Panduan untuk Industri Kereta Api Berkelanjutan di Australia & Selandia Baru
Foto: Paul di Unsplash.
Kita membutuhkan transportasi untuk mendukung mobilitas kita. Pada saat yang sama, sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar yang menyebabkan pemanasan global. Oleh karena itu, transisi menuju transportasi yang lebih berkelanjutan menjadi sangat penting. Asosiasi Kereta Api Australasia (Australasian Railway Association) meluncurkan panduan untuk mendukung industri kereta api berkelanjutan.
Emisi dari Kereta Api
Sektor transportasi berkontribusi terhadap lebih dari sepertiga emisi CO2 dari sektor pengguna akhir. Menurut data Badan Energi Internasional (IEA), sektor transportasi bertanggung jawab atas hampir delapan gigaton emisi CO2 pada tahun 2022. Untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, sektor ini harus mengurangi 25% emisi CO2 pada tahun 2030. .
Kereta api dianggap sebagai moda transportasi dengan emisi paling rendah. Pada tahun 2019, emisi CO2 dari kereta api berada di bawah 100 juta ton CO2, jauh lebih rendah dibandingkan emisi di jalan (5,95 Gt CO2) dan sektor penerbangan (1,04 Gt CO2). Namun, industri kereta api tetap harus mengubah dan melakukan dekarbonisasi untuk mendukung upaya menuju transportasi bebas emisi. Panduan keberlanjutan yang dikeluarkan oleh Australasian Railway Association (ARA) bertujuan untuk membantu para pelaku industri utama melakukan transisi menuju industri kereta api berkelanjutan.
Panduan Keberlanjutan dari ARA
ARA adalah asosiasi industri untuk sektor kereta api di Australia dan Selandia Baru. Asosiasi ini mewakili hampir 200 organisasi anggota dalam industri kereta api, termasuk perusahaan kereta api swasta yang terdaftar, lembaga pemerintah, dan waralaba.
Panduan Keberlanjutan bertajuk “On Track to a Sustainable Future” (Jalan Menuju Masa Depan Berkelanjutan) memberikan gambaran umum tentang berbagai bidang yang mungkin dapat ditingkatkan dalam keberlanjutan. Hal ini bertujuan untuk mendorong usaha kecil dan menengah dan organisasi anggota untuk mengambil bagian dalam perjalanan menuju industri kereta api yang berkelanjutan.
Panduan ini menyoroti poin pertumbuhan dan praktik terbaik dalam enam aspek:
- Kepemimpinan: Pemimpin bertanggung jawab untuk mempengaruhi organisasi, rantai pasok, dan para pemangku kepentingan mereka agar lebih bertanggung jawab.
- Dekarbonisasi: Industri kereta api harus berupaya melakukan dekarbonisasi dalam operasinya melalui berbagai cara, termasuk menerapkan teknologi ramah lingkungan, penyeimbangan karbon, dan melakukan Penilaian Karbon Seumur Hidup.
- Ekonomi sirkular: Industri kereta api dapat mengoptimalkan praktik ekonomi sirkular dengan meningkatkan rantai pasok dan berfokus pada pemeliharaan aset.
- Adaptasi perubahan iklim: Peningkatan ketahanan infrastruktur kereta api sangat penting untuk memitigasi dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
- Masyarakat: Industri harus mengakui keberagaman masyarakat yang dilayani untuk menciptakan transportasi umum yang lebih inklusif dan aman.
- Keanekaragaman hayati: Industri kereta api dapat mendukung konservasi keanekaragaman hayati melalui solusi berbasis alam, seperti menyediakan koridor habitat hijau di sepanjang jalur kereta api dan pengelolaan lahan yang efektif.
Mewujudkan Industri Kereta Api Berkelanjutan
Peralihan menuju praktik industri yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan telah dimulai di seluruh dunia. Danny Broad, Ketua ARA, mengatakan, “Kita berada di titik puncak periode perubahan yang signifikan seiring dengan kemajuan industri kereta api dalam upaya dekarbonisasi dan pemerintah menetapkan peta jalan untuk mendukung perjalanan industri ini menuju net zero.”
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, industri transportasi mesti ikut serta dalam upaya dekarbonisasi dan membatasi pemanasan global. Dalam hal ini, panduan bagi industri kereta api berkelanjutan diharapkan akan mendorong para pelaku utama untuk memperkuat komitmen mereka terhadap industri transportasi yang berkelanjutan.
Pelajari panduan lengkapnya di sini.
Editor: Nazalea Kusuma
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Mengatasi Ketimpangan Akses terhadap Tanah di Kalangan Orang Muda Pedesaan
Mengintegrasikan Inovasi Energi Terbarukan secara Sistemik untuk Transisi Energi
Mengantisipasi Masalah Berulang dari Integrasi Program MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Strategi Lima Tahun Nepal untuk Bersihkan Tumpukan Sampah di Gunung Everest
Bentakan hingga Penyiksaan: Urgensi untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Tahanan
Pertumbuhan Pesat Pusat Data dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat