Menilik 7 Tren Keberlanjutan dalam Bisnis
Foto: AccountAbility.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan dan ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola/LST) semakin menjadi prioritas utama dalam agenda bisnis. Bisnis mengakui pentingnya mengambil tindakan untuk melindungi lingkungan dan mempromosikan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui tren keberlanjutan dalam bisnis saat ini.
Tren Keberlanjutan dalam Bisnis
Secara keseluruhan, banyak faktor yang mendorong tren keberlanjutan, seperti insentif dan peraturan pemerintah, standar investor, sentimen pelanggan, serta pandangan tenaga kerja dan masyarakat luas. Baru-baru ini, firma konsultan ESG global AccountAbility merilis Laporan 7 Tren Keberlanjutan 2023 – Membentuk Agenda Bisnis Global.
Laporan ini mengacu pada penelitian ekstensif perusahaan dan pengalaman konsultasi selama 30 tahun untuk menunjukkan dengan tepat tujuh tren keberlanjutan yang saat ini memengaruhi lanskap bisnis. Untuk membekali organisasi dengan pengetahuan dan wawasan agar tetap berada di depan, laporan ini menggali setiap tren secara terperinci, memberikan perspektif ahli tentang dampaknya terhadap bisnis, dan menawarkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk mengubah tren ini menjadi praktik berkelanjutan.
- Lanskap Net Zero (Emisi Nol Bersih)
Perubahan iklim tak dapat disangkal merupakan salah satu masalah paling mendesak yang kita hadapi saat ini. Dampaknya sangat luas dan kompleks, mempengaruhi segala aspek kehidupan, mulai dari lingkungan hingga ekonomi.
Untuk bisnis, khususnya, perubahan iklim menghadirkan tantangan yang signifikan. Mereka yang tak mampu bertindak, akan menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi keuntungan mereka. Sebaliknya, bagi perusahaan yang dapat membuktikan dirinya transparan dan berkomitmen terhadap dekarbonisasi, akan memiliki peluang besar untuk memimpin dan mendorong perubahan positif. Karenanya, menjadi jelas bahwa mengambil tindakan terhadap perubahan iklim bukan hanya hal yang benar dari sudut pandang etika, melainkan juga merupakan keputusan bisnis yang bijak.
- Keuntungan dan Aktivisme Para Pemangku Kepentingan
Konsumen, karyawan, dan investor semakin ingin tahu tentang dampak sosial dan lingkungan dari sebuah bisnis. Kini, semakin penting bagi perusahaan untuk mengambil tindakan terhadap isu-isu seperti perubahan iklim, hak-hak pekerja, dan ketidaksetaraan.
Namun, menyeimbangkan kebutuhan pemegang saham dengan kebutuhan lain merupakan tantangan. Agar berhasil, bisnis harus menemukan cara untuk menangani isu-isu ESG seraya menunjukkan empati dan daya tanggap terhadap pelanggan yang beragam. Dengan demikian, perusahaan dapat memaksimalkan nilai pemegang saham dan membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk jangka panjang.
- Geopolitik
Dalam dunia pasca-globalisasi, semakin jelas bahwa geopolitik adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan saat mengevaluasi kerangka kerja ESG. Ini berarti bahwa bisnis mesti hati-hati dalam mempertimbangkan berbagai faktor risiko dan ketidakpastian dan menggunakannya untuk menginformasikan proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, bisnis dapat menentukan pilihan berdasarkan informasi yang membantu menavigasi lanskap politik dan ekonomi global yang kompleks dan berubah-ubah.
- Dewan Direksi yang Berfokus pada Masa Depan
Dewan direksi yang solid sangatlah penting. Mereka memainkan peran penting dalam mengatur budaya organisasi dan membuat model nilai-nilai perusahaan dan praktik bisnis. Setiap direktur adalah “penghubung” penting antara nilai-nilai inti perusahaan dan kinerja bisnis utama.
Membangun dewan yang beragam dan berkomitmen dengan pengalaman di berbagai industri dan fungsi bisnis sangatlah penting. Dengan dewan kepemimpinan yang kuat, organisasi dapat mengatasi badai apa pun yang datang saat krisis muncul.
- Pengungkapan dan Pelaporan ESG
Seiring perkembangan lanskap bisnis, perusahaan harus mulai melaporkan dan mengungkapkan masalah ESG mereka. Hal ini terutama berlaku karena syarat wajib semakin ketat di beberapa pasar terbesar dunia.
Bisnis yang membutuhkan lebih banyak persiapan untuk tantangan pengungkapan yang baru dan ketat ini mungkin memerlukan bantuan untuk mematuhinya. Di sisi lain, perusahaan yang memiliki strategi keberlanjutan formal, kerangka kerja tata kelola yang jelas, dan mekanisme manajemen data ESG yang mapan, akan lebih “aman” saat menghadapi tantangan ini.
Selain itu, penting bagi pemangku kepentingan, termasuk investor, untuk mempercayai data kinerja yang dilaporkan. Kredibilitas data yang diungkapkan tidak diragukan lagi akan menjadi fokus utama ke depan.
- Rantai Nilai Berkelanjutan
Organisasi mesti mengambil pendekatan komprehensif yang menggabungkan prinsip-prinsip ESG untuk mencapai rantai pasok yang lebih berkelanjutan. Hal ini akan membantu dalam membangun ketahanan dan kelayakan ekonomi dalam jangka panjang.
Pengadaan yang berkelanjutan sangat penting dalam mendorong perkembangan dalam mencapai tujuan ESG organisasi dengan mengurangi risiko sistemik dan memungkinkan visibilitas yang lebih besar atas input operasional holistik. Ini termasuk Cakupan 3 emisi Gas Rumah Kaca (GRK), asal sumber bahan, dan praktik hak asasi manusia pemasok. Untuk mencapai hal ini, audit pemasok, kode etik, dan pemetaan rantai nilai sangat penting bagi bisnis untuk meningkatkan level keberlanjutan perusahaan
- Aset Berbasis Alam untuk Penilaian
Saat ini, aset berbasis alam semakin dipertimbangkan dalam mendorong penilaian perusahaan dan kelangsungan bisnis jangka panjang. Bahan mentah yang penting untuk produk perusahaan dan layanan ekosistem yang berdampak pada operasi bisnis menjadi kini lebih penting dibanding sebelumnya.
Perusahaan perlu untuk benar-benar memahami efek, ketergantungan, dan geografi mana yang penting untuk ditangani, inventarisasi yang berfokus pada alam dan analisis materialitas adalah langkah pertama yang penting. Selain itu, investor dan pemangku kepentingan lainnya kini semakin menekankan pentingnya laporan non-keuangan dan penetapan target eksternal di sekitar alam. Perusahaan yang berkomitmen pada pengungkapan yang transparan dan pengelolaan alam akan lebih siap menghadapi perkembangan.
Profit, Manusia, dan Planet
Memahami lanskap keberlanjutan dan ESG yang berubah-ubah merupakan tantangan yang tak terelakkan di tengah tuntutan konsumen dan masyarakat yang semakin meningkat. Namun, dengan meningkatkan fokus, keseimbangan, dan tindakan yang terhubung secara hati-hati, ada potensi besar bagi bisnis untuk memajukan agenda keberlanjutan.
Tren keberlanjutan yang teridentifikasi dalam laporan ini seharusnya menawarkan wawasan dan kesimpulan berharga untuk membantu bisnis tetap berada di garis depan perkembangan penting ini. Perusahaan dapat mengubah tren menjadi tindakan keberlanjutan yang bermakna dengan menjelajahi setiap arah secara mendalam dan mengkalibrasi operasi mereka tidak hanya untuk keuntungan tetapi juga manusia dan planet ini.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Aliyah is a Contributing Author at Green Network Asia. She graduated from Universitas Indonesia with a bachelor's degree in Social Welfare.

Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan