FedEx Libatkan Karyawan dalam Inisiatif Pembersihan Pantai di 4 Negara
Relawan FedEx saat mengikuti kegiatan pembersihan pantai. | Foto oleh FedEx.
Sampah merupakan salah satu masalah dunia yang paling serius, terutama yang mencemari laut. Sampah laut memiliki dampak yang sangat besar, mulai dari membahayakan keanekaragaman hayati laut hingga mempengaruhi kesehatan manusia.
Berbagai tindakan telah dilakukan di seluruh dunia untuk membersihkan sampah dari lautan, namun tugas tersebut masih jauh dari kata selesai. Sebagai salah satu perusahaan jasa pengiriman terbesar di dunia, FedEx menunjukkan tanggung jawab dengan melibatkan karyawannya dalam kegiatan pembersihan pantai.
Kondisi pencemaran pantai
Laut di berbagai belahan dunia berubah menjadi tempat sampah. Sebagian besar sampah plastik laut berasal dari daratan dan masuk ke laut melalui sungai. Sektor pengiriman juga turut menyumbang sampah laut, dengan sekitar 3.113 kontainer barang berjatuhan dari kapal ke laut sepanjang tahun 2020-2021. Jika tidak ada tindakan segera, jumlah plastik di laut kemungkinan akan melampaui jumlah ikan pada tahun 2050.
Sebagian sampah tersapu oleh ombak dan air pasang. Sampah-sampah tersebut kemudian berakhir di pantai, dan berdampak buruk bagi masyarakat pesisir dan keanekaragaman hayati laut. Racun dan mikroplastik, misalnya, membuat lingkungan sangat tidak layak huni bagi keanekaragaman hayati, yang pada gilirannya memengaruhi kesehatan dan aktivitas ekonomi manusia.
Mengambil tanggung jawab
Pada tahun 2021, FedEx menghasilkan 519.859 metrik ton limbah, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya sebesar 361.952 metrik ton. Sebanyak 67% dikirim ke pendaur ulang, namun sisanya masih dikirim ke tempat pembuangan sampah.
Sebagai perusahaan multinasional besar yang telah beroperasi selama lebih dari setengah abad, FedEx memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk mengelola sampah yang mereka hasilkan. Selain mengalihkan operasi globalnya menjadi netral karbon pada tahun 2040, FedEx juga melibatkan karyawannya untuk berkontribusi terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan bersama komunitas mereka.
Pada tahun 2022, lebih dari 455 sukarelawan FedEx dan anggota keluarga mereka bergabung dalam inisiatif pembersihan pantai di 21 pantai di Australia, India, Jepang, dan Singapura. Dalam program yang berjalan selama empat bulan itu, para relawan membersihkan 142.987 kilogram sampah, termasuk plastik. Namun, bagaimana mereka menangani limbah tidak dijelaskan dalam inisiatif ini.
“Membangun masa depan yang berkelanjutan tidak terjadi dalam semalam. Ini membutuhkan perubahan perilaku kolektif,” kata Kawal Preet, presiden wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (AMEA) di FedEx Express.
Pembersihan pantai sebagai keterlibatan masyarakat
Pembersihan pantai merupakan cara bagi perusahaan untuk melibatkan karyawan mereka sambil memberikan dampak yang berarti bagi lingkungan. Tahun lalu saat Hari Laut Sedunia, karyawan Nestle Filipina melakukan penyelaman dan pembersihan pantai, bekerja sama dengan perusahaan sosial konservasi kelautan Pure Oceans untuk daur ulang limbah dan pendidikan. Natalie Grace Toralballa, salah satu karyawan, mengaku bahwa pembersihan pantai adalah “pengalaman yang sangat memuaskan”.
Kontribusi masyarakat adalah hal penting. Besar atau kecil, masyarakat memiliki kekuatan untuk mendorong perubahan signifikan menuju dunia yang lebih baik. Dalam hal ini, bisnis juga memiliki peran penting. Mereka dapat membuat perubahan berkelanjutan dengan mengekspos, mendidik, memfasilitasi, dan melibatkan karyawan mereka untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang positif dalam komunitas mereka.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Larangan Impor 12 Komoditas dan Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi
Hak Alam untuk Lebah Tanpa Sengat di Peru
Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest