Membuka Peluang Green Jobs Indonesia Bersama Zona EBT
Foto oleh Zona EBT
Keberlanjutan (sustainability) saat ini adalah jantung segala-galanya. Semua sektor sedang menerapkan strategi dan inovasi untuk mengembangkan praktik berkelanjutan. Alhasil, pekerjaan baru yang fokus pada pelestarian lingkungan mulai bermunculan. Pekerjaan semacam itu disebut pekerjaan ramah lingkungan (green jobs).
Green jobs mempunyai kekuatan untuk berkontribusi pada sektor-sektor seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan perlindungan ekosistem. Sementara Indonesia sendiri memiliki banyak potensi dalam pekerjaan ramah lingkungan. Untuk memaksimalkan potensi pemain baru dalam green jobs, Zona EBT menggelar webinar bertajuk “Unlocking The Indonesian Green Jobs Opportunity”.
Dorong pertumbuhan ekonomi
Webinar tersebut diadakan pada 14 Mei 2022. Sebagai media yang fokus pada energi terbarukan, Zona EBT melihat pentingnya menyebarkan informasi tentang peluang kerja baru ini.
“Ini adalah upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui green jobs dalam rangka pembangunan berkelanjutan,” kata I Kadek Alamsta Suarjuniarta, CEO Zona EBT.
Webinar tersebut dihadiri oleh empat panelis: Mahatmi Parwitasari Saronto, Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas; Edward Ismawan Chamdani, Managing Director Gayo Capital; M Bijaksana Junerosano, founder & CEO Waste4Change; dan Anisa Isabella Agustina, Junior Manager Business Development PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA).
Perspektif multi-stakeholder mengenai green jobs
Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), green jobs menandakan keadaan ekonomi berkelanjutan dan masyarakat yang mampu melestarikan lingkungan. Untuk itu diperlukan komitmen para pemangku kepentingan untuk membuka potensi dan peluang green jobs di Indonesia.
Webinar tersebut merupakan kesempatan untuk mendengar tentang pekerjaan ramah lingkungan dari berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah menetapkan ekonomi hijau sebagai salah satu strategi untuk mengubah perekonomian Indonesia menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan setelah pandemi COVID-19. Kemitraan bilateral dengan pemerintah Jerman juga dijalin untuk mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia untuk peluang kerja ramah lingkungan.
Webinar tersebut juga membahas soal pentingnya mengatasi isu mengenai peran perempuan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dalam sektor energi terbarukan, yang mana saat ini lebih rendah (28%) dibandingkan dengan pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi (45%).
Dari perspektif bisnis, permintaan untuk penggantian kerugian karbon sukarela diproyeksikan akan melambung mengingat upaya perusahaan untuk mengurangi emisi karbon untuk mencapai tujuan emisi nol-bersih. Pada gilirannya, hal ini membuka berbagai peluang green jobs di sektor-sektor terbarukan Indonesia serta organisasi berbasis lingkungan seperti Waste4Change, New Energy Nexus, dan Sungai Watch.
Rekaman webinar tersebut dapat disimak dalam bahasa Indonesia.
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Membiarkan Hutan Pulih Sendiri sebagai Pendekatan yang Lebih Hemat Biaya
Membingkai Ulang Tata Kelola di Era Kebangkrutan Air
PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit