Mempromosikan Sistem Perawatan Lansia di Tengah Penuaan Populasi di China
Foto: Brandon Lee di Unsplash.
Kemampuan kita dalam menjalani hidup perlahan akan menurun ketika kita melampaui batas usia tertentu. Sebagai negara dengan populasi penuaan yang cepat, China harus menerapkan langkah-langkah untuk memperluas dan memperkuat sistem perawatan lansia untuk mengakomodasi lebih banyak orang dari berbagai latar belakang.
Penuaan Populasi
Perkembangan pesat di bidang kesehatan telah membuat semakin banyak orang yang dapat hidup hingga usia 70 tahun ke atas. Pada tahun 2024, jumlah penduduk lanjut usia mencapai 10,3% dari populasi dunia. PBB memperkirakan bahwa persentase penduduk lansia akan berlipat ganda menjadi 20,7% lima puluh tahun mendatang.
Penduduk China termasuk yang paling cepat menua. Data Kementerian Urusan Sipil China mengungkapkan, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 297 juta jiwa, atau 21,1% dari total penduduk China. Populasinya bertambah sekitar 17 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Sistem Perawatan Lansia di China
Para lansia menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari memburuknya kesehatan hingga hilangnya sumber pendapatan. Oleh karena itu, sistem perawatan lansia yang komprehensif menjadi penting untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka. Layanan kesehatan, bantuan hidup, panti jompo, perawatan di rumah, dan bentuk bantuan jangka panjang lainnya merupakan beberapa pilihan perawatan yang diperlukan.
Keberagaman layanan ini sangat penting di China. Penelitian menemukan bahwa sebagian besar lansia lebih memilih menerima perawatan di rumah dibandingkan di panti jompo. Profesor Winnie Yip dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengatakan, “Situasi ini memerlukan reformasi komprehensif dalam sistem asuransi perawatan jangka panjang untuk menjamin kesejahteraan para lansia, terlepas dari status keuangan mereka.”
Pada skala nasional, pemerintah China telah mengajukan langkah-langkah untuk memperluas dan memperkuat sistem perawatan lansia dengan meningkatkan standar dasar pensiun, menerapkan program percontohan untuk asuransi perawatan jangka panjang, dan mempromosikan pendidikan, fasilitas, dan solusi berbasis komunitas untuk lansia yang mudah diakses.
Teknologi pintar juga dikerahkan untuk mempromosikan perawatan lansia. Di Shanghai, misalnya, pemerintah daerahnya menggunakan sistem pemantauan air rumah tangga untuk mencatat penggunaan air di apartemen yang menampung para lansia. Dengan cara ini, mereka dapat mengenali perubahan pola penggunaan air dan mengirimkan sukarelawan untuk memeriksa para lansia bila diperlukan.
Menjamin Hak-Hak Lansia
Pada Desember 2024, Kementerian Urusan Sipil China dan 23 departemen lainnya mengeluarkan pedoman yang membahas langkah-langkah khusus untuk mempromosikan produk-produk yang memenuhi kebutuhan konsumen lansia. Hal ini menggarisbawahi banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengembangkan sistem perawatan lansia yang lebih kuat dan inklusif. Pada akhirnya, memastikan hak-hak lansia merupakan bagian integral dari pembangunan dan masyarakat berkelanjutan, yang memerlukan dukungan dan partisipasi dari pemerintah, dunia usaha, dan organisasi terkait.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Baca juga versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris di Green Network Asia
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Memperkuat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Menilik Solusi Potensial Pengelolaan Sampah menjadi Metanol (Waste-to-Methanol)
Larangan Impor 12 Komoditas dan Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi
Hak Alam untuk Lebah Tanpa Sengat di Peru
Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi