Consumed adalah sebuah pengingat keras bahwa plastik adalah sebuah pilihan desain, bukan sebuah keniscayaan takdir. Saat kita merobek saset plastik berikutnya, kita harus sadar bahwa itu bukan sekadar sampah; itu adalah bagian dari masa depan yang sedang kita kotori.... Baca Selengkapnya
Resensi Buku
Buku ini mengajak kita untuk tidak menyerah pada kebuntuan politik dan keputusasaan sosial, untuk berani membayangkan bahwa cara kita mengatur dunia saat ini bukanlah satu-satunya cara yang ada.... Baca Selengkapnya
Buku ini adalah upaya untuk menjawab pertanyaan seorang anak sebelas tahun kepada ayahnya yang merupakan CEO sebuah perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan positif: "Papa, apa perusahaanmu membantu menyelamatkan Bumi atau malah merusaknya?"... Baca Selengkapnya
Pesan buku ini bisa dibaca sebagai sebuah teguran kasih sayang yang ditulis Singer dengan keras: kita harus menyembuhkan hubungan kita dengan Bumi, sesegera mungkin, atau kita akan mati bersama luka-lukanya.... Baca Selengkapnya
Dirtbag Billionaire adalah studi kasus tentang kepemimpinan berbasis nilai yang ekstrem dalam bisnis modern.... Baca Selengkapnya
The Age of Extraction adalah bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana ekonomi digital saat ini lebih dari sekadar soal hype atas teknologi. Ia adalah soal kekuasaan ekonomi yang mengubah struktur sosial dan politik.... Baca Selengkapnya
Grunwald mengingatkan bahwa setiap hektare sawah, hutan, dan laut dari mana makanan kita berasal adalah sakral. Prinsip every acre is sacred patut menjadi etika baru bagi sistem pangan kita.... Baca Selengkapnya

Mungkinkah Kita Melepaskan Diri dari Jeratan Sampah Plastik?
Mendengarkan Wisik dari Bukit Pnyx: Meretas Jalan Demokratis di Tengah Polikrisis
Obat Manjur bagi Kegelisahan Para CEO
Tubuh yang Sakit di Bumi yang Sekarat: Sebuah Refleksi atas Antropologi Kesehatan Planet
(Bukan Sekadar Kisah) Miliarder yang Mewakafkan Seluruh Hartanya bagi Bumi
Bisakah Kita Melawan Pemerasan oleh Perusahaan Teknologi?
Bagaimana Memberi Makan Sembilan Miliar Orang Sembari Mendinginkan Langit?