Hibah Data Digital Naskah Kuno untuk Perluas Akses Pengetahuan
Foto: Freepik.
Selama berabad-abad, manusia telah mengabadikan berbagai bentuk nilai, pengetahuan dan pengalaman ke dalam manuskrip. Hal ini dilakukan agar budaya, penemuan ilmiah, dan ide-ide filosofis dapat bertahan melewati zaman. Namun sayangnya, naskah kuno seringkali sulit diakses dan dipelajari karena keterbatasan jangkauan penyampaian. Oleh karena itu, meningkatkan upaya digitalisasi naskah kuno menjadi penting agar semakin banyak orang yang memahami dan memanfaatkan pengetahuan berharga darinya.
Terkait hal ini, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah melalui proyek Digital Repository Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) memberikan hibah data digital naskah kuno Nusantara kepada Perpustakaan Nasional. Hibah ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kepedulian terhadap naskah kuno, serta memperluas manfaat pengetahuan dalam naskah kuno bagi masyarakat.
Keterbatasan Akses Naskah Kuno
Akses ke naskah kuno masih sangat terbatas. Salah satunya disebabkan oleh ketersediaan naskah kuno yang tidak mudah diakses karena tersebar di banyak tempat. Di Indonesia, terdapat sekitar 82 ribu manuskrip kuno yang tersebar di berbagai tempat, namun yang telah terdokumentasikan di Perpusnas baru sekitar 12 ribu. Selebihnya, dari 70 ribu naskah yang masih tercecer, baru sekitar 6 ribu yang telah diolah ke dalam bentuk digital.
Berdasarkan hasil penelusuran naskah kuno di Indonesia oleh Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dan Centre for the Study of Manuscript Cultures (CSMC) Universitas Hamburg, banyak manuskrip kuno yang berada di tangan perorangan. Dalam rentang tahun 2015-2018, Perpustakaan Nasional telah melakukan pemetaan kondisi koleksi naskah ke beberapa daerah, meliputi Bali, Riau, Pamekasan, Jambi, Aceh, Lombok, Garut dan Pontianak. Hasilnya menunjukan kondisi naskah di daerah-daerah tersebut sangat memprihatinkan dan hampir 68% diantaranya mengalami kerusakan.
Hibah Data Digital Naskah Kuno
Selama tujuh tahun sejak 2017, PPIM UIN Jakarta bekerja sama dengan Center for the Study of Manuscript Cultures (CSMC) Universität Hamburg, Jerman dan Arcadia Fund telah menyelamatkan lebih dari 8.000 naskah kuno di seluruh penjuru Asia Tenggara melalui proyek DREAMSEA. .
Dalam acara bertajuk “Kerja Bersama Pengarusutamaan Naskah Nusantara” pada 7 Agustus 2024, DREAMSEA memberikan hibah data digital Naskah Kuno Nusantara ke Pemerintah Indonesia melalui Perpustakaan Nasional. Hibah disampaikan dalam bentuk salinan file yang terdiri dari 571.584 citra foto beresolusi tinggi dan 8.470 metadata terstruktur.
Pemberian hibah ini bertujuan agar naskah-naskah kuno dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat. Principal Investigator DREAMSEA, Oman Fathurahman, mengatakan “Secara umum paradigma program pelestarian manuskrip harus diubah. Seringkali kita berjalan sendiri-sendiri, baik pemerintah maupun masyarakat. Mulai saat ini, mau tidak mau harus menggalakkan kerjasama dengan berbagai kalangan dan tidak bersifat parsial.”
Digitalisasi Naskah Kuno
Naskah kuno memiliki nilai penting bagi kehidupan, memungkinkan kita untuk memahami dan menghargai budaya, sejarah, dan pemikiran di masa lalu yang berharga dan relevan untuk mengatasi berbagai masalah mendesak yang kita hadapi saat ini dan tantangan di masa depan. Oleh karena itu, digitalisasi naskah kuno menjadi sangat penting karena memungkinkan akses yang lebih luas dan inklusif terhadap pengetahuan berharga.
Dengan digitalisasi naskah kuno, kita tidak hanya melestarikan informasi untuk generasi mendatang, tetapi juga mempermudah penelitian, pendidikan, dan pelestarian budaya. Digitalisasi memungkinkan naskah kuno diakses oleh peneliti, pelajar, dan masyarakat umum di seluruh dunia, menghapus batasan geografis dan fisik yang sebelumnya menghambat akses. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan terkait perlu bekerja sama memperluas cakupan digitalisasi naskah kuno dan mempromosikan penggunaannya sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan berbagai keperluan lain yang bermanfaat.
Editor: Abul Muamar

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan