Xurya dan Alkindo Mitraraya Dukung Transisi Energi dengan PLTS Atap
PLTS Atap terpasang di pabrik PT Alkindo Mitraraya, Tangerang, Banten. | Foto oleh Xurya.
Energi merupakan jantung kehidupan manusia. Berbagai aktivitas sehari-hari membutuhkan energi termasuk untuk kebutuhan transportasi hingga industri. Namun, penggunaan energi selama ini berkontribusi signifikan terhadap kerusakan lingkungan, terutama energi yang bersumber dari bahan bakar fosil. Khusus sektor industri, penggunaan energi menyumbang 24,2% emisi global.
Energi baru terbarukan menjadi solusi untuk mengurangi jumlah emisi tersebut. PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) bekerja sama dengan PT Alkindo Mitraraya, anak perusahaan Propan Group, mendorong penggunaan energi terbarukan untuk proses produksi dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap.
Apa itu PLTS Atap?
PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) adalah perusahaan startup energi terbarukan yang mengusung skema sewa tanpa investasi atau performance-based rental untuk mendorong perusahaan komersial dan industri beralih ke energi surya. Dalam skema sewa tanpa investasi ini, perusahaan tidak perlu mengeluarkan investasi di awal. Perusahaan hanya perlu berkontrak dalam beberapa tahun dengan pengembang untuk produksi listrik yang dihasilkan dari PLTS Atap. Skema ini bertujuan untuk memudahkan perusahaan menggunakan energi bersih dan terbarukan.
Keunggulan panel surya sebagai energi alternatif adalah memproduksi lebih sedikit emisi dan juga lebih terjangkau. Dari segi lingkungan, setiap kWh tenaga surya yang dihasilkan akan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan mengurangi polutan berbahaya lainnya. serta mengurangi konsumsi air. Dari segi biaya, energi surya relatif lebih terjangkau dan menghemat biaya kelistrikan.
Baru-baru ini, Xurya bekerja sama dengan PT Alkindo Mitraraya, sebuah perusahaan yang memproduksi resin untuk cat (paint and coatings), untuk memasang PLTS Atap sebagai sumber energi di pabrik yang berlokasi di Tangerang, Banten. Panel surya ini diklaim dapat menekan produksi CO2 hingga satu ton per tahun dan mendorong terwujudnya industri yang lebih berkelanjutan.
“Instalasi PLTS Atap pada pabrik kami yang berlokasi di Tangerang merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung bauran energi terbarukan di Indonesia,” ujar Kris Rianto Adidarma, Presiden Direktur PT Alkindo Mitraraya.
Hingga saat ini, Xurya telah memasang dan mengoperasikan PLTS Atap untuk lebih dari 100 perusahaan di berbagai wilayah Indonesia. Berbagai sektor industri yang telah dijangkau antara lain cold storage, hotel, logistik pusat perbelanjaan, rumah sakit, kawasan industri, dan manufaktur.
PLTS Atap Perlu Dukungan Kebijakan dan Ekosistem
Mendorong transisi energi di sektor industri penting untuk terus dilakukan. Kerja sama Xurya bersama PT Alkindo Mitraraya adalah salah satu contoh baik. Namun, inisiatif ini perlu didorong dengan sejumlah strategi. Diperlukan peningkatan kesadaran semua pihak akan pentingnya produk ramah lingkungan, ketersediaan regulasi dan ekosistem yang mendukung, serta bukti keamanan dan keuntungan dari penggunaan PLTS untuk mendukung sektor industri beralih ke energi yang lebih bersih.
Mengutip Institute for Essential Services Reform (IESR), Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan paket kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan energi alternatif. Di antaranya RUED (Rencana Umum Energi Daerah), Renstra (Rencana Strategis) Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, dan Surat Edaran Gubernur untuk pemanfaatan PLTS atap di bangunan pemerintah, publik, komersial, dan industri.
Berkat aturan itu, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan penggunaan PLTS pada sektor bisnis terbesar. Setidaknya terdapat 20 bisnis dan industri yang telah memasang PLTS Atap di provinsi tersebut.
Xurya berusaha menjangkau lebih banyak industri untuk menggunakan PLTS Atap dalam rangka mendukung pertumbuhan industri hijau dan mendukung pemerintah dalam mencapai tingkat bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025 mendatang.
“Ini menjadi awal tahun yang baik bagi Xurya untuk dapat menjangkau lebih banyak industri dan mendorong untuk mulai menggunakan PLTS Atap. Ke depannya kami berharap para pelaku industri dapat terinspirasi untuk ikut berkontribusi dalam mencapai target net zero emission di Indonesia,” kata Eka Himawan, Managing Director Xurya.
Editor: Abul Muamar
Maulina adalah Reporter di Green Network Asia. Ia belajar program Sarjana Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Jember.

Melonjaknya Konflik Agraria: Mendorong Penyelesaian berbasis HAM
Gerakan Komunitas Akar Rumput dalam Memperluas Konservasi Air Tanah yang Kian Menyusut
Pencabutan Izin Usaha di Kawasan Hutan: Bagaimana Pemulihan Ekosistem dan Penanganan Dampak Sosial-Ekonomi?
Mengintegrasikan Isu Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Keberlanjutan ke dalam Sistem Pendidikan
Menyoroti Peran Perusahaan dalam Menyediakan Akses terhadap WASH di Lingkungan Kerja
Memahami Perjanjian Laut Lepas PBB