Ipsos Global Trends 2024: Mencari Peluang Baru di Tengah Perkembangan Global
Ipsos Global Trends 2024: In Search of a New Consensus. | Foto: I
Perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan di dalam dunia yang terus berkembang. Masyarakat berusaha menavigasi perubahan tersebut dengan mengandalkan teknologi, tradisi, dan keberlanjutan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Pada saat yang sama, kenyataannya banyak ketegangan yang muncul di tengah dinamika perubahan tersebut, seperti kecemasan terhadap privasi, ketidakpastian ekonomi, dan ketidaksepakatan global. Laporan Ipsos Global Trends 2024 mengungkapkan bagaimana ketegangan ini mempengaruhi dunia dengan menyoroti perubahan tren di kalangan konsumen dan dinamika pasar di 50 negara, termasuk kawasan Asia-Pasifik, dan Indonesia di antaranya.
Tren Utama yang Mempengaruhi Masyarakat dan Pasar
Laporan Ipsos Global Trends 2024, yang bertajuk “In Search of a New Consensus: From Tension to Intention” menyoroti bahwa dunia tengah berada pada titik kritis perubahan. Melalui 50.000 wawancara di 50 negara, yang mencakup 75% populasi global dengan 90% PDB dunia, laporan ini mengungkap sembilan tren utama dunia saat ini yang mempengaruhi masyarakat dan pasar, yakni keretakan globalisasi, perpecahan masyarakat, perhatian bersama pada isu iklim, kemajuan teknologi, kesadaran terhadap kesehatan, kembalinya nilai-nilai tradisional, munculnya nihilisme baru, pentingnya kepercayaan, dan meningkatnya individualisme.
Di tengah transformasi besar terjadi, Ipsos menunjukkan bahwa dunia saat ini berada di persimpangan jalan yang beradaptasi dengan tantangan dan perubahan. Hal ini menjadi lebih kompleks di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, di mana modernisasi teknologi bertemu dengan nilai-nilai tradisional yang telah mengakar dengan kuat. Selain itu, tekanan perubahan iklim juga menjadi tantangan utama yang memengaruhi cara masyarakat hidup dan berkembang.
“Perkembangan ini memberikan sinyal kepada merek-merek global akan meningkatnya kebutuhan untuk mengakomodasi selera dan pasar lokal lebih dari sebelumnya,” tutur Irfan Setiawan, Senior Engagement Manager Ipsos Indonesia.
Tiga Tren Utama di Indonesia
Laporan tersebut juga mengungkapkan tiga tren utama yang membentuk kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.
Pertama, technowonder berupa tren teknologi. Optimisme terhadap teknologi, khususnya AI (Artificial Intelligence) dan kemajuan digital, menunjukkan bahwa Indonesia bersama negara-negara berkembang lainnya melihat teknologi sebagai solusi utama untuk masa depan. Di Indonesia, 68% responden percaya bahwa AI akan membawa dampak positif bagi dunia dan sektor industri. Adopsinya dapat dilihat lewat sektor perbankan, otomotif, e-commerce, pendidikan, hingga transportasi. Namun, optimisme terhadap teknologi juga disertai dengan keraguan terkait data privasi, dengan 73% konsumen merasa khawatir tentang bagaimana informasi pribadi mereka digunakan oleh perusahaan dan pemerintah.
Kedua, retreat to old system berupa tren paduan nilai tradisional. Nilai tradisional kembali mendapatkan perhatian di tengah arus modernisasi. Di Indonesia, 94% responden melihat tradisi sebagai nilai inti dari masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia bergerak maju dalam adopsi teknologi, nilai-nilai lokal tetap menjadi pondasi penting dalam kehidupan sosial dan budaya. Merek-merek lokal kini menciptakan produk dan layanan dengan memanfaatkan nilai warisan budaya dengan inovasi modern untuk menjangkau konsumen. Batik Keris, misalnya, memadukan motif batik tradisional dengan desain modern.
Ketiga, climate convergence berupa tren konvergensi iklim. Kesadaran terhadap perubahan iklim semakin kuat di Indonesia. Laporan Ipsos menunjukkan bahwa 91% konsumen Indonesia sudah terlibat aktif dalam upaya keberlanjutan, dengan menyelaraskan target pemerintah untuk mencapai net-zero emissions pada 2060. Masyarakat semakin peduli terhadap dampak lingkungan yang akhirnya mendorong sejumlah brand lokal untuk memperbaiki praktik bisnis mereka seperti menggunakan kemasan yang berkelanjutan atau menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan.
Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan
Untuk dapat merespons tren ini, perusahaan dan organisasi perlu mengambil langkah strategis dan adaptif. Tidak hanya dengan memenuhi regulasi, tetapi juga perlu berinovasi dengan cara-cara baru yang membantu konsumen merasa bahwa mereka juga berkontribusi pada masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. Saat ini adalah kesempatan untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Kolaborasi lintas sektor yang efektif antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil merupakan kunci dalam menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Baca laporan Ipsos selengkapnya di sini.
Editor: Abul Muamar

Larangan Impor 12 Komoditas dan Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi
Hak Alam untuk Lebah Tanpa Sengat di Peru
Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest