Meningkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi melalui Pendanaan
Foto: Jeswin Thomas di Unsplash.
Indonesia memiliki potensi puncak bonus demografi pada tahun 2030. Potensi bonus demografi ini memerlukan pendampingan dan peningkatan kualitas SDM secara komprehensif. Pendidikan vokasi, dalam hal ini, menjadi salah satu institusi pendidikan yang memegang peran penting. Karena itu, Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek meluncurkan program Dana Kompetitif dan Dana Padanan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
Pendidikan Vokasi dan Hambatannya
Pendidikan vokasi merupakan salah satu institusi pendidikan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM untuk memaksimalkan potensi bonus demografi Indonesia. Di negara-negara anggota OECD, misalnya, SDM usia produktif yang memegang sertifikasi vokasi memiliki employment rate yang lebih tinggi dibanding SDM usia produktif yang tidak memiliki sertifikasi vokasi.
Pendidikan vokasi berperan dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan ilmu terapan, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Pada resesi ekonomi tahun 2008, pendidikan vokasi memberikan jalan keluar bagi permasalahan pengangguran di usia produktif awal di negara-negara seperti Austria, Jerman, dan Swiss. Sistem pendidikan vokasi yang baik dapat memberikan pendampingan karier yang jelas bagi pelajar, yang berdampak pada kesempatan yang lebih baik untuk mendapat pekerjaan atau pendidikan lanjutan.
Namun sayangnya, pendidikan vokasi masih menghadapi berbagai hambatan, salah satunya adalah kendala di bidang pendanaan. Tingginya biaya operasional pendidikan vokasi berkaitan dengan dua hal, yaitu banyaknya sarana dan prasarana yang dibutuhkan, serta tingginya biaya yang dibutuhkan untuk merekrut tenaga pendidik dengan keahlian yang sesuai dengan keperluan pengajaran.
Kurangnya sarana prasarana atau fasilitas pada teaching factory dapat berdampak pada pelajar vokasi dimana mereka hanya menerima sedikit pelajaran praktik, yang menghasilkan lulusan yang tidak bisa langsung bekerja pada dunia usaha dan dunia industri. Hal tersebut juga akan terjadi apabila pendidikan vokasi kekurangan tenaga pendidik yang mumpuni untuk mengajar ilmu dan pengetahuan yang dibutuhkan secara mendalam.
Dana Kompetitif dan Dana Padanan Kemendikbudristek
Selain untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, program Dana Kompetitif dan Dana Padanan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek juga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas peran pendidikan vokasi dalam peningkatan kualitas SDM.
Dana Kompetitif sendiri merupakan program yang mendorong dan memfasilitasi pendidikan tinggi vokasi untuk menyiapkan SDM dengan keterampilan teknis yang unggul dan relevan melalui berbagai aspek, di antaranya peningkatan tata kelola dan kemitraan, peningkatan kualitas dan inovasi pembelajaran melalui teaching factory dan produk unggulan, dan fasilitasi mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pada lingkup penguatan tata kelola dan kemitraan, perguruan tinggi vokasi (PTV) dapat memanfaatkan dana untuk memperkuat produk unggulan, berkolaborasi dengan mitra industri, dan meningkatkan aktivitas pembelajaran pada teaching factory. Pada lingkup peningkatan kualitas dan inovasi pembelajaran, dana kompetitif dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan serta meningkatkan wahana atau fasilitas pembelajaran yang mendukung produk unggulan. Terakhir, pada lingkup fasilitasi mahasiswa dalam program MBKM, dana kompetitif dapat dimanfaatkan untuk penguatan keterampilan teknis yang meliputi hard skills dan soft skills, serta meningkatkan karakter kerja bagi mahasiswa program MBKM yang akan mengikuti magang industri maupun kegiatan student mobility berskala nasional.
Sementara itu, Dana Padanan merupakan program pendanaan untuk mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan antara pihak perguruan tinggi dengan mitra. Program ini berfokus untuk mendorong kemitraan antara PTV dengan mitra (dapat berupa Dunia Usaha dan Dunia Industri/DUDI maupun badan pemerintahan), yang dilatarbelakangi oleh adanya potensi solusi konkret yang dihadirkan oleh pendidikan vokasi terhadap permasalahan di masyarakat.
Dana Padanan dijalankan melalui dua skema, yaitu skema kemitraan untuk hilirisasi inovasi hasil riset atau kepakaran dan skema kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat atau efisiensi tata kelola pemerintahan.
Partisipasi Semua Pihak
Dana Kompetitif dan Dana Padanan merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, peningkatan kualitas SDM perlu dilakukan dengan banyak cara. Selain peningkatan kualitas institusi pendidikan, peningkatan akses pendidikan yang belum merata bagi seluruh masyarakat juga merupakan hal yang fundamental. Perencanaan dan pemanfaatan dana pendidikan yang efektif dapat menjadi langkah awal dalam melakukan hal ini.
Pada akhirnya, peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan akses pendidikan merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan yang harus didukung dengan kebijakan, perencanaan, pendanaan, hingga evaluasi dan perbaikan.
Editor: Abul Muamar

Membiarkan Hutan Pulih Sendiri sebagai Pendekatan yang Lebih Hemat Biaya
Membingkai Ulang Tata Kelola di Era Kebangkrutan Air
PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit