Upaya Lentera Bumi Nusantara Ciptakan Solusi Masalah Energi, Pangan, dan SDM
Foto: Suasana lokasi Lentera Bumi Nusantara di Ciheras
“Saya percaya bahwa kita dapat membuat air, angin, dan apa yang ada di bumi pertiwi bisa menghidupi bangsa kita sendiri,” kata Ricky Elson, pendiri Lentera Bumi Nusantara, sebuah startup yang bercita-cita membangun sustainable community di Indonesia melalui penguasaan, penerapan, dan pengembangan teknologi baru.
Memanfaatkan dan Mengembangkan Teknologi
Untuk mewujudkan cita-cita itu, Lentera Bumi Nusantara berupaya melakukan penelitian dan pengembangan teknologi yang lebih efisien, ramah lingkungan, berdampak, dan berkelanjutan; menerapkan teknologi untuk membantu menyelesaikan permasalahan energi dan pangan; serta melakukan proses transfer ilmu dan teknologi untuk pengembangan sumber daya manusia.
Upaya yang dilakukan Lentera Bumi Nusantara ini bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah kelangkaan energi yang tidak hanya melanda Indonesia, tapi juga dunia. Menurut proyeksi International Energy Agency, permintaan energi dunia hingga tahun 2030 meningkat sebesar 45%. Sekitar 80% kebutuhan energi dunia tersebut dipasok dari bahan bakar fosil. Padahal penggunaan energi fosil masih dibayang-bayangi beragam masalah terkait aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Maka, pemakaian energi bersih yang baru dan terbarukan menjadi langkah strategis dan tepat sebagai solusinya.
Riset dan Pengembangan Turbin Angin
Apa yang dilakukan Ricky ini bermula pada tahun 2011 ketika ia bersama sejumlah pemuda melakukan riset dan pengembangan turbin angin skala mikro di Indonesia. Setahun kemudian, mereka membangun sebuah situs penelitian dan pengembangan turbin angin skala mikro di tepi Pantai Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Situs tersebut dilengkapi dengan tiga turbin angin dan panel surya. Tahun berikutnya, bersama Pertamina dan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), mereka membangun sebuah pembangkit listrik tenaga hybrid (angin dan surya), berupa 100 unit turbin angin berkapasitas 500 W (total 50 kW) dan panel surya berkapasitas 20 kW di 4 desa di Pulau Sumba.
Pada Mei 2015, Lentera Bumi Nusantara resmi berdiri dan menandai awal mula terjun ke ranah pangan, di samping energi baru dan terbarukan. Enam tahun sejak saat itu, tahun ini mulai dibangun fasilitas pertanian, peternakan, dan perikanan, serta fasilitas belajar dan penginapan. Saat itulah mereka mulai mengeksplorasi berbagai potensi yang ada di sekitar situs Ciheras, untuk mengetahui sumber daya apa yang bisa dikembangkan sekaligus memberdayakan masyarakat. Mereka pun mengembangkan peternakan domba serta memproduksi bubuk kelor, minyak kelapa dara (virgin coconut oil), dan madu.
Transfer Teknologi kepada Mahasiswa
Sejak awal, Lentera Bumi Nusantara juga melaksanakan transfer teknologi kepada akademisi muda dengan menerima mahasiswa melalui program kuliah kerja praktik secara cuma-cuma. Hingga pada 2017, sistem kerja praktik ini dikembangkan menjadi ‘Ciheras University’, dan menerima 80-170 orang per semester untuk belajar di sana. Di tahun-tahun selanjutnya, mereka mengembangkan generator, bilah kincir berbahan fiber, penambahan turbin angin dan panel surya, skuter elektrik, mobil golf elektrik, dan mobil listrik yang masih dalam proses.
Ada tiga lini utama divisi aktivitas di Lentera Bumi Nusantara, yaitu ‘Lentera Energi’, ‘Lentera Agri’, dan ‘Ciheras University’. Aktivitas Lentera Energi Nusantara berpusat pada bidang riset dan pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) skala mikro. Teknologi inti ini meliputi komponen-komponen utama dari PLTB yaitu bilah, generator, controller, dan data logger.
Sedangkan Lentera Agri Nusantara merupakan divisi pangan yang mengembangkan potensi hasil bumi dan peternakan di wilayah Ciheras. Hal terpenting dari kegiatan bisnis sosial Lentera Agri ialah adanya perputaran ekonomi di masyarakat.
Adapun Ciheras University menjadi sarana bagi Lentera Bumi Nusantara untuk berbagi ilmu dan transfer teknologi pada anak muda dari seluruh Indonesia. Setiap tahun ada ratusan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia yang turut belajar mengenai teknologi pemanfaatan energi angin di sana.
Sampai saat ini sudah ada 1.100 mahasiswa yang belajar bersama di Ciheras University, dan tiga desa telah teraliri listrik melalui energi terbarukan ala Lentera Bumi Nusantara. Langkah-langkah nyata yang dilakukan Lentera Bumi Nusantara menunjukkan kesungguhan untuk menjadi solusi masalah energi. Bukan hanya dengan memproduksi teknologi penyedia energi, mengupayakan kemandirian, maupun memberdayakan potensi masyarakat sekitar; tetapi juga menggelar kelas-kelas pendidikan dan pelatihan untuk anak-anak muda, agar ide dan semangat mereka bisa terus berkelanjutan.
Editor: Abul Muamar
Join Membership Green Network Asia – Indonesia
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.
Zia is a Reporter at Green Network Asia. He graduated from UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta with a bachelor's degree in Islamic Education. He is currently a Learning Companion at Qaryah Thayyibah Learning Community (KBQT).

Sarjana jadi Petugas Kebersihan: Potret Merebaknya Lapangan Kerja Bergaji Rendah
Melindungi Seni dan Warisan Budaya di Tengah Konflik
Mungkinkah Kita Melepaskan Diri dari Jeratan Sampah Plastik?
Kemajuan dan Kesenjangan Layanan Kesehatan di Asia Tenggara
Mengulik Dampak Pertambangan Liar di Sepanjang Sungai Mekong
Tumbuhnya Desa Wisata dan Tantangan dalam Implementasi Pariwisata Berkelanjutan