Skip to content
  • Tentang
  • Bermitra dengan Kami
  • Beriklan dengan Kami
  • GNA Internasional
  • Berlangganan
  • Log In
Primary Menu
  • Beranda
  • Terbaru
  • Topik
  • Wilayah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Maluku
    • Nusa Tenggara
    • Papua
    • Sulawesi
    • Sumatera
  • Kabar
  • Ikhtisar
  • Wawancara
  • Opini
  • Figur
  • Infografik
  • Video
  • Komunitas
  • Siaran Pers
  • ESG
  • Muda
  • Dunia
  • Siaran Pers
  • Unggulan

Pengurus IEPA Resmi Dilantik, Dorong Profesional ESG Menjadi Motor Penggerak Keberlanjutan Nasional

Sebagai organisasi profesi, IEPA berfokus pada penguatan kapasitas SDM, pengembangan standar dan praktik ESG nasional, serta advokasi kebijakan publik yang mendukung integrasi ESG ke dalam pembangunan nasional.
Oleh IEPA
16 Mei 2025
sekelompok orang berfoto bersama

Beberapa pengurus IEPA periode 2025-2028. | Foto: IEPA.

Di tengah meningkatnya perhatian pemangku kepentingan tingkat global dan nasional terhadap dampak kinerja perusahaan bagi masyarakat dan lingkungan, para profesional dalam ekosistem ESG (Environmental, Social, and Governance) di Indonesia telah secara resmi mendirikan Indonesian ESG Professional Association (IEPA) dan melantik jajaran pengurus periode 2025-2028 pada Jumat, 16 Mei 2015, di Prasetiya Mulya Executive Learning Institute (Prasmul Eli), Jakarta.

Peran Strategis IEPA

Pendirian dan pelantikan Pengurus IEPA menjadi momentum strategis mengingat ESG telah diadopsi sebagai kerangka kerja yang digunakan oleh investor dan lembaga keuangan untuk menilai kinerja keberlanjutan perusahaan di berbagai penjuru dunia, sekaligus dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja keberlanjutannya. Dalam konteks Indonesia saat ini, ESG telah menjadi salah satu kriteria yang dipertimbangkan dalam investasi, penyaluran kredit, dan kebijakan BUMN. Adopsi ESG terus berkembang, akan tetapi tidak adanya forum profesional dengan kapasitas yang memadai telah menjadi salah satu tantangan terbesar.

IEPA hadir sebagai asosiasi ESG pertama di Indonesia yang mewadahi para profesional lintas sektor dengan minat khusus terhadap ESG, termasuk dari korporasi, lembaga pemerintah, sektor keuangan, akademisi hingga media. IEPA yang bermula dari jejaring informal Komunitas ESG saat ini telah memiliki lebih dari 650 anggota profesional yang berasal dari perusahaan dan lembaga yang memiliki perhatian terhadap ESG di Indonesia.

“IEPA hadir sebagai wadah kolaboratif yang mempertemukan para pelaku ESG untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Herry Ginanjar, Chairman IEPA. “Keberlanjutan tidak akan tercapai jika hanya dibebankan pada pemerintah atau korporasi besar. Dibutuhkan kolaborasi antarsektor dan profesional yang memiliki kompetensi, komitmen, serta akses terhadap praktik terbaik ESG,” tambahnya.

Sebagai organisasi profesi, IEPA berfokus pada penguatan kapasitas SDM, pengembangan standar dan praktik ESG nasional, serta advokasi kebijakan publik yang mendukung integrasi ESG ke dalam pembangunan nasional. Dengan pendekatan praktis dan berbasis ilmu pengetahuan, IEPA berambisi menjadi mitra strategis bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil.

“Mari kita jadikan wadah ini sebagai tempat berbagi pengetahuan, memperjuangkan standar ESG yang lebih baik, dan menciptakan dampak nyata bagi Indonesia,” kata Herry.

Momentum ESG di Indonesia: Mengapa Mesti Sekarang

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menunjukkan peningkatan perhatian terhadap isu-isu keberlanjutan. Pemerintah telah menerbitkan Taksonomi Hijau, OJK mendorong penerapan ESG dalam Laporan Keberlanjutan, dan berbagai BUMN mulai mengintegrasikan ESG ke dalam strategi bisnis. Namun demikian, kurangnya standar kompetensi ESG, kesenjangan literasi, dan lemahnya integrasi antarprofesi masih menjadi tantangan nyata.

Di sinilah IEPA memainkan peran penting: menyatukan para profesional untuk membangun ekosistem ESG yang kuat, kredibel, dan berdampak. Dari sektor keuangan, energi, agrikultur, hingga sektor-sektor lainnya, IEPA membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan penyusunan kerangka kerja ESG yang lebih kontekstual untuk Indonesia.


Terbitkan siaran pers organisasi dan komunitas Anda bersama Green Network Asia, pelajari Layanan Penempatan Siaran Pers GNA.

Perkuat pengembangan kapasitas pribadi dan profesional Anda dengan Langganan GNA Indonesia.

Jika konten ini bermanfaat, harap pertimbangkan Langganan GNA Indonesia untuk mendapatkan akses digital ke wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Indonesia dan dunia.

Pilih Paket Langganan Anda

Continue Reading

Sebelumnya: Mewujudkan Kota Inklusif Disabilitas melalui Pengumpulan Data Partisipatif
Berikutnya: WRI Indonesia dan Sekretariat JETP mendalami Dampak Sosio-Ekonomi dari Transisi Energi Berkeadilan

Baca Kabar dan Cerita Lainnya

bintik-bintik cahaya di kegelapan hutan dengan pohon-pohon besar Dunia yang Kian Gemerlap dan Kelap-kelip Kunang-Kunang yang Kian Lenyap
  • GNA Knowledge Hub
  • Kabar
  • Unggulan

Dunia yang Kian Gemerlap dan Kelap-kelip Kunang-Kunang yang Kian Lenyap

Oleh Abul Muamar
1 September 2025
sepasang kaki yang memakai alat bantu berupa sepatu dan kruk Strategi Regional Afrika untuk Prioritaskan Layanan Rehabilitasi
  • GNA Knowledge Hub
  • Kabar
  • Unggulan

Strategi Regional Afrika untuk Prioritaskan Layanan Rehabilitasi

Oleh Kresentia Madina
1 September 2025
mobil angkutan berwarna biru tanpa penanda rute di kelokan jalan dekat pos polisi lalu lintas Harapan akan Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Kota Serang
  • Konten Komunitas
  • Unggulan

Harapan akan Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Kota Serang

Oleh Ajeng Rizkasari
28 Agustus 2025
Topi wisuda melambangkan semakin banyaknya lulusan yang menghadapi kesempatan kerja terbatas Sarjana Berlimpah, Cari Kerja Susah: Mengulik Isu Pengangguran Sarjana di Negara Berkembang
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Sarjana Berlimpah, Cari Kerja Susah: Mengulik Isu Pengangguran Sarjana di Negara Berkembang

Oleh Sukma Prasanthi
28 Agustus 2025
seorang pedagang bertopi caping mendorong gerobak menyeberangi jalan. Mengatasi Heat Stress Okupasional Demi Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
  • Eksklusif
  • Kabar
  • Unggulan

Mengatasi Heat Stress Okupasional Demi Keselamatan dan Kesehatan Pekerja

Oleh Dinda Rahmania
27 Agustus 2025
foto udara KEK Mandalika; terdapat jalanan dan beberapa bangunan di wilayah yang terhubung pantai dan laut Sisi Kelam Pengembangan Pariwisata di Kawasan KEK Mandalika
  • Eksklusif
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Sisi Kelam Pengembangan Pariwisata di Kawasan KEK Mandalika

Oleh Seftyana Khairunisa
26 Agustus 2025

Tentang Kami

  • Surat CEO GNA
  • Tim In-House GNA
  • Jaringan Penasihat GNA
  • Jaringan Author GNA
  • Panduan Artikel Opini GNA
  • Panduan Konten Komunitas GNA
  • Layanan Penempatan Siaran Pers GNA
  • Program Magang GNA
  • Pedoman Media Siber
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
© 2021-2025 Green Network Asia