Menengok Pelatihan Pemuda Desa di India untuk Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan
Foto: Tanusree Mitra di Unsplash.
Pemuda adalah penentu masa depan kita bersama. Namun, berbagai tantangan yang ada saat ini, seperti perubahan iklim dan minimnya lapangan pekerjaan, mengancam masa depan mereka, terutama di daerah-daerah pedesaan. Mata pencaharian penduduk pedesaan seringkali bergantung pada alam, dan pilihan untuk pekerjaan yang layak masih sangat terbatas. Terkait hal ini, pengembangan pariwisata berkelanjutan dapat menjadi jalan dalam pembangunan pedesaan.
Di India Utara, beberapa pemuda desa berlatih untuk menjadi pemandu wisata alam. Hal ini bertujuan untuk mengatasi isu pengangguran sekaligus melestarikan lingkungan.
Tantangan yang Saling Tumpang Tindih bagi Pemuda Desa di India
Dalam beberapa tahun terakhir, kaum muda telah berada di garda terdepan dalam perjuangan melawan krisis iklim yang akan membahayakan masa depan mereka. Pada saat yang sama, mereka juga berjibaku dengan masalah yang lebih mendesak, termasuk kurangnya lapangan pekerjaan. Meskipun tingkat pengangguran kaum muda di seluruh dunia diproyeksikan turun di bawah 13% pada tahun 2025, kemajuannya belum merata.
India termasuk di antara negara-negara dengan populasi pemuda yang besar, dan dua pertiga pemuda India tinggal di daerah pedesaan. Tingkat pengangguran keseluruhan untuk pemuda berusia 15 tahun ke atas adalah 5,2%, dengan tingkat pengangguran pemuda pedesaan sebesar 13%. Artinya, sekitar lebih dari 30 juta pemuda di daerah pedesaan India tidak memiliki pekerjaan. Meskipun tingkat pengangguran lebih tinggi di daerah perkotaan, pengangguran pedesaan menghadirkan tantangan yang kompleks karena semakin terbatasnya peluang dan jenis pekerjaan.
Selain itu, perubahan iklim berdampak terhadap daerah-daerah pedesaan secara tidak proporsional. Cuaca ekstrem telah menyebabkan ketidakstabilan berkepanjangan dalam produktivitas lahan yang memengaruhi mata pencaharian, terutama di bidang pertanian, dimana lebih dari 40% pemuda desa India bekerja. Oleh karena itu, mengatasi tantangan yang saling tumpang tindih ini sangat penting untuk membekali pemuda desa sekaligus memastikan ketahanan masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Peran Pemuda dalam Pariwisata Berkelanjutan
Di daerah pedesaan dengan pilihan pekerjaan yang terbatas, pariwisata berkelanjutan dapat menjadi jalan bagi terwujudnya pekerjaan yang layak sekaligus konservasi alam. Contohnya di Meghalaya, sebuah wilayah pegunungan di India Utara yang terkenal dengan objek wisata alamnya seperti Hutan Suci Mawphlang dan Air Terjun Nohkalikai. Di sana, para pemuda dapat belajar menjadi pemandu wisata alam yang memandu wisatawan menjelajahi alam dan berbagi pengetahuan tentang keanekaragaman hayati, budaya, dan kondisi lokal.
Untuk membantu mempersiapkan pemuda desa menghadapi peluang tersebut, program pelatihan pariwisata berkelanjutan diperlukan. Sebagai contoh, pada Agustus dan September 2025, sebuah program oleh NESFAS, sebuah organisasi pemuda adat setempat, melatih 100 pemuda di Meghalaya untuk menjadi pemandu wisata alam profesional. Mereka harus mempelajari lanskap alam yang unik dan warisan budaya daerah mereka sendiri.
Pelatihan di Meghalaya memperkenalkan pemuda desa pada pusat keanekaragaman hayati setempat, situs sejarah lokal, tradisi komunitas Khasi dan Jaintia setempat, dan banyak lagi. Selain itu, pengetahuan ini dipadukan dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, pengetahuan ekonomi daerah setempat, dan etika profesional. Oleh karena itu, pemuda pedesaan juga harus mempelajari strategi komunikasi, protokol keselamatan, dan manajemen bisnis.
Pemuda Tangguh untuk Masa Depan yang Tangguh
Membantu masyarakat mempertahankan mata pencaharian mereka dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang bermanfaat sangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi dan krisis iklim. Memberikan kesempatan bagi pemuda untuk berkembang melalui pengembangan kapasitas merupakan langkah penting dalam membangun masa depan masyarakat yang tangguh.
Pemerintah harus memainkan peran kunci dengan mendanai kegiatan peningkatan kapasitas untuk mendorong ekowisata di pedesaan. Meski tidak ada solusi yang cocok untuk semua, pariwisata berkelanjutan di pedesaan dapat bermanfaat jika disesuaikan dengan kebutuhan lokal serta kekuatan alam dan budaya. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil harus menjadi mitra bagi masyarakat lokal dalam upaya mereka menciptakan kesempatan kerja yang layak sekaligus melindungi lingkungan mereka. Pada akhirnya, berinvestasi pada pemuda dan alam berarti menjaga lingkungan dan membangun masa depan yang tangguh bagi semua.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Krisis Iklim dan Menyempitnya Ruang Aman bagi Warga di Jakarta
Jerman Tingkatkan Langkah Perlindungan untuk Infrastruktur Kritis
Bagaimana Perilaku Manusia Menjadi Mesin Utama Aksi Keberlanjutan
Meningkatkan Peran Komunitas Lokal dalam Mengatasi Masalah Sampah Laut
Menilik Dampak Masifnya Pembangunan Pusat Data
Menyoal Biaya Visum Korban Kekerasan Seksual yang Tidak Ditanggung Negara