Dukung Kemandirian Ekonomi Perempuan, PNM Sediakan Akses Permodalan UMKM
Foto: Devi Puspita di Unsplash.
Perempuan memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BPS mencatat 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan pada 2021. Sektor UMKM sendiri berkontribusi sebesar 60,5% terhadap PDB dan 96,9% terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Namun sayangnya, para perempuan pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya menyangkut inklusi keuangan dan permodalan. Hal ini turut menghambat perempuan untuk dapat mandiri secara ekonomi. Untuk membantu mengatasi persoalan itu, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyediakan akses permodalan guna mengembangkan dan memberdayakan UMKM perempuan di Indonesia.
Permodalan UMKM PNM Mekaar
Peningkatan akses permodalan untuk perempuan pelaku UMKM dapat membantu mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan Indonesia.
PNM memiliki beberapa program pemberdayaan UMKM melalui skema pembiayaan, salah satunya PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang diluncurkan pada 2015. Program PNM Mekaar berfokus pada pembiayaan untuk perempuan pelaku UMKM, dengan menyediakan layanan pinjaman modal senilai Rp1 juta hingga Rp4 juta tanpa agunan untuk perempuan prasejahtera yang menjadi pelaku UMKM.
Program ini dilengkapi dengan pendampingan dan pelatihan usaha serta pelayanan secara berkelompok. Pendampingan dan pelatihan ini turut berkontribusi dalam penyediaan lapangan kerja.
Dalam tiga tahun terakhir, penyaluran kredit dalam program PNM Mekaar terus bertumbuh. Pada 2022, jumlah kredit meningkat menjadi Rp 61,4 triliun untuk 13,5 juta nasabah. Saat ini program PNM Mekaar tersebar di 5.735 kecamatan di Indonesia. PNM Mekaar juga turut mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19 melalui program relaksasi dan restrukturisasi kredit, pengajuan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), dan pengajuan subsidi bunga bagi para nasabah.
“Dari jumlah UMKM di Indonesia, lebih dari 60% adalah perempuan. Inilah kenapa kita mendorong program PNM Mekaar, di mana pada saat pandemi Covid-19 nasabah ibu-ibu di desa bisa tumbuh signifikan dan menggerakkan roda perekonomian,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir.
Dorong Pengembangan UMKM Perempuan
Selain akses permodalan, pengembangan UMKM perempuan perlu didukung oleh beberapa aspek lainnya, seperti digitalisasi, dukungan investasi, dan penyediaan akses terhadap bahan baku dan pemasaran yang setara. Dukungan dan kerjasama antara pemerintah, swasta, dan investor; kebijakan di bidang keuangan dan infrastruktur yang sensitif gender; dan program literasi digital keuangan merupakan beberapa rekomendasi kebijakan yang penting untuk mendukung pengembangan UMKM perempuan.
“Potensi perempuan harus terus berlangsung dan dimaksimalkan. Bukan hanya bagi ekonomi negara ini, tetapi untuk ketahanan ekonomi dunia,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga.
Editor: Abul Muamar
Maulina adalah Reporter di Green Network Asia. Ia belajar program Sarjana Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Jember.

Memahami Perjanjian Laut Lepas PBB
Menilik Langkah Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pasar Karbon Global
Risiko dan Peluang Kabel Bawah Laut bagi Pembangunan Berkelanjutan
Tantangan dan Peluang Penerapan Pajak Karbon di Indonesia
Meningkatnya Serangan dan Kekerasan terhadap Pembela Lingkungan dan Tanah
Menyoal Ketentuan Upah Minimum dan Tantangan Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja