Membangun Pendekatan Strategis untuk Dukung Kesehatan Perkotaan
Foto: Kiki di Unsplash.
Lingkungan tempat kita tinggal sangat menentukan kesehatan, kesejahteraan, dan perkembangan kita. Di tengah meningkatnya laju urbanisasi, langkah-langkah apa yang diperlukan untuk memperkuat kesehatan perkotaan?
Memahami Kesehatan Perkotaan
Lebih dari separuh populasi dunia tinggal di wilayah perkotaan. Wilayah perkotaan diproyeksikan akan menampung 68% populasi global pada tahun 2050, menggarisbawahi perlunya menciptakan ruang aman dan infrastruktur yang kuat untuk mendukung kesehatan penghuninya.
Kesehatan perkotaan mencakup interaksi kompleks di antara berbagai faktor, mulai dari transportasi hingga desain. Menangani kesehatan perkotaan berarti memahami bagaimana faktor-faktor ini membentuk kehidupan masyarakat perkotaan dan tantangan yang ditimbulkannya.
Misalnya, keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH) dan transportasi yang aman dan mudah diakses dapat menyebabkan kondisi hidup dan kerja yang tidak sehat bagi penduduk perkotaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggarisbawahi peningkatan risiko penyakit tidak menular yang berkaitan dengan gaya hidup, yang juga akan menambah tingginya biaya kesehatan pemerintah.
Selain kesehatan fisik, kurangnya ruang bersama juga dapat membatasi koneksi sosial dan mempengaruhi kesejahteraan mental penduduk perkotaan. Lebih lanjut, kurangnya infrastruktur pejalan kaki dan pesepeda dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan, yang terutama berdampak pada kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, orang dengan disabilitas, dan lansia.
Risiko-risiko ini bahkan lebih signifikan bagi mereka yang tinggal di permukiman informal berpenghasilan rendah, yang jumlahnya kemungkinan akan mencapai 3 miliar jiwa pada tahun 2050. Mereka menghadapi paparan yang lebih tinggi terhadap berbagai bahaya, seperti polusi udara dan air yang terkontaminasi, yang meningkatkan risiko tertular penyakit menular.
Kunci Pendekatan Strategis
Dengan banyaknya faktor yang membentuk kehidupan perkotaan, penguatan sektor kesehatan membutuhkan pendekatan strategis dan terintegrasi yang berakar pada inklusivitas. Sebuah pedoman WHO menyajikan beberapa strategi bagi pemerintah untuk mengatasi tantangan dan membuka peluang dalam kesehatan perkotaan.
Langkah krusialnya adalah mengenali dan mengelola kompleksitas wilayah perkotaan. Pejabat pemerintah dan praktisi kesehatan perkotaan harus memiliki kapasitas untuk memahami kerumitan ini dan mengintegrasikannya ke dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi proyek.
Selanjutnya, pemerintah harus mengidentifikasi langkah-langkah kunci, yang nantinya dapat menjadi batu loncatan untuk tindakan yang lebih luas dan pendekatan strategis. Contohnya, penetapan kebijakan perkotaan di tingkat nasional dan kota untuk membangun komitmen politik terhadap kesehatan perkotaan. Laporan tersebut juga menyoroti urgensi untuk menemukan waktu dan peluang yang tepat untuk membawa isu ini ke skala politik dan ekonomi yang lebih luas, salah satunya dengan menelusuri isu-isu lintas sektoral terkait kesehatan perkotaan, seperti ketersediaan air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) dan perumahan.
Lebih lanjut, kerangka kerja yang mendukung dan kolaborasi juga penting dalam memperkuat intervensi kesehatan di wilayah perkotaan. Beberapa langkah kuncinya adalah pembangunan sistem data, penerapan model kemitraan untuk memenuhi kebutuhan, dan menempatkan partisipasi sebagai nilai inti dari aksi sektor publik.
Kesehatan dan Kesejahteraan untuk Semua
Pada akhirnya, menjaga kesehatan dan kesejahteraan bagi semua harus menjadi pusat agenda pemerintah di semua tingkatan, terutama di tengah krisis lingkungan dan gejolak sosial-ekonomi yang semakin meningkat. Intervensi yang efektif, efisien, dan inklusif dapat diwujudkan dengan mengenali kebutuhan seluruh penduduk perkotaan dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan utama di berbagai sektor bisnis, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.

Larangan Impor 12 Komoditas dan Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi
Hak Alam untuk Lebah Tanpa Sengat di Peru
Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest