Langkah Keberlanjutan IKEA dan Pentingnya Tanggung Jawab Lingkungan Perusahaan Global
Foto oleh Jueun Song di Unsplash.
Dunia bergerak menuju target nol emisi karbon untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Kenaikan suhu bumi harus ditahan tidak lebih dari 2°C berdasarkan Perjanjian Paris 2015. Dewasa ini, sektor bisnis dituntut untuk lebih bertanggung jawab karena merupakan salah satu penyumbang utama emisi gas rumah kaca.
IKEA adalah salah satu perusahaan global yang menetapkan target pengurangan jejak karbon dari operasi bisnisnya.
Perjalanan Keberlanjutan IKEA
Selama hampir satu dekade, IKEA–perusahaan ritel perabot dan mebel asal Swedia– telah menjalankan komitmen keberlanjutan dalam operasi bisnisnya. Strategi keberlanjutan IKEA yang bertajuk ‘People and Planet Positive’ diluncurkan sejak 2012 lalu. Strategi ini bertujuan untuk mengubah model bisnis IKEA, termasuk rantai nilainya secara keseluruhan, serta untuk mengubah kehidupan konsumen di seluruh dunia.
Dalam laporan keberlanjutan perusahaan tahun 2021, IKEA menetapkan beberapa fokus bisnis dan praktik keberlanjutan yang telah berjalan dan sebagian ditargetkan tercapai pada tahun 2030, di antaranya:
- Meningkatkan penggunaan energi terbarukan di seluruh rantai nilai dengan 100% listrik terbarukan di 10 pasar tambahan IKEA, termasuk Rusia. IKEA berupaya mempercepat transisi ke sumber daya listrik terbarukan untuk 1.600 pemasok produk mereka. IKEA juga memastikan bahwa semua pabrik produksi dan distribusi hanya mengonsumsi energi terbarukan secara global.
- Menginisiasi Forest Positive Agenda 2030 yang bertujuan meningkatkan keanekaragaman hayati, mendukung mata pencaharian, dan memitigasi perubahan iklim. Lebih dari 99% kayu yang digunakan IKEA saat ini bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC) atau menggunakan kayu daur ulang. Selama 20 tahun belakangan, IKEA bersama para mitranya juga telah memulihkan sekitar 18.500 hektare hutan hujan di Borneo, Malaysia.
- Menyediakan alternatif menu berbasis tumbuhan di restoran IKEA.
- Memproduksi SOLHETTA, rangkaian lampu LED yang lebih hemat energi.
- Meluncurkan produk penjernih udara STARKVIND untuk memurnikan udara di rumah dan menghasilkan energi bersih.
- Mengembangkan produk sirkular dan berambisi menjadi circular business pada 2030. Sebanyak 73% bahan baku rangkaian produk IKEA dapat diperbarui atau didaur ulang. Saat ini, IKEA telah mencapai target penggunaan 56% produk dari bahan terbarukan dan 17% dari bahan daur ulang.
- Meluncurkan interactive online circular design tool, alat demonstrasi produk sirkular untuk 9.500 produk IKEA yang dipublikasikan di website IKEA.
- Menyediakan layanan perbaikan dan pembelian kembali serta menyediakan lebih dari 18 juta suku cadang produk IKEA.
- Bergabung dengan Science-based Targets for Nature Corporate Engagement Program untuk memetakan dampak keanekaragaman hayati dari rantai nilai IKEA pada 2022.
- Meluncurkan IWAY, pedoman standarisasi keberlanjutan IKEA dalam pengadaan produk, layanan, bahan, dan komponen secara bertanggung jawab.
- Mendukung prakarsa PBB yang menetapkan tahun 2021 sebagai Tahun Internasional Penghapusan Pekerja Anak.
“Kami mengubah seluruh cara kerja dalam rantai nilai IKEA dari bisnis linier menjadi bisnis sirkular. Ini berarti merancang semua produk dari awal untuk digunakan kembali, diperbaiki, digunakan kembali, dijual kembali dan didaur ulang, menghasilkan limbah sesedikit mungkin. Namun menjadi sirkular berarti perlu keterlibatan di luar bisnis kita sendiri–dengan pemasok, pemerintah, pelanggan, dan lainnya–untuk mewujudkannya,” ujar Malin Pettersson-Beckeman, Sustainability Communication Manager, IKEA Group.
Pentingnya Komitmen Industri
IKEA menunjukkan bahwa proses mencari keuntungan dapat berjalan beriringan dengan misi menyelamatkan lingkungan.
Langkah yang dilakukan IKEA menunjukkan bahwa perubahan fundamental dalam bisnis diperlukan agar dapat sejalan dengan upaya merawat lingkungan. Dengan memahami hubungan antara kebutuhan untuk menjaga lingkungan dan proses produksi, serta distribusi yang bertanggung jawab, industri dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi emisi dan menyelamatkan lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah untuk memaksimalkan profit.
“Setiap orang memiliki peran untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan. Bagi kami, itu dimulai dengan beberapa perubahan besar–dan bahkan kecil–termasuk merancang produk yang lebih cerdas dengan menggunakan bahan yang dapat diperbarui atau didaur ulang, menawarkan pilihan makanan yang lebih sehat dan berkelanjutan, serta cara yang lebih mudah dan terjangkau bagi orang untuk mengurangi limbah, menggunakan lebih sedikit energi dan air yang lebih bersih di rumah,” imbuh Malin.
Editor: Abul Muamar
Maulina adalah Reporter di Green Network Asia. Ia belajar program Sarjana Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Jember.

Membiarkan Hutan Pulih Sendiri sebagai Pendekatan yang Lebih Hemat Biaya
Membingkai Ulang Tata Kelola di Era Kebangkrutan Air
PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit