Mengkaji Aksesi Indonesia Menuju OECD dalam Perspektif Masyarakat Sipil

Pada Juli 2023, pemerintah memulai langkah untuk menjadikan Indonesia anggota OECD sebagai bagian dari ambisi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah menyampaikan beberapa alasan pentingnya menjadi bagian dari “kelompok negara maju” ini.
Pertama, pemerintah memandang bahwa keanggotaan OECD dapat membantu meningkatkan pengelolaan ekonomi dan pembangunan di Indonesia dengan menyesuaikan rencana pembangunan nasional dengan peta jalan aksesi yang ditetapkan oleh OECD.
Kedua, pemerintah menilai bahwa keanggotaan OECD dapat membuka akses lebih luas bagi Indonesia ke pasar global serta sumber daya keuangan internasional.
Ketiga, dengan menjadi anggota OECD, pemerintah berharap Indonesia dapat keluar dari middle income trap dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui investasi asing, transfer teknologi, dan peningkatan sumber daya manusia.
Namun, Indonesia mungkin akan menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan upaya serta sumber daya yang besar untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh OECD.
Lantas, seperti apa potensi dan tantangan yang akan dihadapi apabila Indonesia bergabung menjadi anggota OECD?
Pelajari analisis selengkapnya dalam buku Bunga Rampai “Mengkaji Aksesi Indonesia Menuju OECD dalam Perspektif Masyarakat Sipil” melalui tautan berikut: s.id/INFIDaboutOECD

Terima kasih telah membaca!
Berlangganan GNA Indonesia untuk mendapatkan akses tanpa batas ke semua konten yang didesain khusus untuk membawakan wawasan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Indonesia dan dunia.
Nisa adalah Reporter di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Gadjah Mada. Ia memiliki minat di bidang penelitian, jurnalisme, dan isu-isu seputar hak asasi manusia.