Menghentikan Penurunan Populasi Lebah Dunia
Foto: Meggyn Pomerleau di Unsplash.
Lebah memiliki peran penting dalam kehidupan, mulai dari menyediakan jasa ekosistem hingga nilai-nilai sosial-ekonomi dan budaya. Namun, populasi lebah terus menyusut di berbagai belahan dunia, menegaskan kebutuhan mendesak untuk mengatasinya.
Penurunan Populasi Lebah di Seluruh Dunia
Sekitar 35% produksi tanaman global bergantung pada penyerbuk seperti lebah untuk menghasilkan buah dan biji yang sehat dan bernutrisi. Selain menghasilkan jumlah yang lebih besar, lebah juga membantu membudidayakan tanaman dengan lebih banyak variasi dan kualitas yang lebih baik, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi peternak lebah. Selain itu, perburuan madu merupakan bagian dari praktik budaya bagi banyak komunitas adat di berbagai belahan dunia.
Namun, populasi lebah menurun secara global. Sebuah studi oleh World Wildlife Fund (WWF) dan Buglife menemukan bahwa 17 spesies lebah telah punah hanya di wilayah timur Inggris saja. Asia Tenggara, yang memiliki delapan spesies lebah madu asli, juga mengalami penurunan populasi lebah, meskipun jumlah pastinya masih belum diketahui karena kurangnya penelitian yang komprehensif.
Ada beberapa penyebab penurunan populasi lebah. Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Bee:wild menyoroti sejumlah aspek yang menyebabkan tekanan terhadap populasi lebah. Perang dan konflik, misalnya, dapat menyebabkan negara-negara menanam lebih sedikit jenis tanaman dan membatasi sumber makanan bagi lebah. Polusi juga menjadi masalah besar, dengan mikroplastik, polusi antibiotik, polusi udara, dan pestisida berlebihan yang mencemari sarang lebah. Selain itu, kebakaran hutan yang semakin sering dan meluas juga menghancurkan habitat mereka.
Solusi melalui Riset
Riset memainkan peran penting dalam merumuskan solusi inovatif untuk menghentikan penurunan populasi lebah. Misalnya, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Universitas Oxford berupaya menghasilkan makanan yang lebih kaya dan bernutrisi bagi lebah melalui rekayasa ragi. Ragi yang diperkaya sterol dapat meningkatkan pertumbuhan koloni dibandingkan dengan pakan lebah konvensional. Temuan ini berkontribusi dalam mengatasi kurangnya makanan berkualitas dan beragam bagi lebah untuk berkembang, terutama karena suplemen buatan dianggap tidak lengkap secara nutrisi.
Sementara itu, di Thailand, para peneliti mendokumentasikan dan mendigitalkan sampel lebah untuk memperkaya basis data spesies lebah lokal. Data ini sangat penting untuk mendukung penelitian lebih lanjut dan upaya konservasi lebah di negara tersebut.
Namun, temuan-temuan ilmiah tersebut dapat lebih ditingkatkan dengan melibatkan kearifan lokal. Laporan IPBES menyoroti pentingnya adopsi pengetahuan masyarakat adat dan lokal sebagai salah satu solusi potensial untuk mengatasi tantangan saat ini. Koproduksi pengetahuan antara kearifan dan praktik masyarakat adat yang dikombinasikan dengan metode ilmiah dapat meningkatkan pemahaman tentang penyerbuk, termasuk lebah, dan membantu mengembangkan respons adaptif terhadap perubahan iklim.
Perlu Tata Kelola yang Baik
Lingkungan kita menghadapi tekanan yang semakin besar akibat krisis yang semakin kompleks, yang menggarisbawahi perlunya strategi mitigasi dan adaptasi yang lebih efektif. Memahami peran lebah dalam mendukung berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari makanan hingga budaya, merupakan langkah awal untuk menghentikan penurunan populasi lebah.
Selain itu, meskipun penelitian merupakan hal fundamental, membangun lingkungan yang kondusif melalui tata kelola yang baik juga krusial. Menetapkan kebijakan yang mengatasi akar penyebab penurunan populasi lebah, seperti perubahan iklim dan polusi yang merajalela, serta mendorong kolaborasi antarsektor merupakan kunci dalam merumuskan intervensi yang efektif untuk mengatasi masalah ini.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Krisis Iklim dan Menyempitnya Ruang Aman bagi Warga di Jakarta
Jerman Tingkatkan Langkah Perlindungan untuk Infrastruktur Kritis
Bagaimana Perilaku Manusia Menjadi Mesin Utama Aksi Keberlanjutan
Meningkatkan Peran Komunitas Lokal dalam Mengatasi Masalah Sampah Laut
Menilik Dampak Masifnya Pembangunan Pusat Data
Menyoal Biaya Visum Korban Kekerasan Seksual yang Tidak Ditanggung Negara