UU KUHAP 2025 memantik kekhawatiran tentang meningkatnya potensi kriminalisasi terhadap masyarakat pejuang lingkungan dan memberi peluang bagi korporasi yang merusak lingkungan untuk menghindari pertanggungjawaban.... Baca Selengkapnya
Sungai
Tragedi bencana yang terjadi di Sumatera pada penghujung November 2025, dan bencana-bencana lain di berbagai daerah yang terjadi pada masa-masa terdahulu, menunjukkan pentingnya mereformasi manajemen risiko bencana di Indonesia dengan mengarusutamakan solusi berbasis alam (NbS).... Baca Selengkapnya
Bencana hidrometeorologi berulang yang terjadi di Pulau Sumatera menggarisbawahi pentingnya memperkuat tata kelola mitigasi risiko bencana sekaligus meningkatkan tanggung jawab serta akuntabilitas dalam mengatasi isu kerusakan lingkungan dan krisis iklim.... Baca Selengkapnya
Sungai adalah jantung kehidupan. Sayangnya, menurunnya kadar oksigen di sungai menciptakan zona mati dan mengancam kemampuannya untuk menopang kehidupan.... Baca Selengkapnya
Konflik antara harimau sumatera dengan manusia yang kerap berulang membutuhkan solusi yang menyentuh akar persoalan.... Baca Selengkapnya
Perubahan iklim dan aktivitas pertambangan mengancam sumber air di Mongolia. Terkait hal ini, Ongi River Movement berupaya melindungi alam dan mata pencaharian masyarakat.... Baca Selengkapnya
Di tengah perubahan iklim dan dinamika kekuatan yang timpang, penguatan tata kelola air lintas batas sangat penting bagi keberlanjutan Sungai Mekong.... Baca Selengkapnya
Menyusutnya Laut Kaspia akan berdampak signifikan terhadap keanekaragaman hayati dan masyarakat sekitar.... Baca Selengkapnya
Sebuah laporan menunjukkan bagaimana perluasan tambang di Pulau Jawa kian mengancam ruang hidup masyarakat dan kelestarian alam. Lantas, apa yang semestinya dilakukan?... Baca Selengkapnya
Di tengah isu kerusakan lingkungan akibat eksploitasi berlebih dan tidak bertanggung jawab, muncul satu gagasan yang mengajak kita untuk bergerak melampaui emansipasi antroposentris, yakni ekosipasi.... Baca Selengkapnya

UU KUHAP 2025 dan Jalan Mundur Perlindungan Lingkungan
Mengarusutamakan Solusi Berbasis Alam untuk Reformasi Manajemen Risiko Bencana
Memperkuat Tata Kelola Mitigasi Risiko Bencana: Pelajaran dari Bencana Hidrometeorologi di Sumatera
Menurunnya Kadar Oksigen Sungai-Sungai di Dunia
Mengulik Akar Masalah Konflik Harimau Sumatera dengan Manusia di Lampung
Bagaimana Ongi River Movement di Mongolia Melindungi Manusia dan Lingkungan
Kekuatan yang Timpang dan Meningkatnya Tekanan: Menilik Tata Kelola Air Lintas Batas di Sungai Mekong
Bagaimana Laut Kaspia Menyusut Akibat Tekanan Perubahan Iklim
Dampak Ekologis dan Sosial dari Perluasan Tambang di Pulau Jawa
Ekosipasi: Gagasan Emansipasi Ekologi untuk Menyelamatkan Alam