Festival Kaum Muda untuk Iklim dan Kemanusiaan: Aksi Nyata Para Pemimpin Muda Indonesia
Ilustrasi oleh Plan Indonesia
Kawula muda sedang dan akan menjadi pihak yang menanggung beban terberat dari krisis iklim. Mereka juga semakin terlibat dalam perjuangan untuk mengatasi perubahan iklim, menambal kurangnya kepemimpinan di tingkat kebijakan publik. Di Indonesia, Festival Kaum Muda untuk Iklim dan Kemanusiaan diharapkan dapat membekali, mendorong, dan memulai aksi nyata para pemimpin muda.
Dimulai pada Oktober 2021, Plan Indonesia bekerjasama dengan organisasi kaum muda Teens Go Green Indonesia menggelar Festival Kaum Muda untuk Iklim dan Kemanusiaan. Festival ini menaungi 165 acara daring dan tatap-muka serta aksi nyata 48 pemimpin muda Indonesia.
Para pemuda ini dipilih dari 200 anak muda dari 70 komunitas di 29 provinsi di seluruh Indonesia. Mengingat pentingnya memberdayakan perempuan untuk aksi iklim yang ramah gender, panitia dengan senang hati mencatat bahwa sekitar 59,4% kandidat merupakan perempuan muda berusia 18 hingga 24 tahun.
Didukung oleh Plan International Australia dan ANCP-DFAT (Program Kerjasama OMS dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia), 48 anak muda tersebut menerima hibah benih untuk memimpin komunitas mereka. Melalui masa pelatihan yang berlangsung hingga November 2021, mereka dibekali dengan pengetahuan dan informasi tentang isu-isu ketahanan dalam mitigasi dan tanggap bencana, perlindungan anak, kekerasan berbasis gender, krisis iklim, dan kemanusiaan.
Selanjutnya, para pemimpin muda tersebut mulai menapaki jalan mereka. Mereka mengadakan berbagai acara—baik daring, tatap-muka, kampanye digital, aksi nyata—dengan lebih dari 7.000 peserta aktif. Acara-acara tersebut menghasilkan hampir dua ribu unggahan di media sosial yang menjangkau lebih dari 170 ribu penonton.
Menjelang akhir festival, para pemimpin muda tersebut mengadakan serangkaian sesi Instagram Live bersama Teens Go Green Indonesia untuk berbagi cerita tentang praktik baik dan tindakan nyata mereka. Festival Kaum Muda untuk Iklim dan Kemanusiaan ditutup pada 11 Desember dan dirayakan dalam acara daring yang disiarkan langsung di YouTube dengan 48 pemuda terpilih dan disaksikan oleh pemirsa di seluruh Indonesia.
Plan Indonesia dan Teens Go Green Indonesia menyusun cerita dan aksi mereka menjadi sebuah buku, yang segera dapat diakses oleh publik. Festival Kaum Muda untuk Iklim dan Kemanusiaan adalah proses pembelajaran bagi banyak orang, dan semoga, ini akan terus membantu lebih banyak orang lagi untuk belajar dan mengambil tindakan.
Editor: Marlis Afridah
Penerjemah: Abul Muamar
Untuk membaca versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris, klik di sini.
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.

Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan