ASCC Luncurkan Sistem Baru untuk Mengukur Perkembangan Sosial dan Budaya di Asia Tenggara
Foto: Asean.org.
Asia Tenggara membentang seperti permadani yang indah, dengan masing-masing negara merupakan benang unik yang dijalin bersama dalam tampilan budaya yang mempesona. Namun, permadani membutuhkan perawatan terus-menerus, dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC) bertindak sebagai alat tenunnya. Baru-baru ini, ASCC meluncurkan Sistem ADME (ASCC Database for Monitoring and Evaluation), sebuah sistem pemantauan dan evaluasi yang akan memainkan peran penting dalam mengukur perkembangan sosial dan budaya di Asia Tenggara.
Perkembangan Sosial dan Budaya di Asia Tenggara
Asia Tenggara mencakup perpaduan keragaman sosial dan budaya yang menawan di setiap negaranya. Meskipun kawasan ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, Bank Dunia memperkirakan bahwa 133 juta orang di Asia Tenggara masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Kesenjangan ini sering kali tumpang tindih dengan kesenjangan etnis dan geografis, dimana masyarakat pedesaan dan kelompok masyarakat adat menghadapi tingkat kemiskinan yang lebih tinggi.
Kekhawatiran mendesak lainnya menyangkut ketimpangan gender. Meskipun ada kemajuan dalam bidang pendidikan dan partisipasi angkatan kerja perempuan, Bank Pembangunan Asia (ADB) melaporkan bahwa perempuan di Asia Tenggara rata-rata masih memperoleh penghasilan 20% lebih rendah dibandingkan laki-laki.
Hal ini perlu digarisbawahi mengingat Asia Tenggara merupakan kawasan yang dibentuk oleh akar pedesaannya, dengan tiga perempat penduduknya tinggal di daerah non-perkotaan. Dominasi kehidupan pedesaan menghadirkan tantangan dan peluang unik bagi pembangunan kawasan ini.
Terlepas dari kompleksitas yang ada, Asia Tenggara juga memiliki potensi yang sangat besar. Dalam hal ini, ASCC memainkan peran penting dalam mengatasi permasalahan sosial dan budaya, mendorong kerja sama regional, dan mendorong masa depan yang lebih cerah untuk semua.
Sistem Basis Data ASCC untuk Pemantauan dan Evaluasi (ADME)
Untuk mengatasi permasalahan sosio-kultural yang kompleks ini secara efektif, pengambilan keputusan berdasarkan data sangatlah penting. Pertemuan Dewan ASCC ke-31 menghasilkan beberapa outcome, antara lain peluncuran ASCC Database for Monitoring and Evaluation System (ADME System/Sistem Basis Data ASCC untuk Pemantauan dan Evaluasi) untuk memantau perkembangan program ASCC.
Berikut kontribusi Sistem ADME terhadap kemajuan sosial dan budaya Asia Tenggara:
- Menyederhanakan pengumpulan dan pengukuran indikator sosial budaya di seluruh negara anggota.
- Memfasilitasi pemantauan yang komprehensif dan berkala terhadap Cetak Biru ASCC 2025 dan Rencana Strategis ASCC Pasca-2025 yang akan datang.
- Mendorong transparansi dan akuntabilitas pada program-program sebelumnya sebagai referensi untuk upaya dan strategi di masa depan.
Rencana Strategis Masa Depan ASCC
Sistem ADME membangun kolaborasi global untuk inisiatif yang bertujuan memajukan kemajuan sosial dan budaya di dalam masyarakat. Hal ini pada akhirnya akan menciptakan data yang andal pada setiap program kerja ASCC. Dengan tersedianya informasi ini, pemerintah dan organisasi di negara-negara ASEAN dapat membuat pilihan proyek yang berdampak dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah kawasan dengan memperkuat dimensi sosial, budaya, dan kemanusiaan.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Dandy is a Reporter at Green Network Asia. He is currently studying undergraduate program of Materials Engineering at Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS).

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan