Meningkatkan Kualitas Kesehatan Difabel di Lamongan melalui Program TAS MANTRI
Foto: Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Orang-orang dengan disabilitas (difabel), baik fisik, intelektual, maupun mental, seringkali membutuhkan pendamping (caregiver) dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Namun, di banyak tempat, jumlah pendamping yang berasal dari tenaga kesehatan seringkali terbatas. Terkait hal tersebut, pemerintah Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meluncurkan program TAS MANTRI yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan difabel dengan mengembangkan kapasitas keluarga mereka untuk menjadi family caregiver.
Mengenal Konsep Family Caregiver
Family caregiver adalah pendamping atau pengasuh informal yang dapat terdiri dari anggota keluarga, teman, tetangga, maupun kerabat dekat lain, yang merawat orang yang memiliki penyakit akut atau kronik dan membutuhkan bantuan untuk melakukan beberapa aktivitas seperti membersihkan diri, mengenakan pakaian, hingga keperluan pengobatan. Peran family caregiver sangat dibutuhkan dalam berbagai kondisi, misalnya pada pasien yang memiliki keterbatasan fisik permanen dan tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit, sehingga bisa pulang dan melakukan rawat jalan.
Meski sering dianggap remeh, peran family caregiver sebenarnya cukup berat. Deskripsi peran family caregiver seringkali tidak menjelaskan mengenai keadaan rumit yang dihadapi dalam memberikan perawatan pada pasien, misalnya penolakan konsumsi obat, keterbatasan finansial, lamanya waktu yang diluangkan untuk memberi perawatan, hingga keadaan darurat yang berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien.
Sayangnya, family caregiver seringkali masih mengalami ketidaksiapan dalam memberikan perawatan bagi pasien, yang disebabkan karena masih kurangnya pemahaman mengenai bagaimana merawat pasien dengan baik serta belum menerima arahan yang cukup dari tenaga kesehatan. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya kualitas perawatan kesehatan yang diterima oleh pasien, maupun menurunnya kualitas kesehatan family caregiver itu sendiri.
Program TAS MANTRI
Pada periode tahun 2020 hingga 2021, di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, terdapat 110 pasien rawat jalan dengan keterbatasan aktivitas yang memerlukan perawatan dan merupakan bagian dari program Home Care Services (HCS). Dari 110 pasien tersebut, 30 orang di antaranya merupakan difabel fisik. Sayangnya, dari 110 pasien yang seluruhnya membutuhkan family caregiver tersebut, belum pernah dilakukan pelatihan untuk mendampingi family caregiver dalam memberikan perawatan pada pasien. Keadaan tersebut diperparah dengan kondisi rumah pasien yang tersebar di 19 desa yang cukup jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), serta adanya bencana banjir, menyebabkan akses pasien terhadap pelayanan kesehatan semakin menurun.
Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah setempat memperkenalkan program TAS MANTRI, yang merupakan program pelatihan bagi family caregiver di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, agar memiliki kapasitas yang cukup sehingga mampu memberikan perawatan yang baik bagi pasien rawat jalan. Ide utama program ini adalah memberdayakan keluarga atau tetangga terdekat sebagai caregiver, sehingga melibatkan secara langsung masyarakat dalam meningkatkan kualitas perawatan kesehatan difabel maupun pasien lainnya. Dalam praktiknya, TAS MANTRI melibatkan berbagai pihak, seperti keluarga pendamping difabel, aparatur desa, tokoh pemuda, tenaga kesehatan Puskesmas Turi, tenaga kesehatan desa, hingga Bhabinkamtibmas desa.
Family caregiver akan diberikan pelatihan setiap satu tahun sekali, serta dibekali peralatan kesehatan yang dibeli dengan dana desa. Dalam prosesnya, peran family caregiver akan dipantau oleh bidan desa, yang akan mengadakan pertemuan dengan aparatur desa untuk memantau kemajuan program. Selain itu, setiap family caregiver diundang dalam sebuah grup pada aplikasi Whatsapp, dengan tujuan memudahkan komunikasi antara family caregiver dengan tenaga kesehatan.
Hingga tahun 2021, dari total 110 family caregiver, 70 di antaranya telah mendapatkan pelatihan rutin melalui program TAS MANTRI. Survei Kepuasan Masyarakat menunjukkan hasil kepuasan terhadap keterampilan caregiver sebesar 73% dan kepuasan terhadap keterampilan caregiver sebesar 64%.
Peran Semua Pihak
Melibatkan masyarakat merupakan suatu langkah penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan difabel. Namun, demi mencapai keadilan akses bagi masyarakat secara umum terhadap kesehatan, diperlukan upaya serius dari semua pihak. Sebagai langkah awal, pemerintah dapat meningkatkan akses fasyankes di daerah-daerah terpencil yang belum memiliki. Peningkatan kualitas tenaga kesehatan serta kemudahan finansial merupakan hal lanjutan yang mesti diperbaiki.
Editor: Abul Muamar
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Merenungi Konsekuensi di Balik Beladiri ala Humanoid: Pelajaran dari Degrees of Freedom Karya Tom Williams
Memperkuat Penanggulangan Campak di Indonesia
Gambut di Cekungan Kongo Mulai Lepaskan Karbon Purba
Pemerintah Tetapkan Larangan Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah Usia 16 Tahun
Pergeseran Aktivisme Iklim Kaum Muda di Berbagai Negara
Mahkamah Agung India Tetapkan Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi sebagai Hak Dasar