Skip to content
  • Tentang
  • Bermitra dengan Kami
  • Beriklan dengan Kami
  • GNA Internasional
  • Berlangganan
  • Log In
Primary Menu
  • Beranda
  • Terbaru
  • Topik
  • Wilayah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Maluku
    • Nusa Tenggara
    • Papua
    • Sulawesi
    • Sumatera
  • Kabar
  • Ikhtisar
  • Wawancara
  • Opini
  • Figur
  • Infografik
  • Video
  • Komunitas
  • Siaran Pers
  • ESG
  • Muda
  • Dunia
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Diversifikasi Pangan Pokok Alternatif Pengganti Nasi di Tengah Perubahan Iklim

Perubahan iklim mengganggu produksi beras di banyak negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Karena itu, diversifikasi pangan pokok alternatif pengganti nasi merupakan hal penting untuk memastikan ketahanan pangan.
Oleh Prayul Sartika
14 Februari 2024
Beras putih di sendok kayu

Foto: Marco Verch di Flickr.

“Belum makan kalau belum makan nasi”, begitu kata orang-orang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada umumnya. Nasi menyediakan 50% asupan kalori bagi penduduk di Asia Tenggara. Sayangnya, kekeringan dan suhu yang lebih hangat di Asia Tenggara mendatangkan dampak buruk, dan kita melihat adanya penurunan produksi beras. Di tengah perubahan iklim yang semakin intens, diversifikasi pangan pokok alternatif pengganti nasi merupakan hal penting untuk mendukung ketahanan pangan.

Tantangan Produksi Beras di Asia Tenggara

Produksi beras di Asia dapat melimpah karena iklim hangat, curah hujan tinggi, tenaga kerja murah, dan kondisi cuaca yang mendukung—kondisi ideal untuk pertanian padi. Selain itu, beras juga memiliki ikatan budaya dan sejarah yang kuat di Asia. Namun, banyak negara di Asia Tenggara menghadapi sejumlah tantangan dalam produksi beras.

Thailand, contohnya, meminta para petaninya untuk mengurangi penanaman padi demi menghemat air dan beralih ke tanaman lain yang tahan kekeringan. Vietnam dan Indonesia juga menghadapi masalah serupa. Vietnam telah mengumumkan rencana untuk mengalihkan ekspornya ke beras berkualitas tinggi, yang secara efektif mengurangi ekspor beras dari 7,1 juta ton saat ini menjadi 4 juta ton pada tahun 2030. Sedangkan Indonesia memutuskan untuk mengimpor 3 juta ton beras pada tahun 2024 untuk menutup kekurangan pasokan akibat perubahan pola cuaca.

Diversifikasi Pangan Pengganti Nasi

beberapa potong singkong
Foto: Emily di Flickr.

Beralih ke makanan pokok alternatif akan bermanfaat ketika produksi beras terganggu. Dalam konteks Asia Tenggara, pangan pokok alternatif menjadi bagian penting dalam pola makan seseorang sebagai pengganti nasi. Beberapa tanaman non-padi yang menjanjikan untuk dipertimbangkan sebagai makanan pokok alternatif antara lain:

  • Sorgum: Sereal tropis asli Afrika ini banyak dibudidayakan di Afrika tropis dan subtropis serta Asia. Sorgum merupakan sumber energi yang baik dengan indeks glikemik rendah karena mengandung 75% karbohidrat kompleks. Sorgum juga tahan terhadap kekeringan dan tumbuh cukup baik di tanah yang tidak subur.
  • Jagung: Banyak ditanam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Rata-rata 100 gram jagung mengandung 365 kalori. Jagung juga mengandung beberapa antioksidan, vitamin, dan mineral.
  • Sagu: Merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara, terutama Malaysia, Indonesia, Papua Nugini, dan Filipina. Sagu dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok yang mengandung kurang lebih 90% karbohidrat per 100 gramnya. Kandungan seratnya juga dapat membantu meningkatkan kesehatan usus.
  • Singkong: Singkong sudah menjadi tanaman umbi-umbian yang banyak dibudidayakan di negara-negara berkembang tropis. Singkong dianggap sebagai makanan pokok alternatif yang penting bagi lebih dari setengah miliar orang. Singkong kaya akan kalori dan vitamin C. Singkong mudah beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan mudah ditanam. Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Kamboja adalah produsen singkong terbesar ketiga, keenam, ketujuh, dan kesembilan di dunia, dengan luas lahan mencapai 3,5 juta hektare.
  • Ubi jalar: Tanaman umbi-umbian ini berasal dari tiga wilayah tropis di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Ubi jalar mengandung 118 kalori karbohidrat per 100 gram, dan juga tinggi vitamin C, serat, vitamin B6, potasium, dan nutrisi penting lainnya yang baik untuk kesehatan.

Strategi Diversifikasi Pangan

Pangan pokok alternatif sangat beragam dan penting dalam memastikan ketahanan dan keamanan pangan di tengah perubahan iklim. Diversifikasi pangan juga penting dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan, serta dapat membantu mendorong pola makan yang lebih sehat bagi semua orang, terutama jika didukung dengan kebijakan agropangan yang kuat.

Strategi diversifikasi pangan mencakup banyak hal, mulai dari transformasi agribisnis dari pendekatan monosektoral menjadi multisektoral dalam pertanian pangan hingga penyediaan infrastruktur yang tepat agar hasil panen terjangkau dan mudah diakses. Selain itu, edukasi juga penting untuk mengubah perilaku konsumen agar tidak bergantung pada beras. Pada akhirnya, selain daftar makanan pokok alternatif, upaya mencapai diversifikasi pangan memerlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan sistem pangan yang adil, inklusif, dan berketahanan iklim.

Editor: Nazalea Kusuma

Penerjemah: Abul Muamar

Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.

Perkuat pengembangan kapasitas pribadi dan profesional Anda dengan Langganan GNA Indonesia.

Jika konten ini bermanfaat, harap pertimbangkan Langganan GNA Indonesia untuk mendapatkan akses digital ke wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Indonesia dan dunia.

Pilih Paket Langganan Anda

Prayul Sartika
Reporter at Green Network Asia | Website |  + postsBio

Prayul adalah Reporter di Green Network Asia. Lulusan program Biologi Universitas Adi Buana ini memiliki passion yang kuat dalam menulis tentang keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan isu-isu lain terkait SDGs.

  • Prayul Sartika
    https://greennetwork.id/author/prayulnoviliasartika/
    Meningkatkan Pemanfaatan Tanaman Obat untuk Dukung Layanan Kesehatan
  • Prayul Sartika
    https://greennetwork.id/author/prayulnoviliasartika/
    Meningkatkan Sistem Pertanian dengan Teknologi Drone
  • Prayul Sartika
    https://greennetwork.id/author/prayulnoviliasartika/
    Aruba Akui Hak-Hak Alam Lewat Amandemen Konstitusi
  • Prayul Sartika
    https://greennetwork.id/author/prayulnoviliasartika/
    Solusi Berbasis Alam untuk Pengelolaan Air Pertanian

Continue Reading

Sebelumnya: Kominfo Terbitkan Surat Edaran terkait Etika Penggunaan AI
Berikutnya: Menjaga Kesehatan Diri dan Lingkungan dengan Pola Makan Berkelanjutan

Baca Kabar dan Cerita Lainnya

mobil angkutan berwarna biru tanpa penanda rute di kelokan jalan dekat pos polisi lalu lintas Harapan akan Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Kota Serang
  • Konten Komunitas
  • Unggulan

Harapan akan Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Kota Serang

Oleh Ajeng Rizkasari
28 Agustus 2025
Topi wisuda melambangkan semakin banyaknya lulusan yang menghadapi kesempatan kerja terbatas Sarjana Berlimpah, Cari Kerja Susah: Mengulik Isu Pengangguran Sarjana di Negara Berkembang
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Sarjana Berlimpah, Cari Kerja Susah: Mengulik Isu Pengangguran Sarjana di Negara Berkembang

Oleh Sukma Prasanthi
28 Agustus 2025
seorang pedagang bertopi caping mendorong gerobak menyeberangi jalan. Mengatasi Heat Stress Okupasional Demi Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
  • Eksklusif
  • Kabar
  • Unggulan

Mengatasi Heat Stress Okupasional Demi Keselamatan dan Kesehatan Pekerja

Oleh Dinda Rahmania
27 Agustus 2025
foto udara KEK Mandalika; terdapat jalanan dan beberapa bangunan di wilayah yang terhubung pantai dan laut Sisi Kelam Pengembangan Pariwisata di Kawasan KEK Mandalika
  • Eksklusif
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Sisi Kelam Pengembangan Pariwisata di Kawasan KEK Mandalika

Oleh Seftyana Khairunisa
26 Agustus 2025
pasangan lanjut usia menggunakkan masker Polusi Udara dan Risiko Demensia yang Lebih Tinggi
  • Eksklusif
  • Kabar
  • Unggulan

Polusi Udara dan Risiko Demensia yang Lebih Tinggi

Oleh Dinda Rahmania
26 Agustus 2025
Sekelompok laki-laki muda berfoto bersama seorang ibu di depan sebuah rumah. Kisah Mpu Uteun dan Ekofeminisme di Aceh
  • Konten Komunitas
  • Unggulan

Kisah Mpu Uteun dan Ekofeminisme di Aceh

Oleh Naufal Akram
25 Agustus 2025

Tentang Kami

  • Surat CEO GNA
  • Tim In-House GNA
  • Jaringan Penasihat GNA
  • Jaringan Author GNA
  • Panduan Artikel Opini GNA
  • Panduan Konten Komunitas GNA
  • Layanan Penempatan Siaran Pers GNA
  • Program Magang GNA
  • Pedoman Media Siber
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
© 2021-2025 Green Network Asia