Studi Ungkap Dampak Berbahaya Penggunaan Media Sosial dan Game Online di Kalangan Remaja
Foto: Kelly Sikkema di Unsplash.
Perkembangan teknologi telah memudahkan kita dalam mengakses dunia digital. Namun, berbagai platform yang muncul, mulai aplikasi untuk berbagi foto hingga game online, telah mengubah cara orang-orang dalam berinteraksi, termasuk anak-anak dan remaja. Terkait hal ini, sebuah studi yang diterbitkan oleh WHO mengkaji penggunaan media sosial di kalangan remaja di Eropa, Asia Tengah, dan Kanada untuk memahami tren, dinamika, dan aspek yang diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang lebih baik.
Anak-anak di Era Digital
Media sosial telah berkembang pesat menjadi sesuatu yang sulit dihindari oleh banyak orang. Sebagai digital native, anak-anak dan remaja saat ini sangat akrab dengan teknologi dan perangkat digital karena mereka telah mulai menggunakannya sejak dini.
Untuk menjawab pertanyaan terkait pengaruh platform dan perangkat digital terhadap kesehatan anak dan remaja, Health Behavior in School-aged Children (HBSC) bekerja sama dengan Kantor Regional WHO untuk Eropa mengembangkan studi bertajuk “Fokus penggunaan media sosial dan gaming pada remaja di Eropa, Asia Tengah, dan Kanada”. Studi ini menyasar kalangan remaja berusia 11, 13, dan 15 tahun di 44 negara sebagai objek kajian.
Tren Penggunaan Media Sosial dan Game Online yang Bermasalah
Meski media sosial dan game online dapat meningkatkan interaksi di antara remaja dan menjaga persahabatan mereka, bukti menunjukkan bahwa semakin banyak remaja yang mengalami gejala kecanduan. Hal ini pada akhirnya mengganggu kehidupan mereka, termasuk sekolah, aktivitas fisik, dan interaksi dengan orang-orang di sekitar mereka.
Studi tersebut menemukan bahwa 11% remaja tergolong sebagai pengguna media sosial yang bermasalah, sementara 12% termasuk berisiko bermain game yang bermasalah. Kedua kategori tersebut menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan studi sebelumnya pada tahun 2018, yakni 7% dan 10% untuk masing-masing kategori.
Selain itu, usia dan jenis kelamin juga mempengaruhi keterlibatan remaja dengan media sosial dan game online. Penggunaan media sosial yang bermasalah umumnya ditemukan di kalangan anak berusia 13 tahun, sementara masalah bermain game online banyak ditemukan di kalangan anak usia 11 tahun. Media sosial terutama digunakan oleh anak perempuan, sedangkan game online lebih populer di kalangan anak laki-laki.
Perlu Kebijakan yang Lebih Tegas
Media sosial dan platform digital lainnya dapat menjadi tempat yang baik untuk pembelajaran, aktivisme, dan advokasi mengenai isu-isu penting. Namun, pada saat yang sama, semua itu juga menjadi tempat berkembangnya misinformasi, kekerasan, dan ujaran kebencian. Melindungi anak-anak dan remaja kita dalam menjelajahi dunia digital kini menjadi hal yang sangat penting.
Oleh karena itu, memahami perilaku remaja dalam penggunaan media sosial dan game online dapat menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan dan program yang mendorong gaya hidup sehat dan seimbang bagi anak-anak dan remaja di era digital saat ini. Studi WHO tersebut menyarankan agar pembuat kebijakan dan para pimpinan sekolah segera menetapkan kebijakan yang lebih tegas terkait penggunaan ponsel pintar di lingkungan sekolah. Selain itu, penting bagi generasi muda untuk mendapatkan informasi yang lebih baik dan memahami apa yang diinginkan saat memasuki dunia digital.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan