Instrumen Kebijakan Publik untuk Hadapi Ancaman Pandemi Global
Foto oleh Victor He di Unsplash.
Perubahan iklim dan pandemi COVID-19 adalah masalah paling serius di dunia saat ini. Keduanya berpengaruh terhadap ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, kemiskinan, dan isu-isu pembangunan berkelanjutan lainnya dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pada dasarnya, perubahan iklim dan pandemi global saling berkaitan.
Menurut Harvard T.H Chan, perubahan iklim sangat memengaruhi risiko infeksi. Misalnya, pemanasan global dan deforestasi menyebabkan hewan bertransmigrasi. Lalu, hewan-hewan itu kemungkinan akan melakukan kontak dengan manusia atau hewan lain, yang berpotensi menyebarkan kuman dan patogen. Oleh karena itu, perubahan iklim bukan hanya masalah hilangnya keanekaragaman hayati; tetapi juga merupakan ancaman kesehatan masyarakat, terutama menyangkut penyakit menular.
Polusi Udara dan Pandemi COVID-19
Para peneliti telah menemukan bahwa polusi udara memengaruhi kematian pandemi COVID-19. Data beberapa peneliti dari sejumlah negara menunjukkan bagaimana polusi udara memperburuk pandemi COVID-19.
- China: Penelitian menunjukkan bagaimana polusi udara dan kasus COVID-19 terhubung di 120 kota di China. Selain itu, tempat-tempat dengan tingkat polusi nitrogendioksida yang lebih tinggi dalam lima tahun sebelum pandemi memiliki 22% lebih banyak kasus COVID-19.
- Swedia: Polusi udara jangka pendek di Swedia memengaruhi risiko infeksi COVID-19, di mana terdapat 425 kelompok produktif terinfeksi.
- Italia, Spanyol, Prancis, dan Jerman: Lima wilayah di Italia dan Spanyol menyumbang 78% kasus kematian di negara-negara tersebut. Wilayah ini memiliki polusi nitrogendioksida tertinggi.
- AS: Di Los Angeles, dengan tingkat lalu lintas yang tinggi, paparan nitrogendioksida berkontribusi pada tingkat kematian kasus COVID-19.
Instrumen Kebijakan Publik
Saat planet ini terus memanas, kita menjadi lebih rentan terhadap penyakit menular dan pandemi global. Berbekal pengetahuan tambahan dari pandemi COVID-19, kita harus bersiap menghadapi ancaman kesehatan publik selanjutnya. Berikut adalah beberapa instrumen kebijakan publik utama yang dapat membantu kita menghadapi ancaman tersebut dengan lebih baik menurut UNDP dan Komisi Eropa:
- Sistem regulasi memungkinkan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan menyediakan kerangka kerja untuk keadilan iklim dan kesehatan masyarakat.
- Kebijakan fiskal yang menyediakan pembiayaan publik untuk mendukung teknologi dan infrastruktur yang dapat memprediksi penyakit menular yang peka terhadap iklim.
- Pendekatan perilaku yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan perubahan iklim melalui kampanye kesehatan masyarakat.
Memahami hubungan antara perubahan iklim dan pandemi global dapat memberi kita modal untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat dengan lebih baik. Kesehatan dan kesejahteraan setiap orang adalah masalah global yang membutuhkan partisipasi kita semua yang bersifat lintas batas negara, pemangku kepentingan, dan sektor.
Editor & Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Anisa is a Reporter at Green Network Asia. She graduated from Mulawarman University with a bachelor's degree in International Relations. She is a part of the YSEALI Academic Fellowship on Environmental Issues and Natural Resources Management at East West Center.

Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan
Menyoroti Peran Perusahaan dalam Menyediakan Akses terhadap WASH di Lingkungan Kerja
Memahami Perjanjian Laut Lepas PBB
Menilik Langkah Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pasar Karbon Global
Risiko dan Peluang Kabel Bawah Laut bagi Pembangunan Berkelanjutan