Kota Taguig di Filipina Luncurkan Pusat Pemberdayaan Difabel
Foto: National Cancer Institute di Unsplash.
Dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan, penting untuk menciptakan ruang hidup yang inklusif bagi semua komunitas. Menyediakan mobilitas dan pusat layanan disabilitas yang mudah diakses sangat penting dalam mencapai inklusivitas guna memastikan kesempatan yang sama dan peningkatan kualitas hidup bagi semua orang. Terkait hal ini, Kota Taguig di Filipina meluncurkan pusat pemberdayaan difabel yang dioperasikan langsung oleh pemerintah setempat demi membangun kota yang lebih inklusif.
Orang dengan Disabilitas di Asia Tenggara
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 15,6% penduduk di Asia Tenggara hidup dengan disabilitas berat, menjadikan kawasan ini sebagai kawasan dengan prevalensi disabilitas tertinggi ketiga di dunia.
Meski demikian, ruang inklusif dan sistem non-diskriminatif di Asia Tenggara masih belum memadai. Orang dengan disabilitas menghadapi banyak tantangan dalam kehidupan sehari-hari dan seumur hidup, termasuk terbatasnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Selain itu, diskriminasi dan stigma yang kerap muncul membuat hidup mereka semakin sulit.
Pusat Pemberdayaan Difabel di Kota Taguig
Untuk menciptakan kota yang lebih inklusif, Pemerintah Kota Taguig meluncurkan pusat layanan yang didedikasikan untuk memberdayakan dan mengembangkan kapasitas orang-orang dengan disabilitas, dan membantu mengatasi tantangan yang dihadapi mereka. Pusat layanan ini merupakan yang pertama di negara Filipina yang dikelola dan dioperasikan oleh pemerintah daerah.
Pusat Sumber Daya dan Pengembangan Disabilitas dibuka pada Januari 2024. Pusat pemberdayaan difabel ini merupakan sumber daya yang penting untuk penyampaian informasi, pengembangan program dan kebijakan, serta peningkatan kapasitas bagi komunitas disabilitas di Kota Taguig.
Pusat layanan ini menawarkan berbagai layanan gratis, termasuk terapi wicara, terapi fisik, dan konsultasi dengan spesialis medis dan perkembangan. Pusat ini juga menampung Badan Pendaftaran Penyandang Disabilitas Filipina yang menyediakan aplikasi untuk program pelatihan penghidupan dan pengembangan secara gratis. Selain itu, perpustakaan elektronik juga tersedia bagi seluruh penduduk Kota Taguig untuk memastikan akses terhadap sumber daya pendidikan yang inklusif.
Mewujudkan Kesetaraan Kesempatan dan Ruang Hidup yang Inklusif
Menciptakan ruang hidup yang inklusif dan memastikan kesejahteraan seluruh warga negara, termasuk orang dengan disabilitas, sangat bergantung pada tindakan dan sumber daya pemerintah yang proaktif. Pemerintah perlu meninggalkan sistem pendukung yang terfragmentasi dan beralih menyediakan layanan, program, infrastruktur, dan kebijakan pendukung yang komprehensif.
Meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu disabilitas juga tidak kalah penting. Oleh karena itu, lingkungan kerja, dunia usaha, dan komunitas juga memainkan peran penting dalam mendorong inklusivitas dan menawarkan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas, sehingga meningkatkan keterlibatan dan integrasi mereka dalam masyarakat.
Pada akhirnya, kolaborasi dan kesadaran bersama antara masyarakat sipil dan pemerintah dapat menumbuhkan ruang hidup yang inklusif dan membuka jalan menuju masa depan yang berkelanjutan dan adil bagi semua.
Editor: Kresentia Madina & Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Dinda adalah Asisten Kemitraan Internasional di Green Network Asia. Ia meraih gelar sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Presiden. Sebagai bagian dari Tim Internal GNA, ia mendukung kemitraan organisasi dengan organisasi internasional, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil di seluruh dunia melalui publikasi digital, acara, pengembangan kapasitas, dan penelitian.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan