Kontaminasi PFAS di Amerika Serikat dan Desakan Petani ke Pemerintah
Foto: Kelsey Todd di Unsplash.
Ancaman baru terhadap pasokan pangan dan air muncul di lahan-lahan pertanian Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, bahan kimia berbahaya yang dikenal sebagai per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS) teridentifikasi di ratusan lahan pertanian. Kondisi ini tidak hanya memukul petani dan mata pencaharian mereka, tetapi juga membahayakan kesehatan konsumen. Karena itu, pemerintah negara bagian dan federal didesak untuk segera bertindak guna mengendalikan kontaminasi PFAS dan melindungi pasokan pangan serta air.
Sifat Beracun “Bahan Kimia Abadi”
PFAS merupakan kelompok lebih dari 10.000 senyawa kimia berbeda yang dibuat secara sintetis melalui ikatan karbon dan fluor. Kekuatan ikatan karbon–fluor membuat senyawa ini tidak mudah terurai atau terdegradasi, sehingga PFAS dijuluki sebagai “bahan kimia abadi” (forever chemicals).
PFAS dikembangkan pada 1930-an dan mulai dikomersialisasikan pada 1950-an. Ketahanannya terhadap air, minyak, lemak, dan panas membuatnya digunakan secara luas dalam berbagai produk, seperti peralatan masak, kemasan, pakaian, dan kosmetik.
Riset menunjukkan bahwa PFAS memiliki dampak yang sangat merugikan bagi manusia. Paparan pada tingkat tertentu dapat menyebabkan gangguan perkembangan pada anak, risiko kesehatan reproduksi pada perempuan, peningkatan risiko kanker, gangguan hormonal, serta penurunan imunitas. Selain itu, studi terhadap kadar PFAS dalam darah menunjukkan bahwa sekitar 95 persen warga Amerika terpapar bahan kimia ini dalam tubuh mereka.
Kontaminasi PFAS dalam Sektor Pertanian
PFAS memiliki dampak yang sangat besar pada sektor pertanian. Selama beberapa dekade, instalasi pengolahan air limbah di Amerika Serikat memproses limbah yang mengandung PFAS dari sumber industri maupun rumah tangga. Dari proses tersebut dihasilkan lumpur limbah sebagai residu. Lumpur ini kemudian diolah dan dijual sebagai “biosolid”, yang kerap dipasarkan kepada petani sebagai pupuk yang murah dan aman.
Kandungan dalam biosolid tersebut disebarkan ke tanah, lalu masuk ke tanaman pangan, hewan ternak, dan manusia. PFAS kini diidentifikasi sebagai kontaminan besar di tanah yang memengaruhi hampir 70 juta hektare lahan pertanian di seluruh Amerika Serikat.
Negara bagian Maine dan Michigan termasuk yang paling terdampak. Maine menjadi negara bagian pertama yang mengidentifikasi masalah ini, dengan lebih dari 100 pertanian terkontaminasi PFAS hingga Januari 2026. Akibatnya, para petani terpaksa menutup usaha atau mengurangi skala produksi secara drastis. Mereka juga harus mengeluarkan biaya besar untuk membersihkan lahan, bahkan melakukan eutanasia pada ternak.
Sementara itu di Michigan, tingginya tingkat pencemaran air mempercepat kerusakan lahan pertanian. Beberapa pertanian mencatat tingkat kontaminasi PFAS lebih dari 2.000 kali lipat di atas ambang batas aman yang ditetapkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan.
Di kalangan keluarga petani turun-temurun, banyak di antara mereka telah menggunakan biosolid berbahaya tersebut selama puluhan tahun sebelum dampaknya diketahui. Mereka mempercayai perusahaan pemasok biosolid, yang sebagian besar produknya tidak pernah diuji secara memadai.
Intervensi Pemerintah
Meluasnya kontaminasi PFAS mendorong pemerintah negara bagian untuk turun tangan. Maine menjadi negara bagian pertama yang melarang penggunaan, penjualan, dan distribusi biosolid pada 2022.
Negara bagian ini juga membentuk PFAS Fund untuk mendukung petani yang tanah atau sumber airnya telah terkontaminasi. Dana tersebut digunakan untuk memberikan hibah riset serta bantuan finansial seperti pinjaman dan dana pemulihan. Selain itu, dana ini juga dipakai untuk membeli lahan pertanian yang telah terkontaminasi, yang kemudian dimanfaatkan untuk menanam tanaman dengan daya serap PFAS lebih rendah; pendapatan dari lahan tersebut dikembalikan ke dalam dana. Hingga kini, dana tersebut telah menyalurkan 6 juta dolar AS dari total alokasi 60 juta dolar AS.
Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Maine (Maine CDC) menyediakan dukungan kesehatan bagi warga dengan kadar PFAS tinggi dalam tubuh dan menurunkan ambang batas PFAS dalam air minum di Maine. Pemerintah negara bagian, bersama pihak ketiga, juga mengembangkan peta dan basis data untuk membantu petani melacak penggunaan biosolid.
Di Michigan, peta interaktif digunakan untuk menyediakan informasi mengenai tingkat kontaminasi PFAS di badan air, sehingga membantu nelayan dan konsumen ikan. Michigan juga melakukan pengujian luas di lahan pertanian serta membentuk berbagai inisiatif berkelanjutan untuk memantau dan mengurangi sumber PFAS. Selain itu, Michigan menjadi negara bagian pertama yang membentuk organisasi lintas lembaga, yaitu Michigan PFAS Action Response Team.
Masih Banyak PR
Skala kontaminasi PFAS di lahan pertanian Amerika Serikat sangat besar, namun kemajuan dalam penanganannya masih tersendat.
Negara bagian besar seperti California, yang juga sangat bergantung pada sektor pertanian, masih menghadapi tingginya penggunaan pestisida yang mengandung PFAS serta lemahnya regulasi, sementara sejumlah rancangan undang-undang yang berpotensi membantu justru diveto. Di tingkat federal, pemangkasan pendanaan riset PFAS sebesar 15 juta dolar AS juga terjadi. Dalam situasi ini, para pemangku kepentingan di sektor pertanian bahkan telah menyusun rekomendasi kebijakan federal untuk mengatasi kontaminasi bahan kimia berbahaya tersebut.
Namun, sekalipun organisasi pertanian, lembaga akademik, dan perusahaan riset berupaya melakukan pemulihan, kemajuan akan tetap terbatas tanpa intervensi pemerintah negara bagian dan federal. Intervensi yang dibutuhkan mencakup pemberian bantuan bagi petani terdampak, pendanaan untuk pengujian dan remediasi, serta pelarangan penggunaan biosolid yang terkontaminasi PFAS. Upaya mitigasi, seperti penggunaan biochar untuk menyerap dan menstabilkan PFAS, juga layak dikaji lebih lanjut.
Pada akhirnya, diperlukan koordinasi antara pemerintah federal dan negara bagian, petani, serta organisasi riset untuk mendorong perubahan berskala luas, bukan hanya untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, tetapi juga untuk mencegah dampak yang lebih besar di masa depan.
Penerjemah:Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Bagaimana Program PLTS 100 GW dapat Mendukung Ketahanan Energi
Mengatasi Kemiskinan Waktu di Tengah Meningkatnya Isu Kesehatan Mental
Kemunduran Besar dalam Pencapaian SDGs di Asia Pasifik
Penguatan Tata Kelola Data Geospasial untuk Mendukung Pembangunan
Menelusuri Dampak Olimpiade terhadap Lingkungan
Mewujudkan Sanitasi Layak dan Berketahanan Iklim