Perkembangan Keberlanjutan dalam Industri Perjalanan
Foto: Phil Mosley di Unsplash.
Seruan kepada korporasi untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasional mereka semakin kencang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dalam industri perjalanan. Sebagai bagian penting perekonomian global, transformasi industri perjalanan sangat penting untuk membatasi pemanasan global dan mendorong sektor pariwisata yang berkelanjutan. Terkait hal ini, perusahaan konsultan dan layanan IT, Amadeus, memberikan wawasan tentang ambisi, prioritas, dan tantangan para pemimpin industri perjalanan dalam menerapkan ESG dalam bisnis mereka.
Industri Perjalanan dan Sektor Pariwisata
Industri perjalanan merupakan salah satu penggerak utama sektor pariwisata. Namun, industri ini juga merupakan salah satu kontributor utama emisi karbon di sektor ini. Pada tahun 2021, Dewan Perjalanan & Pariwisata Dunia memperkirakan bahwa perjalanan dan pariwisata menyumbang 8-10% emisi gas rumah kaca global.
Di seluruh dunia, konsumen menuntut perusahaan untuk menerapkan transformasi Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) dalam operasi mereka. Inisiatif, kerangka kerja, dan janji telah dilaksanakan dalam sektor ini, termasuk Deklarasi Glasgow yang ditandatangani pada COP25 pada tahun 2021. Salah satu tujuan deklarasi tersebut adalah untuk mengurangi separuh emisi pada tahun 2030 dan mencapai emisi nol bersih (net zero) sebelum tahun 2050.
Optimisme & Hambatan
Amadeus melakukan penelitian untuk mendapatkan wawasan tentang ambisi, prioritas, dan tantangan ESG dari para aktor utama di sektor perjalanan dan pariwisata, termasuk maskapai penerbangan, perusahaan, hotel, dan agen perjalanan. Penelitian ini mensurvei 896 pengambil keputusan senior tentang keberlanjutan dari Australia, Perancis, Jerman, India, Meksiko, Singapura, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.
Pada intinya, penelitian tersebut mengungkapkan adanya optimisme terhadap perubahan. Sebanyak 89% pengambil keputusan ESG percaya bahwa industri perjalanan dapat mencapai target net-zero pada tahun 2050. Selain itu, 90% responden telah menerapkan berbagai strategi untuk mewujudkan keberlanjutan lingkungan.
Meskipun terdapat optimisme, penelitian tersebut mengidentifikasi kendala biaya, kurangnya teknologi dan pengetahuan, serta dukungan C-suite sebagai hambatan dalam melaksanakan inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa para pengambil keputusan ESG menyadari pentingnya teknologi dalam mencapai tujuan keberlanjutan mereka. Secara khusus, Kecerdasan Buatan (AI) dan Realitas Virtual (VR) dianggap penting karena potensi efisiensi, aksesibilitas, dan peningkatan operasional lainnya.
Mewujudkan Sektor Pariwisata Berkelanjutan
Bisnis merupakan salah satu aktor kunci dalam meningkatkan keberlanjutan. Oleh karena itu, para pengambil keputusan ESG mesti memahami pentingnya transformasi dan berupaya mewujudkan tujuan dan mengatasi tantangan. Penelitian tersebut diakhiri dengan seruan untuk meningkatkan akses terhadap solusi teknologi dan kolaborasi industri untuk mendukung tujuan net zero dan mewujudkan sektor pariwisata berkelanjutan.
“Seiring industri perjalanan yang terus menghadapi kompleksitas dalam mewujudkan target-target ESG, saya terdorong oleh optimisme dan komitmen yang ada – mulai dari investasi, perencanaan strategis, hingga solusi teknologi,” kata Jackson Pek, SVP & Penasihat Umum Amadeus.
Penerjemah: Abul Muamar
Versi asli artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris di platform media digital Green Network Asia – Internasional.
Madina adalah Asisten Manajer Publikasi Digital di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Program Studi Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Madina memiliki 3 tahun pengalaman profesional dalam publikasi digital internasional, program, dan kemitraan GNA, khususnya dalam isu-isu sosial dan budaya.

Kosmologi Desa dan Paradigma Transkonstruktif untuk Pemulihan Subjek Ekologi
Mengatasi Konsumsi Berlebihan untuk Perubahan Transformasional
Food Estate: Mimpi Lumbung Pangan, Nyata Lumbung Masalah
Reformasi Subsidi Perikanan dan Harapan Baru bagi Keberlanjutan Laut
Memperkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan
Mengulik Penyebab Utama Perubahan Pola Curah Hujan