Hong Kong Luncurkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan
Foto: Clayton Robbins di Unsplash.
Sektor keuangan punya peran penting dalam mewujudkan keberlanjutan. Bank, perusahaan investasi, dan lembaga keuangan lainnya dapat memobilisasi modal untuk upaya keberlanjutan dan menghentikan pendanaan untuk industri dengan emisi tinggi dan industri yang tidak berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah Hong Kong menerbitkan Taksonomi Hong Kong untuk Keuangan Berkelanjutan (Hong Kong Taxonomy).
Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan
Taksonomi untuk keuangan berkelanjutan merupakan sistem untuk mengklasifikasikan produk keuangan dan investasi berdasarkan kelestarian lingkungan. Sistem ini bertujuan untuk membedakan produk dan investasi mana yang berdampak positif terhadap lingkungan dan mana yang tidak.
Jika dirancang dan diterapkan dengan baik, taksonomi ini dapat memberikan kejelasan kepada pasar, investor, dan aktor lainnya di sektor keuangan. Taksonomi ini juga dapat menyederhanakan pelacakan dan pengukuran kemajuan keuangan berkelanjutan, mempermudah pembuatan kebijakan terkait keuangan, dan membuka peluang investasi baru untuk teknologi ramah lingkungan dan proyek berkelanjutan.
Secara global, beberapa negara dan wilayah telah memiliki taksonomi keuangan berkelanjutan, termasuk Indonesia, ASEAN, dan Uni Eropa. Menyusul kemudian, pada 3 Mei 2024, Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) menerbitkan Taksonomi Hong Kong untuk Keuangan Berkelanjutan (Hong Kong Taxonomy) untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat mengenai keuangan berkelanjutan dan memfasilitasi aliran keuangan yang relevan.
Taksonomi Hong Kong
Taksonomi Hong Kong dibuat selaras dengan Perjanjian Paris, interoperabilitas dengan taksonomi dari negara dan wilayah lain, serta dengan kriteria dan ambang batas berbasis sains. Meskipun pengembangannya terutama ditujukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan, taksonomi ini juga mencakup permasalahan keberlanjutan lainnya.
Eddie Yue, Kepala Eksekutif HKMA, mengatakan, “Diluncurkannya Taksonomi Hong Kong untuk Keuangan Berkelanjutan menandai tonggak penting bagi lanskap keuangan berkelanjutan di Hong Kong. Dengan menyediakan bahasa dan kerangka umum untuk keuangan berkelanjutan, kami membekali pelaku pasar dengan alat penting untuk membuat keputusan yang tepat, mendorong investasi lintas batas yang berdampak, dan berkontribusi pada upaya global dalam memerangi perubahan iklim.”
Selama proses pengembangan, HKMA meluncurkan makalah diskusi pada Mei 2023 untuk mengumpulkan masukan dan pemikiran para pemangku kepentingan mengenai sistem ini. Perwakilan dari bank, profesional industri, manajer aset, dan pemangku kepentingan utama lainnya menyambut baik taksonomi ini dengan harapan dapat memperkuat reputasi Hong Kong dalam keuangan berkelanjutan. Mereka melihat taksonomi ini sebagai alat untuk mengurangi greenwashing.
Saat diluncurkan, taksonomi ini mencakup 12 kegiatan ekonomi dalam empat sektor: pembangkit listrik, transportasi, konstruksi, serta pengelolaan air dan limbah. HKMA berencana memperluas jangkauannya untuk mencakup lebih banyak sektor dan kegiatan dan terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk menerapkan taksonomi ini.
Dokumen selengkapnya dapat dibaca di sini.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan