Komitmen F1 untuk Bebas Karbon pada Tahun 2030
Foto oleh Goh Rh Yan di Unsplash.
Sebagai salah satu ajang balap mobil paling bergengsi dunia, Formula One (F1) pada musim 2019 menghasilkan emisi karbon sekitar 256.551 ton. Temuan ini menjadi refleksi bagi Federasi Automobil Internasional/Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) dan Formula One Group untuk menghadirkan balapan yang ramah lingkungan.
Lewat kampanye Net Zero 2030, F1 berkomitmen untuk menyelenggarakan balap mobil kursi tunggal kelas tertinggi yang bebas karbon dan berkelanjutan pada tahun 2030.
Proyek Bebas Karbon F1 2030
Menurut Executive Chairman Formula 1 Chase Carey, komitmen Net Zero 2030 ini sederhananya adalah mengubah regulasi penggunaan mesin F1, dari mesin yang mengandalkan pembakaran internal (internal combustion engine) ke mesin berbasis hibrida (hybrid power unit) yang lebih sedikit konsumsi bahan bakarnya namun lebih besar tenaganya.
Lewat kerjasama dengan Aramco, F1 juga berkomitmen untuk menghasilkan riset bahan bakar yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan sekitar 90% bahan bakar fosil beroktan tinggi dengan 10% etanol terbarukan, bernama E10.
“Dalam meluncurkan strategi berkelanjutan ini, kami menyadari peran penting dari semua organisasi yang dapat mengatasi permasalahan ini,” ujar Carey.
Perubahan regulasi dan rencana jangka panjang ini tidak terlepas dari presensi F1 di kancah olahraga otomotif global. Penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh tim-tim F1 telah berkontribusi pada berbagai bidang industri, seperti konstruksi, otomotif, penerbangan, dan lainnya.
Upaya untuk Menuju Bebas Karbon 2030
Melihat adanya berbagai kontribusi itu, Stefano Domenicali Presiden & CEO Formula 1 menyatakan bahwa rencana jangka panjang F1 dan perubahan regulasi di dalamnya adalah suatu keharusan agar para pelaku industri di dunia dapat berinovasi untuk menciptakan produk terbarukan dan berdampak lebih positif pada lingkungan dan manusia.
Dalam mencapai komitmen tersebut, F1 setidaknya telah memiliki enam perencanaan utama, yakni:
- Memperkenalkan sistem penyiaran jarak jauh, yang akan mengurangi emisi gas buang dari sektor event sebesar 7%
- Mendesain ulang kontainer kargo yang memungkinkan penggunaan pesawat yang lebih efisien.
- Menggunakan energi terbarukan 100% di kantor pusat F1.
- Menyampaikan produksi siaran netral karbon secara berkelanjutan.
- Meraih akreditasi Manajemen Berkelanjutan tertinggi dari FIA
- Mengeluarkan panduan untuk mengampanyekan olahraga balap berkelanjutan pada penonton dengan berorientasi pada permasalahan energi, plastik dan limbah, kesejahteraan dan alam, dan perjalanan.
Selain itu, upaya F1 untuk menghadirkan balapan yang bebas karbon juga menyasar pada ranah sampingan, seperti perjalanan bisnis yang menyumbang 27% emisi, aktivitas pabrik setiap tim yang menyumbang 20% emisi, dan pengiriman logistik F1 via jalur laut maupun udara yang menyumbang 45% emisi.
Editor: Abul Muamar

Panji adalah Reporter di Green Network Asia. Ia belajar Ilmu Media Massa dan Komunikasi Digital di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Membiarkan Hutan Pulih Sendiri sebagai Pendekatan yang Lebih Hemat Biaya
Membingkai Ulang Tata Kelola di Era Kebangkrutan Air
PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit