Rencana Energi Lokal Inggris untuk Mendukung Pengembangan Energi Komunitas
Foto: Kindel Media di Pexels.
Dunia terus mengupayakan cara-cara berkelanjutan dalam menghasilkan listrik seiring meningkatnya suhu Bumi. Energi angin, surya, air, dan berbagai solusi energi terbarukan lainnya semakin berkembang, namun sebagian besar populasi global masih menghadapi hambatan dalam mengakses manfaat tersebut. Terkait hal ini, energi komunitas menawarkan cara untuk meningkatkan aksesibilitas, keterjangkauan, dan fleksibilitas proyek energi terbarukan.
Pertumbuhan dan Hambatan
Energi terbarukan semakin mendapatkan tempat secara global. Analisis lembaga penelitian Ember Energy menunjukkan bahwa pada pertengahan 2025, pembangkitan listrik dari energi terbarukan (5.072 TWh) melampaui batu bara (4.896 TWh), dengan tenaga surya mencatat pertumbuhan paling pesat. Pertumbuhan energi surya dan angin juga melampaui pertumbuhan permintaan listrik pada periode tersebut.
Namun, pertumbuhan tidak hanya tentang angka, melainkan juga akses. Banyak komunitas di berbagai belahan dunia masih belum memiliki akses terhadap listrik yang terjangkau dan andal. Sebagian besar terpaksa menggunakan bahan bakar fosil atau menciptakan solusi darurat, yang emisinya berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.
Terkait hal ini, energi komunitas menawarkan solusi dengan mempertimbangkan persoalan integrasi energi terbarukan dan aksesibilitas. Energi komunitas merujuk pada partisipasi ekonomi dan operasional, dan/atau kepemilikan warga, dalam proyek energi, alih-alih model kepemilikan tunggal yang bersifat top-down oleh pemerintah atau entitas bisnis. Mekanisme ini membantu memastikan bahwa manfaat energi terbarukan dapat dibagikan secara lebih luas dan adil di antara anggota masyarakat.
Rencana Energi Lokal Inggris
Program energi komunitas telah hadir di berbagai negara dalam beragam bentuk. Di Pegunungan Alpen Italia, komunitas Magliano Alpi membangun sistem fotovoltaik bersama di atap balai kota dan fasilitas komunitas lainnya. Mereka juga mengembangkan perangkat untuk memprediksi produksi dan kebutuhan energi. Sementara itu, setidaknya terdapat satu proyek surya komunitas di 44 negara bagian Amerika Serikat yang didukung pendanaan federal dan negara bagian.
Pada Februari 2026, pemerintah Inggris mengikuti langkah tersebut. Departemen Keamanan Energi & Net Zero bersama Great British Energy mengumumkan Rencana Energi Lokal dengan investasi hingga 1 miliar poundsterling untuk energi komunitas di seluruh negeri. Program ini bertujuan memastikan setiap komunitas di Inggris memiliki kesempatan untuk memiliki proyek energi lokal pada 2030.
Gagasan ini bukanlah hal baru, karena Inggris telah memiliki beberapa contoh energi komunitas sebelumnya. Salah satunya di Wales, ketika Cambrian Village Trust mendirikan pembangkit mikrohidro untuk menyuplai listrik ke sebuah kafe komunitas. Kafe tersebut kemudian menjadi pusat aktivitas berbagai kelompok lokal.
Pendanaan dan Dukungan Lainnya
Secara keseluruhan, rencana ini diharapkan dapat menurunkan tagihan energi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi lokal. Pada saat yang sama, program ini juga ditargetkan mampu menghasilkan keuntungan dan menciptakan lapangan kerja bagi komunitas. Pada Februari 2026, Great British Energy mengadakan proses konsultasi dengan mengundang komunitas dan pemerintah daerah untuk menyatakan minat atau mengajukan gagasan proyek guna menilai kesiapan serta kebutuhan mereka.
Meski demikian, proyek semacam ini membutuhkan faktor pendukung lain di luar pendanaan. Pemberdayaan komunitas lokal sebagai pelaksana utama tetap menjadi prioritas.
“Kita harus melampaui skema hibah jangka pendek untuk infrastruktur fisik, seperti pompa panas atau panel surya, dan menyediakan pendanaan jangka panjang bagi orang-orang di baliknya. Tanpa dukungan yang stabil, pengetahuan lokal yang sangat penting akan hilang setiap kali kontrak berakhir,” tulis Dr. Luke Gooding, peneliti dari University of York.
Penerjemah:Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Mengintegrasikan Panas Perkotaan dalam Sistem Penanggulangan Bencana
Krisis Iklim dan Munculnya Gelombang Penyakit di Wilayah Pesisir Utara Bali dan Pangkep
Berubahnya Kondisi Hutan Dunia dan Dampaknya terhadap Keanekaragaman Hayati serta Ketahanan Ekosistem
Kematian dan Bunuh Diri Anak sebagai Isu Struktural: Kurangnya Pemenuhan Hak Anak
Mengatasi Kesenjangan yang Dihadapi Perempuan di Bidang STEM
Finding Harmony: Pencarian Harmoni dengan Alam di Benak Sang Raja