Bagaimana Upaya China dalam Meningkatkan Layanan Kesehatan di Tingkat Daerah
Foto: Arawark chen di Unsplash.
Setiap orang berhak mengakses layanan kesehatan berkualitas. Namun, masih banyak yang belum mendapatkannya, terutama di daerah terpencil dan pedesaan. Kesenjangan ini juga terjadi di China, saat negara tersebut memiliki salah satu sistem layanan kesehatan terbesar di dunia. Lantas, bagaimana mengatasi kesenjangan ini dan meningkatkan layanan kesehatan di tingkat daerah di China?
Potret Kesenjangan Layanan Kesehatan di Tingkat Daerah di China
China telah memperluas sistem layanan kesehatannya hingga memiliki lebih dari 1 juta fasilitas di seluruh penjuru wilayah. Lebih dari 900.000 di antaranya merupakan institusi layanan kesehatan primer tingkat daerah yang mencakup klinik dan pusat kesehatan masyarakat. Institusi-institusi ini merupakan titik kontak pertama layanan kesehatan yang menangani penyakit umum dan menawarkan layanan pencegahan seperti vaksinasi dan kebutuhan kesehatan rutin. Perkembangan ini merupakan hasil reformasi layanan kesehatan tahun 2009 dengan investasi besar-besaran dalam infrastruktur layanan kesehatan.
Namun, peningkatan jumlah fasilitas ini tidak secara merta berdampak pada kualitas. Fasilitas layanan kesehatan tingkat daerah di China masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan pengetahuan dan praktik, disparitas tenaga kesehatan, dan peralatan kesehatan yang tidak memadai. Akibatnya, faktor-faktor ini telah mendorong ketidakpercayaan publik. Sebuah survei dengan responden yang mewakili tiap-tiap wilayah menunjukkan bahwa ketidakpercayaan yang tinggi terhadap klinik pelayanan kesehatan primer tingkat daerah, dan responden seringkali memilih institusi layanan kesehatan yang lebih jauh, lebih baik, dan lebih tinggi levelnya.
Fasilitas layanan kesehatan primer diperlukan untuk menangani penyakit umum agar tidak membebani rumah sakit, serta untuk menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses, tepat waktu, dan berkualitas di tingkat daerah. Tanpa layanan kesehatan lokal yang berkualitas, masyarakat akan terbebani oleh biaya yang lebih tinggi, perjalanan yang lebih jauh, dan perawatan yang tertunda.
Sistem Konsorsium Medis
China sedang melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya adalah pembentukan Organisasi Layanan Kesehatan Terpadu (CIHO) tingkat daerah atau “Konsorsium Medis” guna menata ulang sumber daya dan meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan di tingkat daerah. Hal ini terutama dilakukan dengan menyatukan fasilitas kesehatan desa dan kecamatan ke dalam sistem yang terhubung.
Sistem ini menyediakan tim yang terdiri dari setidaknya tiga ahli dari rumah-rumah sakit tingkat tinggi untuk dikirim ke pusat kesehatan tingkat daerah, agar mereka lebih dekat dengan warga setempat. Mereka akan meningkatkan kualitas klinik lokal melalui bimbingan di bidang farmasi, perawatan anak, dan manajemen. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penyakit umum ditangani di tingkat lokal, dan pemeriksaan kesehatan rutin atau masalah kesehatan lainnya dilakukan dengan benar di tingkat lokal, yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke klinik lokal dan mengurangi beban rumah sakit.
Lebih dari 2.180 provinsi dan distrik telah bergabung dengan program ini pada tahun 2025, yang menghasilkan pembentukan pusat berbagi sumber daya untuk pengujian medis, elektrokardiografi, dan lainnya. Selain itu, 80% klinik di tingkat desa kini menjadi titik asuransi kesehatan, yang semakin memudahkan akses pasien terhadap penggantian biaya layanan kesehatan. Pendekatan ini diharapkan mencapai cakupan penuh pada tahun 2027, di mana semua pasien dapat tiba di fasilitas kesehatan berkualitas dalam waktu 15 menit.
Menjaga Kesehatan dengan Menjamin Akses
Layanan kesehatan berkualitas untuk semua merupakan salah satu pilar pembangunan berkelanjutan. Pilar ini menjamin kesehatan dan ketahanan masyarakat. Di tengah meningkatnya permintaan layanan kesehatan, yang disebabkan oleh populasi yang menua dan meningkatnya ancaman perubahan iklim, peningkatan layanan kesehatan di tingkat daerah harus menjadi prioritas.
Dalam hal ini, pemerintah harus merancang jalur yang disesuaikan untuk layanan kesehatan di tingkat lokal agar sesuai dengan konteks unik setiap daerah. Dengan peningkatan kapasitas, keahlian, dan keterjangkauan, warga akan dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka. Selain fasilitas itu sendiri, peningkatan infrastruktur pendukung lainnya, mulai dari akses jalan hingga manajemen risiko bencana, juga penting untuk memastikan aksesibilitas dan ketahanan fasilitas.
Selain itu, investasi dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan, pelatihan staf, peralatan modern, dan layanan kesehatan berbasis masyarakat, sangat penting untuk memperkuat dan membangun kepercayaan publik terhadap pusat kesehatan lokal. Pada akhirnya, langkah kunci menuju masa depan yang berkelanjutan dimulai dengan menjaga kesehatan generasi kita saat ini dan mendatang demi dunia yang lebih sehat dan adil bagi semua.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Mewujudkan Sanitasi Layak dan Berketahanan Iklim
Ancaman Tersembunyi Polusi Ban terhadap Populasi Salmon dan Kehidupan Akuatik
Mengatasi Banjir Jakarta dengan Solusi yang Mengakar
Memahami Keterkaitan antara Krisis Iklim dan Kerja Perawatan
Menilik Potensi Digitalisasi Rantai Nilai Pangan untuk Mendukung Kesejahteraan Petani
Bagaimana Bank Dapat Berperan dalam Mendorong Terciptanya Pekerjaan Layak