Simpul antara gajah terakhir dan banjir di Sumatera jelas: keduanya adalah akibat dari sistem destruktif yang sama.... Baca Selengkapnya
Pengurangan Risiko Bencana
Untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam berbagai dimensi di tengah polikrisis dan meningkatnya risiko bencana, ada beberapa aspek utama yang perlu ditingkatkan.... Baca Selengkapnya
Tragedi bencana yang terjadi di Sumatera pada penghujung November 2025, dan bencana-bencana lain di berbagai daerah yang terjadi pada masa-masa terdahulu, menunjukkan pentingnya mereformasi manajemen risiko bencana di Indonesia dengan mengarusutamakan solusi berbasis alam (NbS).... Baca Selengkapnya
Masyarakat adat adalah penjaga alam yang paling utama. Lantas, apa yang bisa kita pelajari tentang ketahanan bencana dari seni dan pengetahuan adat?... Baca Selengkapnya
Bencana hidrometeorologi berulang yang terjadi di Pulau Sumatera menggarisbawahi pentingnya memperkuat tata kelola mitigasi risiko bencana sekaligus meningkatkan tanggung jawab serta akuntabilitas dalam mengatasi isu kerusakan lingkungan dan krisis iklim.... Baca Selengkapnya
Peningkatan suhu Bumi memperburuk bahaya iklim dan bencana di kawasan Asia-Pasifik, sehingga perlu tindakan mendesak untuk membangun ketahanan terhadap panas.... Baca Selengkapnya
Fenomena penurunan muka tanah dan krisis air tanah di Pulau Jawa menegaskan pentingnya reformasi tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan, yang dimulai dengan pembenahan sistem manajemen air tanah secara menyeluruh.... Baca Selengkapnya
Pemerintah telah menyederhanakan sekaligus memperluas skema penyelenggaraan perdagangan karbon di Indonesia. Sayangnya, masih terdapat celah dalam implementasinya yang dapat mengaburkan akuntabilitas perusahaan penghasil emisi.... Baca Selengkapnya
Keadilan ekologis dapat menjadi cara pandang baru dalam merespon krisis iklim dan degradasi lingkungan.... Baca Selengkapnya
Kota spons di China adalah contoh bagaimana mengintegrasikan alam ke dalam perencanaan perkotaan mengurangi risiko banjir dan mendukung adaptasi iklim.... Baca Selengkapnya

Menilik Simpul Antara ‘Gajah Terakhir’ dan Banjir di Sumatera
Memperkuat Ketahanan Masyarakat di Tengah Meningkatnya Risiko Bencana
Mengarusutamakan Solusi Berbasis Alam untuk Reformasi Manajemen Risiko Bencana
Memanfaatkan Seni dan Pengetahuan Adat sebagai Instrumen Pengurangan Risiko Bencana
Memperkuat Tata Kelola Mitigasi Risiko Bencana: Pelajaran dari Bencana Hidrometeorologi di Sumatera
Membangun Ketahanan terhadap Panas di Tengah Meningkatnya Risiko di Asia-Pasifik
Mengulik Isu Penurunan Muka Tanah Pesisir Jawa
Menyoal Akuntabilitas dalam Tata Kelola Perdagangan Karbon
Mengupayakan Keadilan Ekologis
Melihat Kota Spons di China sebagai Solusi Berbasis Alam untuk Pengelolaan Air Perkotaan