Urgensi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan di Tengah Krisis Iklim
Foto: Neal Herbert di Rawpixel.
Kesiapsiagaan bencana bergantung pada kemampuan kita untuk mengenali tanda-tanda kecil. Namun, tantangan dalam mengantisipasi bencana lebih besar di daerah-daerah yang kurang memiliki upaya pencegahan dan deteksi dini yang efektif. Kebakaran hutan adalah salah satu bencana yang sering terjadi di berbagai belahan dunia seiring krisis iklim yang semakin memburuk. Hal ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran hutan di tengah perubahan iklim.
Kebakaran Hutan dan Penyebabnya
Kebakaran hutan seringkali merebak dengan cepat dan tidak terkendali, terutama di area yang memiliki vegetasi seperti hutan, padang rumput, sabana, dan lingkungan sejenis lainnya. Penyebarannya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti cuaca, kondisi medan, dan ketersediaan bahan pemicu kebakaran. Tingkat penyebaran umumnya ditentukan oleh kekuatan dan arah angin, dengan vegetasi kering sebagai bahan bakarnya.
Kebakaran hutan menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem serta penduduk di sekitarnya. Pada awal Februari 2024, kebakaran hutan terjadi di sepanjang pantai wilayah Valparaiso di Chile, yang merenggut ratusan nyawa dan menghancurkan ribuan rumah dan bangunan. Total lahan yang terdampak mencapai 43.000 hektare. Bencana kebakaran hutan di Chile tahun ini dianggap sebagai kebakaran paling mematikan karena banyaknya korban jiwa.
Kebakaran hutan umumnya disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti api unggun yang tidak dijaga, puntung rokok yang dibuang sembarangan, atau pembakaran yang disengaja untuk berbagai kepentingan. Namun terkadang, kebakaran hutan juga dapat disebabkan oleh faktor alam, seperti gelombang panas ekstrem atau sambaran petir.
Pada tahun 2023, kebakaran hutan di Sumatera diduga disebabkan oleh pembukaan lahan, yang memicu kebakaran di lebih dari tiga ratus hutan dan lahan gambut di pulau tersebut. Namun dampaknya tidak hanya terjadi di pulau tersebut, tetapi juga menyebabkan kabut asap lintas batas di Asia Tenggara.
Perubahan Iklim Jadi Faktor Mematikan Kebakaran Hutan

Apa yang terjadi di Chile mengingatkan betapa perubahan iklim telah berdampak signifikan terhadap kebakaran hutan dan memperbesar dampak destruktifnya. Para ilmuwan mengaitkan peristiwa tersebut dengan kenaikan suhu Bumi.
Menurut pakar hutan dari Fakultas Geosains Universitas Edinburgh Skotlandia, Edward Mitchard, perubahan iklim membuat suhu lebih tinggi, sehingga menyebabkan tanaman kehilangan lebih banyak air melalui penguapan dan tanah menjadi lebih kering. Daun yang kering lebih mudah terbakar, dan tanah yang kering menjadi lebih panas sehingga memperpanjang durasi kebakaran.
Selain itu, perubahan iklim juga membuat kekeringan kilat menjadi lebih sering terjadi dan berdampak pada vegetasi di sekitarnya. Kekeringan kilat biasanya terjadi musiman, berlangsung selama 30-60 hari, dan dapat meningkat dengan cepat. Kekeringan kilat dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan kekurangan air.
Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan
Seiring suhu bumi yang semakin panas, pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan sangatlah penting. Berikut beberapa hal yang diperlukan untuk memastikan kesiapsiagaan kebakaran hutan:
- Teknologi untuk pemantauan dan deteksi dini: Penggunaan analisis data, sensor, atau sistem deteksi kebakaran berbasis video akan membantu dalam mengidentifikasi ancaman yang muncul dengan cepat dan menyiapkan langkah-langkah untuk memitigasi dampak dan mengurangi risiko kerusakan yang meluas.
- Ketersediaan reservoir air: Waduk berfungsi sebagai sumber daya penting dalam memfasilitasi respons cepat dan penyebaran air secara strategis untuk memadamkan api, menyelamatkan nyawa dan properti di sekitar area yang terkena dampak.
- Kebijakan yang mendukung: Kebijakan dapat mendorong pendanaan yang mendukung mitigasi dan adaptasi komunitas rentan di sekitarnya, serta penegakan peraturan di sekitar wilayah rentan.
- Mendorong aksi iklim: Menerapkan langkah-langkah seperti mengurangi emisi karbon dan mendorong praktik berkelanjutan.
Kesiapsiagaan kebakaran hutan yang komprehensif sangat penting untuk melindungi masyarakat, ekosistem, dan generasi mendatang di tengah krisis iklim. Perencanaan dan implementasi strategi pencegahan dan mitigasi yang tepat mesti dilakukan melalui pendekatan multidisiplin dan dengan upaya kolektif dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Dinda adalah Asisten Kemitraan Internasional di Green Network Asia. Ia meraih gelar sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Presiden. Sebagai bagian dari Tim Internal GNA, ia mendukung kemitraan organisasi dengan organisasi internasional, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil di seluruh dunia melalui publikasi digital, acara, pengembangan kapasitas, dan penelitian.

PSN Tebu Merauke: Penggusuran Masyarakat Adat dan Deforestasi yang Berlanjut
Memperkuat Ketahanan di Tengah Ketergantungan yang Kian Besar pada Infrastruktur Antariksa
Overpopulasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung: Pemulihan Lingkungan atau Bahaya?
Perlawanan Pekerja Gig di India terhadap Tekanan Layanan Pengantaran 10 Menit
Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut