Tren Pertumbuhan UMKM di Asia Pasifik dan Hambatan yang Perlu Diatasi
Foto: FedEx.
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan pendorong perekonomian di banyak negara, termasuk di Indonesia. Sebuah studi oleh FedEx Express, bekerja sama dengan Forbes Insights, memberikan gambaran yang menjanjikan mengenai potensi UMKM di Asia Pasifik, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi.
Asia Tenggara sebagai Pusat Pertumbuhan
Studi tersebut mengungkap bahwa 68% peserta survei menyebut Asia Tenggara (meliputi Thailand, Vietnam, dan Indonesia) sebagai wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi paling signifikan. Optimisme ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang kuat, ikatan budaya yang sama, dan penguatan perjanjian perdagangan di ASEAN.
Meskipun terdapat prospek positif, peraturan bea cukai yang rumit masih menjadi kendala utama bagi UMKM, bahkan melebihi tantangan seperti menemukan pelanggan atau mitra baru. Keterbatasan keahlian semakin mempersulit UMKM untuk melakukan ekspansi internasional.
Peluang dan Hambatan
Meningkatkan pengalaman pelanggan adalah prioritas utama bagi UMKM. Namun, keterbatasan anggaran dapat menghambat penerapan solusi terkini seperti analisis data dan pembelajaran mesin. Banyak responden (66%) percaya bahwa teknologi otomatis seperti AI sangat penting untuk tetap kompetitif secara global. Secara keseluruhan, penerapan transformasi digital dipandang sebagai peluang utama bagi pertumbuhan UMKM di Asia Pasifik.
Namun, pada saat yang sama, transformasi digital juga menghadirkan tantangan, termasuk penerapan strategi digital, masalah keamanan siber, dan biaya peningkatan sistem. Untungnya, kemitraan dengan perusahaan yang menawarkan perangkat digital yang mapan dapat membantu UMKM dalam mengatasi tantangan ini.
Laporan tersebut juga mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang perlu diatasi oleh UMKM agar dapat memaksimalkan peluang internasional. Dalam hal ini, peraturan dan dokumentasi bea cukai yang rumit tercatat sebagai hambatan utama bagi separuh UMKM yang disurvei. Hambatan ini bahkan lebih besar dibanding mencari pelanggan baru (45%) dan mitra atau pemasok internasional (42%).
Masa Depan yang Cerah bagi UMKM di Asia Pasifik
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan persaingan global yang menimbulkan tantangan, tetap ada hal positif bagi UMKM di Asia Pasifik. Pasar Asia Tenggara mengalami pertumbuhan pesat, menjadikannya target utama perdagangan intra-Asia, kata Kawal Preet, Presiden kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah & Afrika FedEx Express.
Dengan memanfaatkan potensi kawasan, mengatasi hambatan internasional, dan merangkul transformasi digital, UMKM di Asia Pasifik memiliki posisi yang baik untuk menjadi kekuatan utama di pasar global. Pemerintah di kawasan ini mesti secara aktif menerapkan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan mereka, sehingga mendorong optimisme akan masa depan yang cerah.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Join Membership Green Network Asia – Indonesia
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.
Dandy is a Reporter at Green Network Asia. He is currently studying undergraduate program of Materials Engineering at Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS).

Mengulik Kemajuan Teknologi sebagai Pengganti Uji Coba pada Hewan
Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan