Solusi Berbasis Alam Terbukti Efektif dalam Mitigasi Bencana terkait Iklim
Foto:World Resources Institute di Flickr.
Saat bumi semakin panas, krisis iklim menjadi semakin nyata, dengan bencana alam yang lebih parah dan cuaca ekstrem yang semakin tidak dapat diprediksi. Untuk mengatasi risiko bencana terkait iklim, solusi yang efektif adalah sebuah urgensi. Terkait hal ini, penilaian global baru menunjukkan bahwa solusi berbasis alam (NbS) terbukti efektif dalam memitigasi dan mengurangi risiko bencana alam yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Bencana terkait Iklim
Kekeringan, badai, kebakaran hutan, dan gelombang panas bukanlah bencana baru. Namun, kenaikan suhu bumi menyebabkan bencana-bencana tersebut lebih parah, lebih lama, dan lebih sering terjadi.
Perubahan ekstrem pada pola curah hujan di beberapa kawasan jelas berkaitan dengan kenaikan suhu Bumi, yang memungkinkan atmosfer menahan lebih banyak air karena penguapan yang meningkat. Hal ini dapat menyebabkan curah hujan tinggi di beberapa daerah, meningkatkan risiko banjir, sementara wilayah lain bisa jadi mengalami kekeringan.
Pada tahun 2024, misalnya, banjir telah menyebabkan kerusakan besar di banyak negara, seperti di Oman, Brazil, dan Kenya. Banjir tersebut merenggut ratusan nyawa, dan berdampak terhadap ribuan orang lainnya, serta menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur. Selain itu, bencana alam seperti ini juga dapat memicu bencana lain, seperti tanah longsor, yang meningkatkan risiko bagi masyarakat sekitar.
Solusi Berbasis Alam
Alam berpotensi menjadi kunci aksi iklim dan praktik berkelanjutan. Oleh karena itu, menempatkan alam sebagai landasan pendekatan sangatlah penting. Pendekatan berbasis alam juga terbukti baik secara ekonomi.
Para peneliti di Universitas Massachusetts Amherst melakukan penilaian global terhadap literatur ilmiah dan menyimpulkan bahwa solusi berbasis alam (NbS) adalah pilihan yang lebih hemat biaya dan efisien untuk memitigasi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim. Solusi berbasis alam mengacu pada pelestarian atau pengelolaan alam secara berkelanjutan untuk memulihkan fungsi ekosistem. NbS adalah pilihan yang layak disandingkan dengan solusi rekayasa. Konservasi wilayah pesisir dan pengelolaan air berkelanjutan untuk pertanian adalah dua contoh NbS.
Penilaian global tersebut mengkaji lebih dari 20.000 artikel ilmiah yang mengevaluasi aspek ekonomi NbS untuk pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim. Menurut penilaian tersebut, lebih dari 70% artikel yang ditinjau menunjukkan bahwa solusi berbasis alam adalah solusi yang hemat biaya.
Selain itu, penilaian global tersebut juga membandingkan NbS dengan solusi berbasis teknik dan menemukan bahwa NbS sama efektif dan efisiennya dengan solusi berbasis teknik. NbS bahkan memiliki keunggulan, dimana NbS lebih efektif dibandingkan solusi rekayasa (65% artikel ilmiah yang dinilai menunjukkan hal itu).
Manfaat yang Tak Ternilai
Sayangnya, banyak penelitian yang dinilai tidak memperhitungkan manfaat tambahan dari NbS, termasuk keuntungan sosial ekonomi. Padahal, dalam berbagai penerapannya, NbS juga memberikan dampak positif lain selain mampu memitigasi bencana alam.
Di Burundi, misalnya, ribuan hektare terasering yang dibangun di lereng bukit mampu mengendalikan erosi tanah dan kelembapan di daerah rawan longsor. Hasilnya, para petani dapat meningkatkan produktivitas lahan dengan menanam pohon, rumput penstabil tanah, dan tanaman untuk pakan ternak.
Begitu juga di Sri Lanka, lahan basah perkotaan dilestarikan dengan mengintegrasikan infrastruktur hijau (berbasis alam) dan abu-abu (hasil rekayasa) untuk mengurangi risiko banjir. Lahan basah yang dilestarikan ini juga membantu menyerap karbon dan melindungi keanekaragaman hayati lokal.
Meningkatkan Solusi Berbasis Alam
Sayangnya, sejauh ini, NbS belum menjadi arus utama di berbagai sektor. Penilaian global tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar NbS didanai oleh sektor publik, dan hanya sedikit dukungan dari sektor swasta. Mengingat besarnya potensi dan manfaat NbS, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting untuk meningkatkan inisiatif ini. Penelitian, pendanaan, pengumpulan data, pelaksanaan, dan aspek lain dari implementasi NbS perlu ditingkatkan untuk mendapatkan manfaat yang lebih luas.
Pada akhirnya, di tengah tiga krisis planet yang memperburuk bencana terkait iklim, mencari solusi yang berkelanjutan, holistik, efisien, dan hemat biaya sangatlah penting. NbS telah terbukti menjadi salah satu pilihan yang layak untuk ditingkatkan dan diadopsi oleh semua sektor.
Editor: Kresentia Madina & Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Join Membership Green Network Asia – Indonesia
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks saat ini, membekali diri, tim, dan komunitas dengan wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan strategis untuk tetap terdepan dan relevan.
Dinda adalah Asisten Kemitraan Internasional di Green Network Asia. Ia meraih gelar sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Presiden. Sebagai bagian dari Tim Internal GNA, ia mendukung kemitraan organisasi dengan organisasi internasional, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil di seluruh dunia melalui publikasi digital, acara, pengembangan kapasitas, dan penelitian.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan