atau mengalami masalah di dunia maya. Ingatkan selalu jika anak merasa sedang dirundung, diganggu, diancam, atau menemukan masalah lainnya di dunia maya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari bantuan dari seseorang yang dipercaya seperti orang tua, wali, anggota keluarga, pendamping, atau orang dewasa lainnya yang dapat dipercaya.

Perkuat pengembangan kapasitas pribadi dan profesional Anda dengan Langganan GNA Indonesia.

Jika konten ini bermanfaat, harap pertimbangkan Langganan GNA Indonesia untuk mendapatkan akses digital ke wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Indonesia dan dunia.

Pilih Paket Langganan Anda

Abul Muamar
Managing Editor at Green Network Asia | Website |  + postsBio

Amar adalah Manajer Publikasi Digital Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor untuk beberapa media tingkat nasional di Indonesia. Ia juga adalah penulis, editor, dan penerjemah, dengan minat khusus pada isu-isu sosial-ekonomi dan lingkungan.

  • Abul Muamar
    https://greennetwork.id/author/abulmuamar/
    Jerman Danai Proyek SETI untuk Dekarbonisasi Sektor Bangunan dan Industri di Indonesia
  • Abul Muamar
    https://greennetwork.id/author/abulmuamar/
    Memutus Lingkaran Setan Kekerasan dalam Pendidikan Dokter Spesialis
  • Abul Muamar
    https://greennetwork.id/author/abulmuamar/
    Pemerintah Luncurkan Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional
  • Abul Muamar
    https://greennetwork.id/author/abulmuamar/
    Kelindan Penurunan Angka Kelahiran dan Meningkatnya Biaya Hidup

Continue Reading

Sebelumnya: Sungai-Sungai di Dunia Semakin Kering Akibat Krisis Iklim
Berikutnya: Perkembangan Taksonomi Hijau di Asia, Bagaimana di Indonesia?

Baca Kabar dan Cerita Lainnya

mobil angkutan berwarna biru tanpa penanda rute di kelokan jalan dekat pos polisi lalu lintas Harapan akan Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Kota Serang
  • Konten Komunitas
  • Unggulan

Harapan akan Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Kota Serang

Oleh Ajeng Rizkasari
28 Agustus 2025
Topi wisuda melambangkan semakin banyaknya lulusan yang menghadapi kesempatan kerja terbatas Sarjana Berlimpah, Cari Kerja Susah: Mengulik Isu Pengangguran Sarjana di Negara Berkembang
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Sarjana Berlimpah, Cari Kerja Susah: Mengulik Isu Pengangguran Sarjana di Negara Berkembang

Oleh Sukma Prasanthi
28 Agustus 2025
seorang pedagang bertopi caping mendorong gerobak menyeberangi jalan. Mengatasi Heat Stress Okupasional Demi Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
  • Eksklusif
  • Kabar
  • Unggulan

Mengatasi Heat Stress Okupasional Demi Keselamatan dan Kesehatan Pekerja

Oleh Dinda Rahmania
27 Agustus 2025
foto udara KEK Mandalika; terdapat jalanan dan beberapa bangunan di wilayah yang terhubung pantai dan laut Sisi Kelam Pengembangan Pariwisata di Kawasan KEK Mandalika
  • Eksklusif
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Sisi Kelam Pengembangan Pariwisata di Kawasan KEK Mandalika

Oleh Seftyana Khairunisa
26 Agustus 2025
pasangan lanjut usia menggunakkan masker Polusi Udara dan Risiko Demensia yang Lebih Tinggi
  • Eksklusif
  • Kabar
  • Unggulan

Polusi Udara dan Risiko Demensia yang Lebih Tinggi

Oleh Dinda Rahmania
26 Agustus 2025
Sekelompok laki-laki muda berfoto bersama seorang ibu di depan sebuah rumah. Kisah Mpu Uteun dan Ekofeminisme di Aceh
  • Konten Komunitas
  • Unggulan

Kisah Mpu Uteun dan Ekofeminisme di Aceh

Oleh Naufal Akram
25 Agustus 2025

Tentang Kami

  • Surat CEO GNA
  • Tim In-House GNA
  • Jaringan Penasihat GNA
  • Jaringan Author GNA
  • Panduan Artikel Opini GNA
  • Panduan Konten Komunitas GNA
  • Layanan Penempatan Siaran Pers GNA
  • Program Magang GNA
  • Pedoman Media Siber
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
© 2021-2025 Green Network Asia