Menilik Risiko Iklim di Australia
Foto: Tony McLachlan di Unsplash.
Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini. Memahami risiko yang ada saat ini dan implikasinya di masa mendatang sangat penting dalam merumuskan strategi mitigasi dan adaptasi. Dalam Penilaian Risiko Iklim Nasional pertamanya, Australia mengidentifikasi risiko iklim prioritas, konsekuensinya, dan tindakan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan iklim.
Risiko Iklim di Australia
Membatasi kenaikan suhu Bumi di bawah 1,5 ºC telah menjadi tujuan global sejak kesepakatan Perjanjian Paris pada tahun 2015. Negara-negara di dunia telah menerapkan berbagai metode untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mulai dari penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara hingga pemanfaatan sumber energi terbarukan. Namun, perubahan iklim tetap tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Tahun 2023 dan 2024 bahkan memecahkan rekor sebagai tahun terpanas yang tercatat secara berturut-turut.
Di tengah risiko yang semakin meningkat, penilaian area prioritas dan implikasinya di masa mendatang menjadi mendesak untuk mengembangkan mekanisme respons. Penilaian Risiko Iklim Nasional Australia, yang diterbitkan pada September 2025, menyoroti 11 bahaya prioritas yang dihadapi negara tersebut yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Salah satu topik utama adalah suhu ekstrem. Laporan tersebut memperkirakan bahwa suhu akan meningkat, terutama di Australia utara dan wilayah gurun. Hari-hari dengan gelombang panas yang parah dan ekstrem diproyeksikan akan berlipat ganda dari empat hingga sembilan hari saat ini di bawah tingkat pemanasan global +2,0 ºC, dan akan meningkat empat kali lipat di bawah tingkat +3,0 ºC. Akibatnya, suhu yang lebih tinggi dan kondisi yang lebih kering akan meningkatkan risiko kebakaran di kawasan hutan.
Kenaikan permukaan air laut juga disorot sebagai risiko iklim yang serius di Australia, yang diproyeksikan akan meningkat sekitar 50 sentimeter pada akhir abad ini. Kenaikan ini akan memicu lebih banyak banjir pesisir serta erosi pantai dan perubahan garis pantai. Laporan tersebut menyatakan bahwa pada tahun 2090, erosi pantai mungkin terjadi 10 kali lebih sering daripada sekarang. Selain itu, terdapat pula ancaman pengasaman laut dan gelombang panas laut, yang sangat merugikan ekosistem laut.
Implikasi Parah
Lebih lanjut, laporan tersebut mengidentifikasi dampak bahaya-bahaya ini terhadap sistem fungsional utama Australia pada rentang waktu saat ini dan masa mendatang. Dari delapan sistem yang tercantum, lingkungan alami serta kesehatan dan dukungan sosial adalah dua aspek yang diproyeksikan akan menghadapi risiko iklim yang parah pada tahun 2050.
Lingkungan alami menanggung beban perubahan iklim dan kemungkinan akan runtuh di masa mendatang jika tekanan meningkat. Pada tahun 2025, Great Barrier Reef mengalami peristiwa pemutihan karang massal keenam akibat pemanasan laut. Peristiwa cuaca ekstrem yang sering terjadi, yang diperparah oleh ancaman lain seperti spesies invasif, dapat semakin menurunkan ketahanan keanekaragaman hayati dan mengurangi layanan ekosistem.
Sementara itu, risiko iklim yang parah akan memberi beban yang lebih berat pada sistem layanan kesehatan. Gelombang panas yang berkepanjangan dan ekstrem dapat menyebabkan lebih banyak kematian terkait panas, dan peningkatan suhu dapat memicu lebih banyak penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti demam berdarah. Selain itu, kebakaran hutan yang lebih sering akan memperburuk polusi udara, yang secara signifikan memengaruhi kesehatan manusia dan planet ini.
Beradaptasi dengan Krisis
Bersamaan dengan penilaian risiko iklim, pemerintah Australia juga telah menerbitkan Rencana Adaptasi Nasional yang menetapkan strategi pemerintah dalam menanggapi risiko-risiko yang teridentifikasi. Pemerintah Australia menyatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pendekatan yang terarah, berbasis bukti, dan kolaboratif.
Dalam rencana adaptasi ini, pemerintah Australia juga menyoroti beberapa strategi dan rencana nasional prioritas yang relevan dengan penanganan risiko iklim. Di antaranya adalah Rencana Aksi Spesies Terancam 2022–2032, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan spesies terancam; dan Strategi Kesehatan dan Iklim Nasional, yang bertujuan untuk mengatasi dampak kesehatan dari perubahan iklim. Kerja sama pemerintah di semua tingkatan dan partisipasi dari dunia usaha dan masyarakat sipil akan menjadi langkah krusial untuk memajukan rencana adaptasi Australia dalam memitigasi risiko iklim, baik saat ini maupun pada masa mendatang.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Inflasi Harga Pangan: Hampir Separuh Warga Indonesia Tak Mampu Menjangkau Pola Makan Sehat
Integrasi Praktik Adat dalam Penanganan Gelombang Panas di Australia
Menetapkan Standar Nutrisi Berbasis Bukti untuk Atasi Keracunan MBG yang Berulang
Menilik Isu Kekurangan Bidan di Tingkat Global
Membiarkan Hutan Pulih Sendiri sebagai Pendekatan yang Lebih Hemat Biaya
Membingkai Ulang Tata Kelola di Era Kebangkrutan Air