Langkah Pemerintah Inggris dalam Mengatasi Pengangguran Kaum Muda
Foto: Dmytro Pavlov di Unsplash.
Pengangguran kaum muda meningkat di mana-mana, termasuk di Inggris Raya. Selain itu, banyak dari mereka yang tidak menempuh pendidikan atau menjalani pelatihan. Terkait hal ini, Pemerintah Inggris telah meluncurkan paket pendanaan untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi kaum muda. Apa saja isi paket ini?
Pengangguran Kaum Muda di Inggris
Antara Juli dan September 2025, sebanyak 702.000 orang muda berusia 16-24 tahun di Inggris menganggur. Data Badan Statistik Nasional Inggris menunjukkan bahwa tingkat pengangguran meningkat dari 14,8% pada tahun 2024 menjadi 15,3% pada tahun 2025.
Sementara itu, jumlah kaum muda yang tidak bekerja, menempuh pendidikan, atau menjalani pelatihan (NEET) mencapai 940.000 orang antara April dan Juni 2025. Pemerintah Inggris menyoroti bahwa pandemi COVID-19 telah memperburuk krisis pengangguran, sehingga semakin sulit untuk diatasi. Selain terhadap perekonomian, krisis ini juga berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan kaum muda.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Komite Pengangguran Kaum Muda pada tahun 2021 menemukan beberapa penyebab di balik krisis ini, termasuk kesenjangan dan kekurangan keterampilan, ketersediaan program magang, dan akses terhadap konsultasi karier. Ada ketidaksesuaian antara kurikulum akademik dan keterampilan yang dibutuhkan di industri-industri yang sedang berkembang, seperti green job dan sektor digital, sementara akses terhadap konsultasi karier yang berkualitas masih perlu diperluas. Selain itu, laporan tersebut mencatat kurangnya kesempatan magang, terutama yang memberikan insentif.
Paket Pendanaan Senilai £820 juta
Pada 6 Desember 2025, Departemen Tenaga Kerja dan Pensiun Inggris mengumumkan paket pendanaan besar senilai £820 juta untuk menyediakan lebih banyak pelatihan dan kesempatan kerja sebagai upaya untuk mengatasi pengangguran kaum muda.
“Setiap pemuda berhak mendapatkan kesempatan yang adil untuk sukses. Ketika diberi dukungan dan kesempatan yang tepat, mereka akan meraihnya. Itulah sebabnya kami memperkenalkan serangkaian reformasi untuk membantu kaum muda mengambil langkah penting menuju dunia kerja atau pelatihan dan untuk terus maju dan meraih kesuksesan dalam hidup mereka,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Pensiun Inggris, Pat McFadden.
Pada dasarnya, paket pendanaan ini bertujuan untuk memfasilitasi pelatihan atau kesempatan kerja baru bagi para pencari kerja berusia 18–21 tahun yang telah menerima Universal Credit, tunjangan bulanan untuk membantu biaya hidup, selama 18 bulan. Kaum muda ini akan menerima 25 jam/minggu kerja berbayar selama enam bulan yang disubsidi penuh, pembayaran upah minimum yang relevan, dan dukungan yang didanai penuh.
Pemerintah Inggris berencana menciptakan 350.000 peluang kerja baru untuk sektor-sektor seperti konstruksi, kesehatan dan perawatan sosial, serta perhotelan, dengan perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi akan diumumkan di masa mendatang. Dalam hal pengembangan kapasitas, pemerintah Inggris menyediakan sesi dukungan kerja khusus dan pelatihan untuk membantu kaum muda mengembangkan keterampilan kerja yang relevan, membangun jaringan, membuat CV, dan meningkatkan keterampilan wawancara.
Selain itu, Departemen Tenaga Kerja dan Pensiun Inggris juga berencana memberikan jaminan pekerjaan yang didukung pemerintah mulai Musim Semi 2026 bagi kaum muda di wilayah-wilayah dengan kebutuhan tertinggi: Birmingham & Solihull; Midlands Timur; Manchester Raya; Hertfordshire & Essex; Skotlandia Tengah & Timur; dan Wales Barat Daya & Tenggara.
Menjaga Masa Depan Generasi Muda
Di tengah rencana pemerintah Inggris untuk menyediakan lebih banyak lapangan kerja dan kesempatan pelatihan bagi kaum muda, muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan pemberian sanksi kepada mereka yang tidak memanfaatkan dukungan yang ditawarkan tanpa ‘alasan yang kuat’. Ben Harrison, Direktur Work Foundation di Lancaster University, mengatakan bahwa sanksi tersebut dapat mendorong kaum muda untuk mengambil pekerjaan apa pun yang dapat merugikan prospek mereka.
“Bukti dari Inggris dan luar negeri menunjukkan dengan jelas bahwa skema-skema ini harus berfokus pada bagaimana menghubungkan individu dengan pekerjaan ‘baik’ dengan upah layak, jaminan kerja, dan peluang untuk maju jika ingin menghasilkan pekerjaan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Ben Harrison.
Pengangguran kaum muda yang berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap kesejahteraan ekonomi, sosial, dan mental mereka saat ini, tetapi juga dapat menghambat perkembangan dan kemampuan mereka untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, intervensi sistemik untuk mengatasi penyebab pengangguran kaum muda sangat penting, dengan penekanan pada kesejahteraan kaum muda.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Kapitalisme Bukanlah Takdir: Membaca Clara Mattei di Tengah Kelelahan Kolektif
Mengintegrasikan Pertanian dalam Permukiman Perkotaan dengan Konsep Agrihood
Meningkatkan Pelindungan Anak di Ruang Digital dengan Pendekatan Tanggung Jawab Bersama
Merangkul Nilai Bisnis Keberlanjutan
Perempuan dalam Pengelolaan Sampah: Mewujudkan Sirkularitas yang Responsif Gender
Potensi dan Tantangan Biodiversity Credits dalam Penguatan Pembiayaan Keanekaragaman Hayati