Skip to content
  • Tentang
  • Bermitra dengan Kami
  • Beriklan dengan Kami
  • GNA Internasional
  • Berlangganan
  • Log In
Primary Menu
  • Beranda
  • Terbaru
  • Topik
  • Wilayah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Maluku
    • Nusa Tenggara
    • Papua
    • Sulawesi
    • Sumatera
  • Kabar
  • Ikhtisar
  • Wawancara
  • Opini
  • Figur
  • Infografik
  • Video
  • Komunitas
  • Siaran Pers
  • ESG
  • Muda
  • Dunia
  • Kabar
  • Unggulan

Model Turbin Angin Sumber Terbuka untuk Dukung Elektrifikasi Pedesaan

Gerakan elektrifikasi pedesaan di berbagai negara dunia terinspirasi oleh panduan turbin angin sumber terbuka yang membantu masyarakat pedesaan menghasilkan energi secara mandiri.
Oleh Dinda Rahmania
4 November 2024
beberapa tangan memegang dan menunjuk ke sebuah turbin angin mini

Foto: Freepik.

Energi sangat penting dalam kehidupan kita. Saat ini, listrik telah menjadi sumber energi utama untuk menyalakan berbagai perangkat dan lampu, sehingga mendukung aktivitas manusia kapan pun. Namun, masih banyak masyarakat yang kekurangan akses terhadap listrik, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil, jauh dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan. Di tengah upaya kolektif untuk memperbaiki situasi ini, muncul gerakan elektrifikasi pedesaan di seluruh dunia, yang memanfaatkan turbin angin sumber terbuka untuk membantu masyarakat tanpa listrik menghasilkan energi secara mandiri.

Masalah Ganda Ketenagalistrikan

Kehidupan manusia saat ini sangat bergantung pada listrik. Pada tahun 2023, permintaan listrik global tumbuh sebesar 2,2%, dan total konsumsi diperkirakan akan melebihi 1.000 TWh pada tahun 2026. Meskipun ada upaya dan advokasi global yang mendorong masyarakat agar meninggalkan bahan bakar fosil dan beralih ke pembangkitan energi yang lebih berkelanjutan dengan menggunakan sumber terbarukan, hanya 30% dari listrik yang tersedia yang berasal dari energi terbarukan pada tahun 2023. 

Terlepas dari isu pelestarian lingkungan, lebih dari 745 juta orang masih hidup dengan akses listrik yang terbatas atau tanpa akses sama sekali. Perkembangan yang ada masih terlalu lambat untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 7, yakni setiap orang memiliki akses terhadap energi yang terjangkau, andal, dan modern. Oleh karena itu, mengatasi masalah ketenagalistrikan global berarti mengatasi akses terhadap listrik dan keberlanjutan pembangkitannya.

Dari Solusi Sumber Terbuka hingga Gerakan Elektrifikasi Pedesaan

Turbin angin sumber terbuka atau yang disebut turbin Piggott dirilis pada tahun 2008. Alat ini memberikan instruksi rinci tentang cara membuat turbin angin menggunakan bahan-bahan yang ada dengan teknik dan peralatan sederhana. Dengan enam desain yang dapat dipilih, model ini telah digunakan di banyak proyek elektrifikasi pedesaan di berbagai belahan dunia.

Salah satunya adalah 500RPM, sebuah organisasi nirlaba yang membantu masyarakat pedesaan di Argentina membangun turbin angin berbiaya rendah. Terinspirasi oleh turbin angin dan didorong oleh pemahaman tentang potensi energi angin di Argentina, mereka berupaya berbagi pengetahuan praktis dan teoritis tentang turbin angin kepada masyarakat pedesaan sehingga mereka dapat menghasilkan listrik secara mandiri. Sejauh ini, listrik mereka sudah menjangkau sekitar 2.500 orang di 12 provinsi.

Contoh lainnya adalah Wind Empowerment, sebuah asosiasi yang terdiri dari berbagai lembaga nirlaba, koperasi, dan pendidikan yang mempromosikan energi angin ramah lingkungan dan berkolaborasi dalam upaya elektrifikasi pedesaan dan inisiatif sukarela. Beberapa proyek mereka meliputi penggunaan energi angin untuk mengalirkan listrik ke sistem pompa air di Argentina dan India dan menyediakan listrik ke pos kesehatan pedesaan di Nepal dengan meningkatkan kapasitas praktisi lokal.

Berbagi Pengetahuan untuk Inisiatif Akar Rumput

Praktik baik dalam pembangunan berkelanjutan mencakup berbagai solusi, mulai dari intervensi kebijakan hingga inovasi teknis. Prinsip-prinsip ini harus disebar, didorong, dan diadopsi secara luas untuk mengatasi masalah-masalah jahat yang ada di dunia. Berbagi pengetahuan melalui solusi sumber terbuka, hemat biaya, dan berteknologi rendah adalah salah satu cara untuk membantu mengarusutamakan dan meningkatkan praktik berkelanjutan di seluruh dunia.  Dengan memanfaatkan teknologi sumber terbuka dan mendukung inisiatif akar rumput, masyarakat menjadi berdaya untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan adil bagi semua. 

Editor: Nazalea Kusuma

Penerjemah: Abul Muamar

Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia

Perkuat pengembangan kapasitas pribadi dan profesional Anda dengan Langganan GNA Indonesia.

Jika konten ini bermanfaat, harap pertimbangkan Langganan GNA Indonesia untuk mendapatkan akses digital ke wawasan interdisipliner dan lintas sektor tentang isu-isu keberlanjutan (sustainability) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Indonesia dan dunia.

Pilih Paket Langganan Anda

Dinda Rahmania
Reporter at Green Network Asia | Website |  + postsBio

Dinda adalah Reporter di Green Network Asia. Ia belajar Ilmu Hubungan Internasional di President University. Dinda bersemangat menulis seputar isu keberagaman, konsumsi berkelanjutan, dan pemberdayaan.

  • Dinda Rahmania
    https://greennetwork.id/author/dindarahmania/
    Mengurangi Limbah Elektronik dengan Material yang Dapat Didaur Ulang dan Diperbaiki
  • Dinda Rahmania
    https://greennetwork.id/author/dindarahmania/
    Singapura Luncurkan Alat Pelaporan ESG Otomatis
  • Dinda Rahmania
    https://greennetwork.id/author/dindarahmania/
    PUA-DEM: Model Komputer yang Lebih Akurat untuk Prediksi Longsor
  • Dinda Rahmania
    https://greennetwork.id/author/dindarahmania/
    Memahami Prinsip Bisnis dan HAM (BHR) untuk Keseimbangan HAM dan Keuntungan

Continue Reading

Sebelumnya: Peta Jalan Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan untuk Dukung Ketahanan Pangan
Berikutnya: Perlindungan Sosial di Tengah Perubahan Iklim

Baca Kabar dan Cerita Lainnya

mobil angkutan berwarna biru tanpa penanda rute di kelokan jalan dekat pos polisi lalu lintas Harapan akan Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Kota Serang
  • Konten Komunitas
  • Unggulan

Harapan akan Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Kota Serang

Oleh Ajeng Rizkasari
28 Agustus 2025
Topi wisuda melambangkan semakin banyaknya lulusan yang menghadapi kesempatan kerja terbatas Sarjana Berlimpah, Cari Kerja Susah: Mengulik Isu Pengangguran Sarjana di Negara Berkembang
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Sarjana Berlimpah, Cari Kerja Susah: Mengulik Isu Pengangguran Sarjana di Negara Berkembang

Oleh Sukma Prasanthi
28 Agustus 2025
seorang pedagang bertopi caping mendorong gerobak menyeberangi jalan. Mengatasi Heat Stress Okupasional Demi Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
  • Eksklusif
  • Kabar
  • Unggulan

Mengatasi Heat Stress Okupasional Demi Keselamatan dan Kesehatan Pekerja

Oleh Dinda Rahmania
27 Agustus 2025
foto udara KEK Mandalika; terdapat jalanan dan beberapa bangunan di wilayah yang terhubung pantai dan laut Sisi Kelam Pengembangan Pariwisata di Kawasan KEK Mandalika
  • Eksklusif
  • Ikhtisar
  • Unggulan

Sisi Kelam Pengembangan Pariwisata di Kawasan KEK Mandalika

Oleh Seftyana Khairunisa
26 Agustus 2025
pasangan lanjut usia menggunakkan masker Polusi Udara dan Risiko Demensia yang Lebih Tinggi
  • Eksklusif
  • Kabar
  • Unggulan

Polusi Udara dan Risiko Demensia yang Lebih Tinggi

Oleh Dinda Rahmania
26 Agustus 2025
Sekelompok laki-laki muda berfoto bersama seorang ibu di depan sebuah rumah. Kisah Mpu Uteun dan Ekofeminisme di Aceh
  • Konten Komunitas
  • Unggulan

Kisah Mpu Uteun dan Ekofeminisme di Aceh

Oleh Naufal Akram
25 Agustus 2025

Tentang Kami

  • Surat CEO GNA
  • Tim In-House GNA
  • Jaringan Penasihat GNA
  • Jaringan Author GNA
  • Panduan Artikel Opini GNA
  • Panduan Konten Komunitas GNA
  • Layanan Penempatan Siaran Pers GNA
  • Program Magang GNA
  • Pedoman Media Siber
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
© 2021-2025 Green Network Asia