Penurunan Populasi Gajah Afrika dan Dampaknya terhadap Ekosistem
Foto: Josie Weiss di Unsplash.
Berbagai makhluk hidup di Bumi hidup saling berdampingan satu sama lain. Di Afrika, misalnya, gajah memiliki peran penting dalam membentuk habitat dan mendorong pertumbuhan tanaman. Namun, seiring berkurangnya populasi gajah Afrika, bagaimana dampaknya terhadap kesehatan ekosistem?
Nasib Gajah Afrika, Sang Insinyur Ekosistem
Gajah Afrika menjelajahi 37 negara di seluruh Afrika. Mamalia raksasa ini dikenal dengan julukan insinyur ekosistem, membantu membentuk habitat yang mereka huni untuk mendukung kehidupan hewan dan tumbuhan lainnya.
Misalnya, ketika mendorong pohon saat bergerak, gajah-gajah ini membantu menciptakan habitat baru bagi hewan yang lebih kecil. Selain itu, mereka juga membantu penyebaran benih tanaman dengan memakan buah-buahan dan mengeluarkan kotoran. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gajah sabana Afrika dapat mengangkut benih sejauh 65 kilometer, menggarisbawahi peran penting mereka dalam menjaga ekosistem.
Namun, data dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menunjukkan penurunan populasi gajah Afrika yang signifikan pada tahun 2021. Populasi gajah hutan Afrika menurun sebesar 86% dalam 31 tahun, sementara populasi gajah sabana Afrika menurun setidaknya 60% dalam rentang lima dekade. Perburuan liar yang berlebihan untuk diambil gadingnya merupakan alasan terbesar di balik penurunan ini. Selain itu, alih fungsi lahan untuk pertanian juga merupakan ancaman yang signifikan.
Populasi Pohon yang Menurun
Absennya gajah Afrika berarti ada mata rantai kunci yang hilang, sehingga membuat ekosistem tidak baik-baik saja. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Science Advances menemukan bahwa populasi gajah Afrika yang semakin berkurang telah menyebabkan penurunan populasi pohon eboni Afrika di Kamerun.
Eboni ini merupakan komoditas penting bagi masyarakat setempat. Pohon ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk pangan, obat-obatan, dan bahan bangunan, menyoroti peran eboni dalam mendorong pembangunan sosial-ekonomi. Pada saat yang sama, pohon ini ditetapkan sebagai spesies rentan menurut kriteria Daftar Merah IUCN.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa regenerasi, populasi, dan aliran gen eboni menurun di daerah-daerah tanpa gajah Afrika, yang mencakup 65% dari wilayah distribusi pohon tersebut. Lebih lanjut, penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa pohon eboni di daerah tersebut bergantung pada gajah untuk menyebarkan bijinya, di mana kotoran gajah meningkatkan kelangsungan hidup biji dan proses perkecambahan lebih efektif daripada hewan lain, seperti hewan pengerat dan monyet. Buah eboni busuk yang ditemukan di daerah tanpa gajah menunjukkan kemungkinan yang lebih kecil untuk bertahan hidup dan berkecambah dibandingkan dengan biji yang disebarkan.
Mengakhiri Aktivitas Merusak
Manusia bergantung pada alam untuk bertahan hidup, yang berarti bahwa setiap aktivitas yang merusak alam pada akhirnya akan berdampak kepada kita juga. Oleh karena itu, menghentikan perburuan dan perdagangan satwa liar ilegal yang merajalela merupakan bagian integral dari upaya melindungi populasi gajah Afrika, dan pada gilirannya juga pohon eboni yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Koneksi antara manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan hidup menggambarkan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis. Ini berarti kita harus mengakhiri praktik eksploitatif demi keuntungan ekonomi dan mengalihkan fokus untuk menegakkan hak, perlindungan, dan konservasi makhluk hidup lainnya di Bumi.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Mahkamah Agung India Tetapkan Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi sebagai Hak Dasar
Asa Baru Perluasan Perlindungan: Penyakit Kronis Bisa Masuk Kategori Disabilitas
Dampak Polusi Limbah Elektronik terhadap Kesehatan Hewan dan Manusia
Pelajaran dari Selat Hormuz untuk Indonesia: Kita Tak Bisa Berleha-leha Soal Kedaulatan Energi
Meningkatkan Peran Sektor Swasta dalam Atasi Ancaman Krisis Fertilitas
Bagaimana Afrika Mencapai Rekor Lonjakan Energi Surya