Mewujudkan Pendidikan Berkualitas yang Merata di Indonesia
Foto: Joseph Samson dari Pixabay
Pendidikan berkualitas merupakan fondasi untuk meningkatkan sumber daya manusia dan membuka jalan menuju kesejahteraan. Sayangnya, di Indonesia, pendidikan berkualitas masih belum dinikmati oleh setiap orang, sehingga menciptakan ketimpangan di banyak tempat. Terkait hal ini, Bappenas telah meluncurkan Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045 sebagai panduan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Hambatan dan Tantangan Pendidikan Indonesia
Pemerataan pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. Menurut dokumen peta jalan tersebut, tiga tantangan utama dalam dunia pendidikan Indonesia adalah pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan, dan penanganan masalah lingkungan sosial.
Belum meratanya akses pendidikan antara lain terlihat dari rendahnya angka partisipasi anak yang mengikuti pendidikan usia dini, belum optimalnya dana bantuan dan infrastruktur, kesenjangan partisipasi pendidikan, serta belum meratanya distribusi guru. Selain itu, kurangnya jumlah guru yang berkualitas serta minimnya pelatihan dan peningkatan kapasitas guru yang dilakukan secara berkala juga turut merupakan masalah serius yang mesti diatasi.
Sementara, masalah rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia terlihat dari belum berkembangnya sistem pembelajaran melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), kurangnya optimalisasi di berbagai lembaga pendidikan, seperti pesantren dan pendidikan keagamaan, pendidikan vokasi baik di tingkat SMK maupun perguruan tinggi, dan masih rendahnya kolaborasi riset di tingkat nasional dan internasional.
Sedangkan masalah lingkungan sosial berkaitan erat dengan tekanan ekonomi dan minimnya dukungan dari keluarga. Hal tersebut berdampak serius terhadap munculnya berbagai masalah sosial yang berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan anak, seperti pergaulan bebas, kriminalitas, hingga masalah narkoba.
Arah Kebijakan Pendidikan 2025-2045
Peta jalan pendidikan Indonesia 2025-2045 menetapkan tujuh pokok arah kebijakan untuk mengatasi berbagai hambatan dan tantangan yang ada, serta untuk memeratakan pendidikan berkualitas di Indonesia, yakni:
- Percepatan wajib belajar 13 tahun, dengan 1 tahun untuk pendidikan prasekolah dan 12 tahun untuk pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain meningkatkan kualitas layanan pendidikan usia dini, dan revitalisasi pendidikan nonformal, akselerasi penyediaan pendidik dan tenaga kependidikan berkualitas.
- Pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas dengan meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi berkualitas, pengembangan pembelajaran berbasis STEAM, peningkatan kualitas dan pengelolaan sumber daya manusia, dan penguatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi.
- Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran melalui pengembangan inovasi pembekalan dengan memanfaatkan teknologi digital dan penerapan pedagogi modern, penciptaan ekosistem lingkungan belajar yang mendukung penguatan karakter dan kesejahteraan peserta didik dan pendidik, dan penerapan kurikulum yang berfokus pada kompetensi fondasional .
- Pemenuhan layanan pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan berkualitas.
- Peningkatan produktivitas, daya saing, dan kemampuan kerja, melalui penguatan pembelajaran pendidikan vokasi, penguatan SDM pendidikan vokasi, penguatan pendidikan tinggi berbasis riset ilmiah, dan penguatan produktivitas dan daya saing pendidikan tinggi.
- Penguatan pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan berkualitas dengan restrukturisasi kewenangan pengelolaan guru untuk memastikan kemudahan mobilitas guru antar daerah, reformasi pendidikan keguruan dengan penguatan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan revitalisasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan ekosistem pendampingan bagi pengembangan profesional berkelanjutan.
- Penguatan sistem tata kelola pendidikan melalui penguatan kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penguatan sistem penjaminan mutu, dan penguatan kualitas dan efisiensi pembiayaan pendidikan.
Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Pendidikan berkualitas adalah modal dasar bagi seseorang untuk mencapai kesejahteraan dalam hidup, di samping layanan kesehatan berkualitas dan hak-hak dasar lainnya. Oleh karena itu, menyediakan akses ke pendidikan berkualitas untuk semua merupakan hal krusial untuk menciptakan kesempatan yang setara. Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil sangat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas, antara lain dengan merancang dan menerapkan regulasi yang mendukung pemerataan akses pendidikan dengan alokasi anggaran yang memadai, menyediakan program pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk pendidik dan murid, dan memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat yang termarginalkan.
Editor: Abul Muamar

Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan