Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Foto: Markus Spiske di Unsplash.
Kita hidup di Bumi yang sedang sakit akibat krisis iklim, degradasi lingkungan, dan menurunnya keanekaragaman hayati. Sebagai konsekuensinya, ancaman kesehatan terus meningkat, dan wabah penyakit dapat merebak sewaktu-waktu. Pandemi COVID-19 dan beberapa wabah lain yang pernah menghantam dunia, serta berbagai penyakit tidak menular yang menyerang populasi manusia dalam jumlah yang lebih tinggi, telah memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya memperkuat sistem peringatan dini ancaman kesehatan.
Ancaman Kesehatan
Saat dunia semakin tidak sehat, ada banyak ancaman kesehatan yang mengintai kita. Penyakit menular dan potensi pandemi baru adalah salah satu yang paling dikhawatirkan. Misalnya Penyakit X (Disease X), sebuah istilah yang diperkenalkan oleh WHO pada tahun 2018 untuk menyebut patogen yang belum diketahui yang dapat menyebabkan pandemi global dalam skala mengerikan di masa depan. Selain itu, mutasi berbagai virus yang pernah menyebabkan wabah di masa-masa terdahulu juga tidak kalah mengkhawatirkan. Beberapa penyakit zoonosis seperti flu burung, ebola, mpox, dan beberapa penyakit yang dibawakan oleh nyamuk juga menjadi perhatian serius dalam hal ini.
Ancaman lainnya berasal dari penyakit tidak menular, yang secara kuantitatif menyebabkan kematian dengan jumlah yang jauh lebih tinggi dibanding penyakit menular. Penyakit-penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke), diabetes, kanker, dan paru-paru telah menyebabkan sekitar 43 juta kematian pada tahun 2021, atau sekitar 75% dari kematian yang tidak terkait pandemi secara global. Pada tahun 2021, 18 juta orang meninggal karena penyakit tidak menular sebelum usia 70 tahun, dengan 82% terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Selanjutnya, resistensi antimikroba juga tidak kalah mengancam, dan telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Resisten antimikroba (AMR) merupakan kondisi ketika mikroba seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit secara bertahap bermutasi dan menjadi resisten terhadap obat-obatan. Obat yang sebelumnya dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba tidak lagi bekerja dengan baik atau bahkan tidak efektif, sehingga mengakibatkan infeksi menjadi lebih sulit diobati dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang lebih parah.
Di samping itu, ancaman-ancaman lainnya yang berkaitan dengan dampak aktivitas manusia dan kebijakan seperti polusi, bencana, perubahan iklim, kerawanan pangan, perubahan gaya hidup yang cenderung ke arah sedenter, serta sistem kesehatan yang lemah, juga harus menjadi perhatian. Jangan abaikan pula ancaman terhadap kesehatan mental yang pemicunya bisa datang dari berbagai arah, termasuk kurangnya koneksi sosial, screen-time berlebih, krisis ekonomi dan biaya hidup semakin tinggi, serta terbatasnya lapangan pekerjaan.
Penguatan Sistem Peringatan Dini
Sistem peringatan dini ancaman kesehatan pada dasarnya merujuk pada mekanisme terstruktur untuk mendeteksi, memantau, dan memberi peringatan sedini mungkin terhadap potensi masalah kesehatan masyarakat sebelum dampaknya meluas atau memburuk. Singkatnya, sistem peringatan dini ancaman kesehatan adalah sistem yang menggabungkan pengumpulan data, analisis, dan respons kebijakan untuk mencegah atau mengurangi krisis atau risiko kesehatan. Mengingat ancaman kesehatan seringkali datang perlahan dan kerap kurang ditangani sampai tiba pada titik krisis, sistem peringatan dini membantu menggeser pendekatan dari reaktif ke preventif, menekan beban biaya dan korban, dan melindungi kelompok rentan yang paling terdampak.
Dengan ancaman kesehatan yang kompleks saat ini, memperkuat sistem peringatan dini menjadi semakin mendesak demi kehidupan yang lebih sehat dan aman untuk hari ini dan masa mendatang. Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan dan Badan Intelijen Negara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sistem peringatan dini ancaman kesehatan nasional, khususnya penyakit infeksi dan potensi pandemi di masa depan. Kerja sama ini berfokus pada penguatan deteksi dini dan kesiapsiagaan negara dalam menghadapi ancaman patogen yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat serta stabilitas nasional. Ruang lingkup kerja sama ini meliputi integrasi data, penguatan surveilans penyakit, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman biologis yang tidak terlihat namun berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.
“Pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa kesiapan sejak dini menentukan kemampuan negara dalam merespons krisis kesehatan. Negara dengan sistem deteksi dan respons yang kuat telah memenangkan sebagian besar pertempuran sebelum krisis terjadi,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Peran Semua Pihak
Sistem peringatan dini ancaman kesehatan merupakan fondasi bagi perlindungan kesehatan masyarakat, dan fondasi itu kini mesti diperkokoh di tengah berbagai krisis yang melanda dunia. Mengakui bahwa krisis kesehatan yang kita hadapi berakar pada cara kita beraktivitas di Bumi—perusakan ekosistem, pola produksi dan konsumsi yang tidak bertanggung jawab, hingga eksploitasi sumber daya—adalah hal krusial yang dapat dijadikan dasar untuk menetapkan strategi dan mekanisme kesiapsiagaan yang lebih baik, termasuk menekan risiko kesehatan yang ditimbulkan. Pemerintah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat harus mengambil peran.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Mengatasi Banjir Jakarta dengan Solusi yang Mengakar
Memahami Keterkaitan antara Krisis Iklim dan Kerja Perawatan
Menilik Potensi Digitalisasi Rantai Nilai Pangan untuk Mendukung Kesejahteraan Petani
Bagaimana Bank Dapat Berperan dalam Mendorong Terciptanya Pekerjaan Layak
Menilik Tantangan dalam Pengembangan SAF berbasis Minyak Jelantah di Indonesia
Mengintegrasikan Panas Perkotaan dalam Sistem Penanggulangan Bencana