Menyelaraskan Praktik Bisnis dengan HAM
Sebagai bagian penting dari aktivitas manusia, dunia bisnis mempunyai sejarah panjang terkait Hak Asasi Manusia (HAM). Seiring semakin berkembangnya upaya multi-sektor dan multi-pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, dunia bisnis memiliki peluang yang besar untuk terlibat mewujudkan kesejahteraan masyarakat (people) dan kelestarian lingkungan (planet) melalui praktik-praktik bisnis yang bertanggung jawab selaras dengan HAM.
Seperti apa hubungan bisnis dengan HAM? Apa saja perkembangan terbaru dalam bisnis & HAM? Praktik baik dan pelajaran berharga apa saja yang dapat kita petik dari lapangan? Bagaimana bisnis dapat meningkatkan praktik-praktiknya untuk menghormati HAM?
Ko-kreasi dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.
Lalita Fitrianti adalah Manajer Program & Kemitraan di Green Network Asia. Ia adalah alumnus Magister Ilmu Manajemen Lingkungan dari University of Queensland, Australia. Ia seorang environmental & biodiversity impact specialist, memperkuat program dan kemitraan Green Network Asia khususnya dalam lensa dan wawasan lingkungan.

Mengakhiri Diplomasi Greenwashing Indonesia
Menilik Masalah Air Limbah Tekstil yang Terus Berkembang
Karhutla yang Terus Kita Pelihara
Mencari Petunjuk dari Karl Marx buat Menghadapi Krisis Iklim
EESG: Pentingnya Narasi Ekonomi Baru untuk Keberlanjutan di Era AI, Krisis Energi, dan Perpecahan Geopolitik
Menghentikan Maternal Buffering: Keberlanjutan Harus Dimulai dari Isi Piring yang Setara