Pertanian Gandum Regeneratif untuk Produksi yang Lebih Berkelanjutan
Foto: Heiko Janowski di Unsplash.
Ekspansi industri telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Di sektor produksi pangan, perusahaan-perusahaan besar turut berperan dalam ekspansi pertanian besar-besaran untuk memenuhi pasokan bahan pangan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan-perusahaan besar yang bergantung pada sektor pertanian untuk menciptakan metode produksi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, salah satunya melalui pertanian gandum regeneratif.
Biaya Produksi Gandum
Pertanian turut menyebabkan perubahan iklim dengan menyumbang 11% emisi gas rumah kaca global. Sebaliknya, sektor ini juga terdampak oleh perubahan iklim. Produk pertanian dengan permintaan tinggi seperti gandum, kedelai, dan susu memerlukan sumber daya yang konstan dan ekspansi yang terus menerus.
Gandum digunakan untuk membuat berbagai produk seperti mi, biskuit, dan roti. Gandum juga menjadi makanan pokok di berbagai belahan dunia. Pertanian gandum menempati lahan terluas di antara perkebunan pertanian, mencakup sekitar 220 juta hektare secara global, hampir seluas Greenland.
Selain alih fungsi lahan, pertanian gandum juga punya dampak lingkungan yang serius. Penelitian menunjukkan bahwa dampak lingkungan terbesar dari sepotong roti berasal dari penggunaan pupuk dalam pertanian gandum. Pupuk yang mengandung nitrogen dan fosfor ini dapat mencemari lingkungan jika digunakan secara berlebihan. Jika pupuk tersebut masuk ke saluran air, maka dapat mencemari sumber air, membahayakan kesehatan manusia, dan menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan sehingga menyebabkan zona mati pada ekosistem perairan.
Pertanian Gandum Regeneratif
Untuk mewujudkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, diperlukan program yang membantu pemasok meminimalkan kerusakan lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan. Praktik pertanian regeneratif dalam pertanian gandum dimaksudkan untuk meminimalkan dampak buruk dari praktik pertanian dan menciptakan rantai produksi yang lebih berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah program pertanian regeneratif yang dilakukan Grupo Bimbo, sebuah perusahaan pangan global berbasis di Meksiko yang memproduksi berbagai produk berbahan dasar gandum.
Untuk mengimplementasikannya, perusahaan ini mengembangkan proyek dengan strategi yang didiskusikan dengan petani. Kemudian, para petani dilatih melalui jaringan petani untuk mencapai tujuan lingkungan yang mendorong ketahanan sistem pangan. Intinya, perusahaan ini menyalurkan pengetahuan kepada petani pemasok untuk menerapkan program pertanian regeneratif.
Praktik-praktik ini, dengan kesepakatan bersama di antara para petani, telah melibatkan lebih dari 170.000 hektare lahan dalam program pertanian regeneratif. Praktik ini mengurangi degradasi lahan dan bertujuan untuk menciptakan sistem produksi pertanian yang lebih berkelanjutan dengan menekankan tanggung jawab dan transparansi.
Tanggung Jawab Perusahaan dalam Mengurangi Kerusakan Lingkungan
Perusahaan global punya tanggung jawab besar untuk meminimalkan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh produksi massal mereka. Oleh karena itu, program yang menekankan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan sangatlah penting. Mereplikasi program-program tersebut, yang disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan tanaman yang berbeda atau tantangan lokal di berbagai wilayah, dapat membantu mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh produksi pertanian skala besar.
Selain itu, dukungan pemerintah juga sangat penting. Pemerintah dapat mendorong program pertanian berkelanjutan dengan memastikan kebijakan dan sumber daya yang mendukung. Petani, pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya dapat bekerja sama untuk menciptakan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan memperkuat sistem pangan.
Editor: Kresentia Madina
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan