Melestarikan Lahan Basah Tropis sebagai Rumah bagi Spesies yang Terancam Punah
Foto: Arnab Dey di Unsplash.
Lingkungan alami sangat penting bagi Bumi dan penghuninya, termasuk lahan basah tropis. Lahan basah tropis menyediakan beragam bentuk kehidupan dengan sumber daya yang kaya, termasuk sebagai habitat bagi berbagai spesies yang terancam punah. Di tengah perubahan iklim dan penurunan keanekaragaman hayati global, melestarikan lahan basah tropis sebagai rumah bagi spesies yang terancam punah sangatlah penting.
Mengapa Lahan Basah Tropis Penting?
Lahan gambut dan rawa berhutan merupakan ekosistem lahan basah utama yang ditemukan di daerah tropis. Kawasan Asia Tenggara sendiri memiliki lebih dari 54% lahan gambut dunia.
Lahan basah menyediakan jasa ekosistem penting bagi komunitas pesisir dan perikanan. Lahan basah juga merupakan pelindung dari erosi dan bencana alam serta memainkan fungsi ketahanan iklim sebagai penyimpan karbon. Lahan gambut, misalnya, menyimpan sekitar 68,5 miliar ton karbon, menjadikannya sebagai penyimpan karbon terestrial yang signifikan.
Selain itu, lahan basah tropis adalah rumah bagi beragam keanekaragaman hayati, termasuk spesies asli, terancam, dan hampir punah. Lahan basah tropis menawarkan habitat penting, sumber makanan, dan pasokan air bagi penghuninya. Namun, deforestasi yang pesat, khususnya untuk kepentingan pertanian industri seperti kelapa sawit, pulp dan kertas, serta perkebunan karet, mengancam lahan basah tropis dan keberlanjutannya.
Rumah bagi Spesies yang Terancam Punah

Rawa gambut tropis di Asia Tenggara merupakan rumah bagi berbagai spesies, termasuk lebih dari 1.500 tanaman, 120 mamalia, 260 burung, dan 210 spesies ikan air tawar. Selain itu, ekosistem ini merupakan habitat bagi spesies yang terancam punah seperti orangutan Kalimantan, harimau Sumatera, owa Kalimantan, dan gajah Sumatera.
Harimau Sumatera, misalnya, yang terancam punah, dengan populasi hanya sekitar 400 ekor, menghuni berbagai ekosistem, termasuk rawa dan lahan basah tropis. Status mereka yang terancam punah disebabkan oleh perdagangan gelap satwa liar, dimana hampir 80% kematian harimau terjadi akibat perburuan liar. Namun ancaman paling mengerikan adalah hilangnya habitat yang menyebabkan berkurangnya spesies mangsa sehingga menyulitkan mereka mendapatkan makanan.
Sementara itu, bagi orangutan Kalimantan, lahan basah tropis sangat penting cara mereka menghasilkan buah. Pada gilirannya, orangutan Kalimantan menyebarkan benih buah-buahan sehingga mereka mendapat julukan “tukang kebun hutan”. Melestarikan lahan basah tropis berarti melindungi hubungan simbiosis semacam ini.
Dampak Hilangnya Habitat
Hilangnya lahan basah tropis sebagai habitat memiliki dampak yang terus menerus yang mempengaruhi manusia dan alam. Akibat yang paling ekstrim adalah kepunahan spesies, yang menyebabkan banyak gangguan pada ekosistem.
Sebagai contoh, dalam konteks harimau Sumatera, pemusnahan spesies-spesies puncak dapat mengakibatkan melimpahnya mangsa, mempengaruhi rantai makanan dan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Sedangkan dalam konteks orangutan Kalimantan, jika mereka punah akan menimbulkan reaksi berantai yang berujung pada punahnya tumbuhan yang bergantung pada hewan tersebut untuk penyebaran benih.
Selain itu, hilangnya habitat juga berdampak pada manusia. Hewan-hewan yang bergantung pada lahan basah akan kehilangan tempat tinggalnya sehingga mereka akan mencari makanan dan perlindungan di luar wilayahnya hingga ke wilayah yang dihuni manusia, dan ini dapat menimbulkan konflik.
Melestarikan Lahan Basah Tropis

Melestarikan lahan basah tropis memerlukan pendekatan multidisiplin dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan terkait. Berikut beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam upaya pelestarian lahan basah tropis, mulai dari pembuatan kebijakan hingga rencana aksi:
- Memahami urgensi dan peran lahan basah tropis: Penelitian dan diskusi mengenai lahan basah tropis akan mendorong pemahaman tentang peran lahan basah tropis dalam konservasi keanekaragaman hayati dan aksi iklim, sehingga meningkatkan kesadaran dan pentingnya upaya pelestarian lahan basah tropis.
- Penegakan hukum dan tindakan perlindungan: Diperlukan peraturan dan undang-undang perlindungan yang tegas mengenai lahan basah tropis, termasuk memperluas jaringan perlindungan lahan basah tropis dan memperkuat undang-undang secara ketat untuk melindungi hutan sekunder di dalam lahan basah.
- Melibatkan Masyarakat Adat dan komunitas lokal: Menghormati dan mendukung peran mereka sebagai penjaga alam, terutama tanah mereka, berarti kita memanfaatkan pengetahuan dan adat istiadat mereka untuk meningkatkan upaya konservasi sekaligus menjaga hak-hak mereka sebagai pihak yang paling mungkin terkena dampak.
- Mendorong insentif dan pendanaan: Upaya pelestarian dan konservasi memerlukan pendanaan yang besar. Menetapkan kebijakan dan mekanisme inklusif yang memberikan insentif dan mendorong investasi dari pemerintah dan pihak swasta akan sangat bermanfaat.
Melestarikan lahan basah tropis dan perannya sebagai habitat bagi keanekaragaman hayati sangat penting untuk mencegah potensi dampak yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran dan mendorong praktik-praktik berkelanjutan merupakan langkah penting untuk memastikan ketahanan lahan basah tropis.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Dinda adalah Asisten Kemitraan Internasional di Green Network Asia. Ia meraih gelar sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Presiden. Sebagai bagian dari Tim Internal GNA, ia mendukung kemitraan organisasi dengan organisasi internasional, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil di seluruh dunia melalui publikasi digital, acara, pengembangan kapasitas, dan penelitian.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan