Ruang Bersama Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Desa
Siswi MI Al Bahja di Desa Buniara sedang mengikuti pelajaran di kelas. | Foto: Tiara Azzahra Nurisya
Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Di berbagai daerah di Indonesia, masih terdapat tantangan signifikan terkait dua isu yang saling berkaitan ini, termasuk masih maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak serta minimnya pemberdayaan perempuan. Di wilayah pedesaan, tantangannya semakin kompleks karena faktor-faktor sosial-ekonomi hingga tradisi dan budaya. Terkait hal ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), meluncurkan program Ruang Bersama Indonesia sebagai upaya mewujudkan desa yang lebih aman bagi perempuan dan anak, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan perempuan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan.
Tantangan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Desa
Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan agenda strategis dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Namun, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemberdayaan perempuan, terutama di wilayah pedesaan.
Dalam masyarakat patriarkis, perempuan sering menghadapi kesulitan dalam berpartisipasi di ruang-ruang publik, termasuk untuk menjalani pelatihan karena hambatan yang berkaitan dengan budaya dan tradisi. Selain itu, dalam bidang ekonomi dan politik, minimnya dukungan keluarga serta hambatan sistemik turut menghambat keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan dan menghalangi perempuan untuk menempati posisi kepemimpinan. Dalam situasi darurat seperti bencana atau pandemi, tantangannya semakin berat dengan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan, serta ketidakadilan dalam pendataan bantuan bagi kelompok rentan, dimana perempuan seringkali tereksklusi.
Kesenjangan ini pada gilirannya berdampak terhadap peran ibu dalam keluarga serta kontribusi perempuan dalam pembangunan desa. Ibu yang tidak berdaya akan kesulitan memberikan lingkungan yang optimal bagi anak-anak mereka, sehingga berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Selain itu, anak-anak di desa juga sering menghadapi ancaman yang lebih besar terkait kekerasan serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung perkembangan mereka secara optimal seperti terbatasnya akses ke pendidikan berkualitas dan kurangnya dukungan keluarga.
Ruang Bersama Indonesia
Ruang Bersama Indonesia (RBI) diresmikan pada 22 Desember 2024, bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu. RBI bertujuan sebagai ruang edukasi bagi perempuan dan anak, sekaligus mendorong keberanian perempuan untuk bersuara dalam menghadapi kekerasan. Selain itu, program ini berfungsi untuk memperkuat otoritas negara dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk praktik pemotongan dan pelukaan genitalia perempuan/P2GP (sunat perempuan) serta perkawinan anak di bawah umur.
Dalam pelaksanaannya, RBI memiliki beberapa rencana aksi yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi perempuan dan anak. Salah satunya adalah pendekatan berbasis permainan tradisional yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan filosofi kehidupan dalam kehidupan anak-anak. Dengan permainan tradisional, anak-anak diharapkan dapat belajar tentang kebersamaan, toleransi, dan kearifan lokal, serta terhindar dari kecanduan gawai. Selain itu, RBI melibatkan berbagai pihak, antara lain:
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang berperan dalam pelatihan kreativitas anak dan pendataan anak putus sekolah.
- Mahasiswa dari program studi seni, pendidikan, dan psikologi yang mengikuti program magang untuk membantu mengembangkan potensi anak-anak.
- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berperan dalam pemberdayaan ekonomi perempuan.
- Kementerian Kesehatan yang bertugas dalam pendataan kasus stunting dan masalah kesehatan ibu hamil.
- Masyarakat desa yang menjadi aktor utama dalam menggerakkan program RBI di tingkat komunitas.
Per Januari 2025, RBI telah berjalan di 18 lokasi, di antaranya Kampung Jimpitan di Kota Tangerang, Desa Mendalo Darat di Kabupaten Muaro Jambi, Desa Pulau Sewangi di Kabupaten Barito Kuala, Desa Ayula Selatan di Kabupaten Bone Bolango, Kelurahan Oesapa Barat di Kota Kupang, dan Desa Dauh Peken di Tabanan.
Pemerataan Peluang
Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa memerlukan pendekatan holistik yang menciptakan lingkungan inklusif, aman, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal. Mengingat wilayah Indonesia yang luas, distribusi dan pemerataan akses terhadap pendidikan bagi anak-anak, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi bagi perempuan perlu dipastikan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil. Pembangunan norma sosial yang mendukung kesetaraan gender serta perlindungan anak perlu diperkuat melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Sinergi yang berkelanjutan akan memungkinkan perempuan lebih berdaya dalam berbagai aspek kehidupan, sementara anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Editor: Abul Muamar

Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan